
Selamat membaca!
Darren sudah berada di dalam mobil bersama Dyra dan anak kecil yang ternyata bernama Aura.
"Sayang, kamu ikut Aunty dulu ya! Nanti pasti orang tua kamu akan menghubungi Aunty, karena Aunty sudah menitipkan informasi kepada petugas keamanan di mall, bila ada yang melapor kehilangan anak."
Saat ini Dyra di antar oleh Will untuk pulang ke rumah, sedangkan Darren pergi bersama Owen ke rumah sakit tempat Bella dirawat. Bagi Darren masalah yang baru saja terjadi dan hampir saja merenggut nyawa istrinya adalah hal yang paling sulit untuk ia maafkan.
"Owen apa kau baik-baik saja?" tanya Darren yang sedang mengemudikan kendaraannya, sementara Owen duduk di samping kursi kemudi.
Keadaan Owen saat ini tak memungkinkan untuk bisa mengendarai. Kondisinya memang tidak terlalu parah, tapi bahu dan kaki kanannya sampai terkilir, akibat benturan keras saat mobil yang dikendarainya menghantam mobil pria misterius itu.
"Saya baik-baik saja Tuan, ini hanya luka ringan dan tidak masalah untuk saya. Nanti juga akan sembuh dengan sendirinya," ucap Owen tak mau menambah pikiran tuannya.
"Saya sangat berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan istri saya Owen. Jika tidak ada kamu, mungkin saya akan menyesal seumur hidup."
"Ini sudah tugas saya Tuan. Saya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Tuan dan Nyonya Dyra." Owen menampilkan senyum di wajahnya sambil melihat ke arah Darren yang saat ini berdecak kagum, karena memiliki seorang asisten yang begitu total dalam menjalankan tugasnya.
Darren menatap raut wajah Owen yang seperti sedang menahan sakit yang menderanya. Darren yang tak percaya atas apa yang Owen katakan, tiba-tiba menepuk pundak asistennya itu, hingga membuatnya berteriak sangat keras.
Owen pun mengaduh dengan wajah yang meringis, menahan rasa sakit akibat tepukan yang Darren berikan di bahu kanannya.
__ADS_1
"Katanya enggak sakit!" Darren mengangkat kedua alisnya, sambil terus membagi pandangannya untuk melihat ke depan jalan dan memerhatikan expresi wajah Owen yang tampak kesakitan.
"Maaf Tuan, tapi kalau ditepuk sekeras itu memang sakit." Owen memegangi pundak yang berdenyut akibat pukulan yang Darren berikan padanya.
"Kalau begitu nanti periksalah ke Dokter, biar aku saja yang menemui Bella dan menanyakan hal ini secara langsung kepadanya."
Baru saja Owen hendak membantahnya. Namun, Darren kembali mengulang perkataannya dan membuat Owen harus menurutinya.
"Baik kalau begitu, Tuan."
"Nah, itu baru asisten yang baik," tukas Darren memuji asistennya yang akhirnya mau mengikuti apa yang ia perintahkan.
"Semoga Tuan Darren bisa mengendalikan amarahnya, saat berhadapan dengan Nyonya Bella nanti," batin Owen masih meringis merasakan pundaknya yang berdenyut nyeri.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar positif kalian ya.
Terima kasih banyak semua.
__ADS_1
Mampir juga ke novel saya yang lain ya :
One Night Stand With My Boss
Istri Lumpuh Kesayangan Tuan Ryan
Penjara Hati Sang CEO
Sahabatku Canduku
My Baby Adams
Duda Arogan Suamiku
Ansel dan Irene
Ternoda Oleh Kakak Iparku
Istri Ketiga Mas Bram
Sekretarisku Canduku
__ADS_1
Aku tunggu ya di sana. Follow juga Instagramku ya : ekapradita_87