
Selamat membaca!
Begitu tiba di dalam kamar dengan napas terengah, Ansel langsung merebahkan tubuh Irene di atas ranjangnya penuh kehatian-hatian. Namun, Irene sangat terkejut ketika Ansel hampir saja terjatuh di atas tubuhnya, beruntungnya pria itu berhasil menyangga tubuhnya dengan kedua siku yang bertumpu di ranjang untuk menahan berat tubuhnya agar tak menghimpit Irene yang tengah hamil.
"Maaf, sayang. Aku tidak sengaja. Kamu oke?" tanya Ansel sambil mengusap wajah ketakutan Irene penuh kelembutan.
Wanita itu mengulas senyuman sebelum akhirnya menjawab pertanyaan sang suami. "Aku oke, sayang. Makanya lain kali jangan sok-sokan gendong aku dari halaman rumah sampai ke dalam kamar ya, jaraknya jauh lho sayang, harus naikin tangga yang panjang pula, jadi capek sendiri 'kan!" Irene pun melayangkan protes sambil mencubit hidung lancip Ansel dan mendorong tubuh pria itu agar enyah dari atas tubuhnya dan tidur di sampingnya.
Setelah menghempaskan tubuhnya di atas ranjang tepat bersebelahan dengan Irene, pria itu segera melingkarkan kedua tangannya untuk memeluk tubuh sang istri. "Aku 'kan hanya ingin memperlakukanmu dengan istimewa agar kamu selalu merasa bahagia saat sedang bersamaku."
Jawaban dari Ansel sungguh membuat Irene merasa sangat beruntung karena telah dicintai oleh suami yang ternyata memiliki sisi romantis dalam dirinya.
"Pantas saja dulu Amma begitu kehilanganmu dan sangat terpuruk saat mengetahui kamu menghamili wanita lain, ternyata kamu adalah sosok yang begitu romantis bila sedang jatuh cinta. Kamu itu selalu ingin membuat pasanganmu merasa bahagia dengan cara apapun, tanpa peduli apa yang kamu rasakan. Asal kamu tahu, Ansel, saat ini aku jadi takut bila suatu hari akan kehilanganmu, walaupun kamu telah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku."
"Kamu tenang saja sayang! Aku tidak akan melanggar janji yang telah aku ucapkan karena apa? Ayahku pernah berkata, jika laki-laki itu yang dipegang adalah ucapannya jadi sebisa mungkin jika telah berjanji, itu harus ditepati."
__ADS_1
Perkataan Ansel mampu menggetarkan hati Irene yang saat ini tengah berbunga-bunga dengan keromantisan suaminya. Ia pun tak henti-hentinya berdecak kagum akan sosok Ansel yang kini telah benar-benar berbeda dan berbanding terbalik dengan Ansel yang pertama kali dikenalnya dulu.
"Aku janji sama kamu sayang, kalau aku akan belajar dan berusaha untuk menjadi istri yang lebih baik lagi dari saat ini. Semua itu aku lakukan agar kamu tidak memiliki alasan untuk pergi meninggalkan aku atau memilih wanita lain agar menjadi pendampingmu. Aku ingin kita selalu bersama dan seromantis ini sampai maut memisahkan." Irene begitu hanyut oleh rasa cinta saat sedang bergumam di kedalaman hatinya sambil memandangi wajah Ansel dalam-dalam.
Sebuah janji yang Irene ikrarkan pada dirinya dengan kedua mata yang saat ini tampak berkaca-kaca. Wanita itu pun tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat dan menenggelamkan wajahnya di dada Ansel.
Sebuah pelukan erat yang membuat Ansel jadi begitu terhenyak karena berlangsung secara tiba-tiba, tanpa diawali sebuah perkataan. Jemarinya pria itu kini langsung mengusap pucuk kepala Irene dengan penuh kelembutan.
"Sayang, tumben banget peluk aku seerat ini? Memangnya kamu tidak merasa sesak?" tanya Ansel dengan kedua alis yang saling bertaut.
"Tidak, aku sangat nyaman dengan posisi seperti ini, sayang. Aku hanya ingin kamu tahu, jika aku itu selalu bahagia saat berada di dekatmu. Makanya kamu itu enggak perlu nekat untuk menggendong tubuhku yang berat ini, apalagi kamu menggendongku dari halaman rumah, pasti sekarang kelelahan 'kan? Pokoknya kamu harus ingat perkataanku ya sayang, kalau aku itu sangat bahagia asal kamu selalu ada di sampingku, itu saja cukup, tidak lebih, sayang! Saat ini aku benar-benar merasa sangat beruntung bisa dicintai dan mencintai pria seromantis kamu, jadi aku mohon tetaplah jadi Ansel yang seperti ini!"
Pria itu langsung mendaratkan sebuah kecupan mesra di atas kening istrinya yang masih berada dalam dekapannya. Hingga tiba-tiba terbesit sebuah ide dalam benak Ansel yang membuat pria itu tersenyum sendiri saat membayangkannya. Setelah bergelut dengan segala pertimbangannya, akhirnya ia pun coba mengutarakannya dengan menawarkan pada Irene untuk melakukan sesuatu yang tak pernah mereka lakukan selama menikah, yaitu mandi bersama.
Ansel mulai mengusap surai hitam Irene yang selalu mengeluarkan aroma yang wangi, beberapa kali ia pun dapat menghirup aroma rambut istrinya dan terus membelainya dengan perlahan. "Sayang, aku gerah nih. Kita mandi berdua yuk, selama ini 'kan kita enggak pernah mandi bersama?" Ansel mencari alasan agar dapat mengatakan apa yang dipikirkan kepada Irene. Ia pun menjadikan gerah sebagai kambing hitam dan berharap Irene mau menerima ajakannya.
__ADS_1
Namun, apa yang telah dikatakan Ansel, malah membuat wanita itu sangat terkejut, sampai ia melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami. "Apa kamu bilang?"
"Ayolah sayang! Aku akan memandikan kamu sampai bersih, tapi setelahnya kamu gantian yang mandiin aku?" bisik Ansel di depan telinga Irene dengan nada yang terdengar sensual, membuat wanita itu jadi merinding.
"Tapi, sayang... Aku bisa kok mandi sendiri, kamu enggak perlu repot mau memandikanku segala."
"Sudah enggak apa-apa ya, kita coba sekali ini saja, please!" pinta Ansel dengan nada memohon.
"Aku malu, sayang! Masa kita harus mandi berdua sih?" protes Irene dengan rona merah yang terlukis jelas pada kedua pipinya.
"Kamu enggak perlu malu ya, sayang! Pokoknya kamu tenang saja! Aku yang akan siapkan semuanya untuk kita mandi berdua. Kamu tunggu sebentar di sini ya!" titah Ansel walau Irene masih merasa bimbang, pria itu segera bangkit dari posisinya dan beranjak dari ranjang menuju bathroom untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Ansel yang sejak di bandara menahan hasratnya, langsung terpikirkan cara itu untuk dapat melepas hasratnya yang terpendam cukup lama.
"Pengalaman pertama dengan Irene, sungguh membuat jantungku terasa berdebar," gumam Ansel yang kini sudah berada di dalam bathroom dan langsung memutar sebuah kran air untuk mengisi bathub.
__ADS_1
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️