Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Kenangan


__ADS_3

Maaf ya hari ini author kurang enak badan. Tetap beri dukungan kalian ya, agar karyaku ini bisa masuk ranking vote dan pastinya akan membuatku semakin semangat untuk crazy up. Terima kasih.


Selamat membaca!


Mereka pun memulai makan malam bersama tanpa obrolan, menikmati hidangan lezat yang telah dimasak oleh dua orang chef yang memang bekerja di rumah kediaman Darren.


Pandangan mata Ansel tak teralihkan dari wajah cantik yang berada di hadapannya. Ia tak bisa menampik rasa cinta di dalam hatinya yang masih tetap utuh untuk Dyra, walau saat ini status Dyra sudah berubah menjadi ibu sambungnya.


Sorot mata dari manik mata Ansel yang berwarna kehitaman, menatap jeli setiap inchi wajah Dyra, yang terlihat begitu bahagia. Ansel pun seketika menarik kedua sudut bibirnya, hingga membentuk sebuah senyuman.


"Sepertinya Ayah berhasil membuat Dyra mencintainya. Malam ini aku dapat melihat jelas dari raut wajah kalian berdua yang sangat bahagia," batin Ansel terus membatin, perasaannya terasa diremas-remas oleh kenyataan yang ada di hadapan matanya saat ini.


Pandangan Ansel terhenti saat melihat leher jenjang Dyra terukir sebuah kiss mark yang jelas terlihat, setelah Dyra mengurai rambutnya. Mungkin wanita itu melupakan sebuah tanda merah yang Darren tinggalkan pada lehernya, sebelum mereka keluar dari kamar. Saat itu entah kenapa, hati Ansel kembali terasa begitu sakit. Pikirannya seketika tertarik jauh ke masa lalu.


Saat itu di Namsan Tower, sebuah momen yang kini menjadi kenangan masih tampak jelas dalam benak Ansel. Ketika dirinya memeluk tubuh Dyra dari belakang, dengan wajah yang bertumpu pada pundak Dyra.


Sore yang indah dengan sunset yang memukau, ditambah pemandangan asri yang menyejukkan mata di sekitar Namsan Tower.


__ADS_1


"Aku mencintaimu, Dyraku." Ansel menciumi leher Dyra hingga meninggalkan kiss mark pada kulit lehernya yang kini sudah memerah.


"Aku juga mencintaimu, Ansel. Berjanjilah, kamu akan jadi pria pertama yang menyentuh tubuhku nanti, dan setelah saat itu tiba tetaplah setia dengan cinta kita," ucap Dyra yang membiarkan lehernya menjadi tempat beberapa kiss mark yang Ansel ukir di leher jenjangnya.


Setelah selesai dengan itu. Ansel melepas pelukannya, lalu ia meletakkan kedua telapak tangan di depan mulut dan melengkungkan hingga membentuk setengah lingkaran. Kemudian Ansel mulai berteriak sekeras-kerasnya.


"Aku janji Dyra, aku akan setia padamu. Aku akan mencintaimu selamanya," teriak Ansel hingga suaranya menggema dan terdengar berulang-ulang.


Setelah tersadar dari bayangan masa lalunya bersama Dyra, Ansel kini menatap nanar penuh rasa kecewa, karena merasa iri atas keberuntungan sang Ayah yang bisa mendapatkan Dyra seutuhnya.


"Sepertinya mereka telah melakukannya, melewati malam yang panjang berdua penuh cinta. Harusnya Dyra melewati malam pertamanya bersamaku, bukan bersama Ayah. Argh! Kenapa sih, semuanya jadi rumit seperti ini karena kehadiran Irene, aku selalu merasa sial setelah menidurinya," batin Ansel kembali labil dengan hatinya.


"Apa aku harus menerima takdirku saat ini dengan ikhlas, menjadi anak tiri dari wanita yang pernah menjadi kekasihku, tapi kenapa semuanya terasa berat untuk aku lalui, hatiku masih terpaut dengan masa lalu yang begitu indah, saat aku melewati hari bersama Dyra," batin Ansel benar-benar tak terima dengan kenyataan yang sedang di hadapinya.


Selera makan Ansel seketika hilang, ia menjatuhkan sendok dan garpunya di atas piring dengan kasar, hingga menimbulkan suara gaduh.


Darren dan Dyra terkesiap sangat kaget. Keduanya kini menatap dalam wajah Ansel yang terlihat sangat kacau, sementara itu Irene menanggapinya dengan acuh, karena ia tahu alasan yang membuat Ansel cemburu adalah karena kedekatan yang terus di pertontonkan oleh Dyra dan Darren.


"Ada apa, Ansel?" tanya Darren dengan kening yang mengerut dalam.

__ADS_1


Pandangan Ansel dan Darren saling bertaut, sang Ayah dengan cepat membaca kepedihan yang tengah anaknya rasakan saat ini. Namun Darren bisa apa? Semua yang terjadi adalah karena kesalahan yang telah Ansel lakukan sendiri. Padahal Darren sudah benar-benar rela melepas cintanya untuk diberikan kepada Ansel dan akan terus memendam rasa cintanya kepada Dyra tanpa ada satu orang pun yang tahu, seumur hidupnya, tapi apa yang terjadi telah merubah segalanya, ketika Ansel membawa Irene ke rumah dengan kenyataan pahit bahwa Irene telah mengandung.


"Ayah, apa boleh aku bicara dengan Dyra di taman?" jawab Ansel dan balik bertanya dengan penuh harap.


Kini giliran Dyra yang menatap Ansel penuh tanda tanya.


"Dyra sedang makan, apa kamu tak melihatnya?" jawab Darren menolak permintaan Ansel yang entah kenapa membuatnya sedikit kesal.


"Aku mohon, Ayah. Tolong izinkan aku bicara berdua dengan Dyra sebentar saja, setelah Dyra menyelesaikan makannya. Aku tunggu di taman," ucap Ansel memohon persetujuan dari sang Ayah.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya!


Terima kasih banyak atas dukungannya.


Sebagai pengganti kemarin hari ini akan up lebih dari 1 episode.

__ADS_1


__ADS_2