Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Tak Menyangka


__ADS_3

Selamat membaca!


Mobil melaju semakin cepat dan siap menghantam tubuh Dyra. Namun, tiba-tiba sebuah mobil lain datang dari arah sebelah kiri persis beberapa meter di depan tubuh Dyra dan anak kecil itu, yang sudah pasrah dengan apa yang akan menimpa mereka.


Tabrakan yang sangat keras tak dapat terelakkan, membuat mobil yang hendak menabrak Dyra terseret jauh, hingga kedua mobil berhenti ketika membentur pembatas jalan.


"Aku tidak akan membiarkanmu menabrak Nyonya Dyra," ucap Owen yang langsung turun dari mobil untuk meringkus pria misterius yang masih berada di dalam mobil.


Suara benturan yang sangat keras itu, membuat Darren dan beberapa pengunjung mall lainnya, menoleh ke arah sumber suara dan beberapa orang juga sudah ada yang berhamburan keluar dari mall untuk menghampiri tempat insiden itu terjadi.


Saat ini Darren begitu terkesiap, hingga membuat kedua bola matanya membulat dengan sempurna, saat melihat Dyra sedang berada tidak jauh dari tempat insiden itu bersama anak kecil yang masih ada dalam dekapannya.


Darren pun berlari meninggalkan rekan kerjanya untuk menghampiri Dyra. Raut wajahnya sudah terlihat sangat panik. Hingga membuat Darren memacu langkah kakinya, agar bisa secepatnya sampai ke dekat Dyra.


Sementara itu Dyra yang sudah dapat bernapas lega, kini telah menjauh dari tempat insiden itu terjadi.


"Apa kamu tidak apa-apa, Dik?" tanya Dyra sambil berlutut di hadapan anak kecil itu yang saat ini masih terlihat begitu ketakutan.


"Aku takut, Aunty."


Dyra kembali mendekap tubuh anak kecil itu, walau ia sendiri masih merasa begitu ketakutan, terlebih apa yang baru saja terjadi hampir saja merenggut nyawanya.


"Terima kasih Owen, karena kamu telah menyelamatkanku," ucap Dyra sambil melihat ke arah Owen yang sudah berhasil meringkus pria yang hendak menabraknya.


Pria itu kini sudah tak berdaya, karena benturan keras yang mengakibatkan kondisinya benar-benar lemah dengan cucuran darah di kening.


"Siapa yang menyuruhmu?" tanya Owen dengan suara yang terdengar penuh amarah.

__ADS_1


Pria itu hanya membisu dan belum menjawab pertanyaannya, hingga membuat amarah Owen semakin memuncak dan melabuhkan sebuah pukulan tepat di bagian perutnya.


"Cepat katakan! Jangan paksa saya untuk bersikap kasar!" kecam Owen dengan rahang yang mengeras.


Ancaman yang terlontar dari mulut Owen, tak digubris oleh pria misterius itu. Pria itu masih memilih untuk diam dan mengabaikan pertanyaan yang terus Owen tanyakan secara berulang-ulang.


Tak lama kemudian, Darren menghampiri Dyra yang sudah melepas pelukannya dari tubuh anak kecil itu.


"Apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu ada di sini?" tanya Darren yang panik dengan mengusap dahi Dyra dan memeriksa seluruh tubuh istrinya untuk memastikan apa Dyra terluka atau tidak. Sampai akhirnya setelah memastikan kondisi Dyra yang memang dalam keadaan baik, Darren langsung mendekap erat tubuh istrinya itu. Jantungnya berdesir hebat dengan detak yang terdengar tak beraturan, belum lagi napasnya yang terengah-engah akibat berlari, benar-benar mengisyaratkan bahwa Darren sangat takut kehilangan istrinya.


"Aku tidak apa-apa Hubby," jawab Dyra yang meminta Darren untuk melepas pelukannya, karena ia tak mau kelihatan mesra di depan anak kecil yang saat ini ada didekat mereka.


"Maafkan aku sayang, aku meninggalkanmu tadi," ucap Darren dengan penuh penyesalan.


"Bukan salahmu Hubby, aku tadi hanya ingin menyelamatkan anak ini yang berada di tengah jalan, tapi entah kenapa mobil itu melaju sangat cepat seperti sengaja ingin menabrakku." Dyra menunjuk ke arah mobil yang kondisinya saat ini sudah terlihat hancur.


"Siapa pria itu? Terus kenapa Owen ada di mall ini? Ini bukan suatu kebetulan, pasti ada yang tidak beres dengan semua ini."


Dyra yang mendengar perkataan Darren, semakin memutar otaknya untuk berpikir atas apa yang saat ini terjadi.


"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Dyra penuh tanda tanya.


"Aku juga tidak tahu sayang, tapi tetaplah di sini. Biar aku tanyakan langsung pada Owen." Darren melangkah ke arah Owen dan meninggalkan Dyra bersama anak kecil itu yang hanya termangu melihatnya.


Sementara itu kemarahan Owen semakin memuncak, setelah mendapati pria misterius itu berusaha menutup-nutupi orang yang telah memerintahkannya untuk membunuh Dyra. Ia masih ingin memastikan kebenaran dari perkataan Isco, bahwa Bella yang memang sudah memerintahkannya.


"Cepat katakan siapa yang menyuruh?" tanya Owen semakin membentak dengan penuh ancaman.

__ADS_1


Kemarahan Owen membuat beberapa orang bergedik ngeri, hingga berangsur menjauhi tempat insiden itu. Namun, beberapa pengunjung yang masih menonton terlihat merekam kejadian yang sedang berlangsung dengan ponsel mereka.


Sampai akhirnya beberapa petugas polisi mulai berdatangan dan coba mengamankan pria misterius itu yang terus mendapat pukulan dari Owen.


"Maaf Tuan, biar kami saja yang memproses pria ini sesuai dengan hukum yang berlaku."


Owen melepaskan cengkeramannya, walau ia sangat tidak puas karena belum mendapat jawaban dari pria itu


"Owen," ucap Darren sudah berada di hadapan Owen.


Owen pun berbalik dan setengah membungkuk hormat kepada Darren.


"Iya Tuan, maafkan saya jika saya datang terlambat. Semua ini memang kesalahan saya karena terlambat memperingati Tuan."


"Apa maksudmu Owen?" tanya Darren menautkan kedua alisnya dengan pandangan yang terbagi ke arah pria misterius, yang saat ini sudah berada di tangan petugas polisi.


"Jadi begini Tuan, saya dapat peringatan dari Tuan Isco sewaktu berada di kantor, ia tidak sengaja mendengar percakapan Nyonya Bella dengan seseorang, yang isi percakapan itu adalah sebuah perintah untuk menghabisi nyawa Nyonya Dyra."


Darren tersentak kaget tak percaya dengan apa yang terlontar dari mulut Owen. Rahangnya seketika mengeras dengan gurat amarah yang tersirat di raut wajahnya. Ia tak habis pikir, jika Bella bisa sejahat itu dengan merencanakan sesuatu yang dapat menyebabkan nyawa seseorang terbunuh. Apalagi seseorang itu adalah istrinya yang sangat dicintainya.


"Kurang ajar kau Bella, aku tidak akan sungkan untuk menjebloskanmu ke dalam penjara!" geram Darren dengan tangan yang mengepal erat.


🌸🌸🌸


Bersambung ✍️


Berikan komentar kalian ya.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2