Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Suasana Haru


__ADS_3

Selamat membaca!


Langkah yang penuh rasa rindu, kian dekat menemui muaranya. Hingga akhirnya, kedua tubuh yang sudah lama tak saling dekap, kini tanpa menunggu langsung memeluk dengan penuh erat.


"Ayah, aku kangen." Ansel seperti anak kecil yang terlihat memeluk manja sang ayah tanpa rasa malu. Bagaimana tidak, seumur hidupnya ia tak pernah pergi dalam waktu yang cukup lama seperti saat ini.


Namun, bukan hanya Darren dan Ansel yang saling meluapkan kerinduannya, Dyra pun kini terlihat memeluk tubuh wanita yang tak disangkanya ikut dalam perjalanan pulang bersama Ansel.


Setelah mengurai pelukan mereka, Dyra langsung mengarahkan tangannya untuk menyentuh sebelah pipi Irene dan menatap wajah cantiknya dengan tatapan mata yang menyimpan kesedihan. "Irene, akhirnya kamu pulang juga bersama Ansel. Kenapa dulu kamu harus pergi dan tidak menceritakan apapun kepada Amma?" tanya Dyra yang sangat menyayangkan sikap Irene yang memilih untuk pergi jauh dari Ansel. Bahkan kepergiannya tak tanggung-tanggung, sampai harus ditempuh dengan menaiki pesawat selama 19 jam lamanya.


"Maafkan aku Amma, aku hanya tidak ingin merepotkanmu. Saat itu aku sudah terlalu sakit menerima semua perlakuan Ansel." Irene coba sedikit menguak alasannya pergi meninggalkan Ansel kala itu.


"Ya sudah sayang, tidak usah kau pikirkan lagi! Sekarang yang terpenting kalian sudah kembali."

__ADS_1


"Iya Amma, terima kasih karena sudah mau mengerti. Maaf jika kepergian aku sampai mencemaskan Amma juga Ayah." Irene mengatakan itu semua dengan kedua matanya yang tampak berkaca-kaca.


Namun, tak berapa lama kemudian, suasana yang penuh haru itu seketika buyar. Saat sebuah panggilan yang merasa diabaikan terdengar memanggil-manggil Dyra sambil menarik pakaian wanita itu. "Mom, aku sedih nih dicuekin, Mom," ungkap Cassandra dengan menampilkan raut menggemaskan di wajahnya hingga membuat Irene dan Ansel seketika menoleh ke arahnya karena gadis kecil itu memanggil Dyra dengan sebutan Mommy.


"Siapa dia Ayah?" tanya Ansel kepada Darren yang memang penasaran saat melihat gadis kecil itu terlihat dekat dengan Dyra.


"Gadis kecil itu bernama Cassandra. Ceritanya panjang, sebaiknya nanti saja Ayah ceritakan!" Jawaban Darren membuat Ansel harus menahan rasa penasarannya yang sebenarnya sudah memenuhi isi kepalanya saat ini.


Setelah memindai Cassandra yang saat ini tengah berkenalan dengan Irene, kini Ansel melihat seorang pria asing yang tidak jauh dari tempatnya berada, tepatnya pria itu berdiri beberapa langkah di belakang Darren sambil terus mengamati keadaan sekitar.


Darren pun menoleh ke belakang tubuhnya untuk mengikuti arah yang ditunjuk oleh Ansel kepadanya. "Oh itu, namanya Benjamin. Dia adalah pengawal yang akan selalu menjaga Dyra ke mana pun Dyra pergi."


Ansel menjadi semakin penasaran dengan permasalahan yang terjadi selama dirinya pergi, sampai-sampai sang ayah harus mempekerjakan seorang pengawal untuk menjaga keselamatan Dyra. "Memang apa yang terjadi dengan Amma sampai Ayah menggunakan jasa bodyguard untuk mengawalnya?" tanya Ansel dengan kedua alisnya yang saling bertaut.

__ADS_1


"Mungkin sebaiknya aku ceritakan di perjalanan pulang saja ya, sekalian tentang Cassandra! Kau juga pasti sudah sangat lelah 'kan, Ansel? Jadi lebih baik, sekarang kita segera pulang saja! Nanti kamu juga harus ceritakan kepada Ayah! Bagaimana bisa Irene ikut bersamamu pulang? Padahal kau sempat bilang di telepon, kalau kamu akan pulang sendiri dan Irene tidak ikut bersamamu!"


Pertanyaan Darren membuat Ansel kini menggaruk-garuk kepalanya yang padahal tak terasa gatal sama sekali. "Kalau itu aku hanya ingin membuat Ayah dan Amma terkejut saja saat melihat kedatanganku bersama Irene." Selesai mengaku kepada Darren bahwa ia hanya mengerjainya saja, raut wajah Ansel kini berubah menjadi tak enak hati karena merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya.


"Konyol sekali Ansel, dasar kau ini! Tapi aku dan Amma sangat bahagia karena pada akhirnya kamu bisa kembali bersama Irene dan menerima pernikahanmu." Darren langsung mengulas senyuman di wajahnya lalu kemudian ia merangkul pundak Ansel dan mengajaknya untuk melangkah menuju mobil yang sudah terparkir di pelataran bandara.


Sementara itu, Irene yang sedang berbincang dengan Cassandra pun langsung mengikutinya bersama Dyra dan juga gadis kecil itu yang saat ini tengah berpegangan tangan dengannya. Irene terlihat sudah langsung dekat dengan Cassandra, walau perkenalan mereka baru saja berlangsung beberapa menit yang lalu.


Saat langkah Ansel terus berada tepat di belakang Benjamin, ia pun terus mempertimbangkan sesuatu di dalam pikirannya saat ini. Sesuatu yang memang sangat ia perlukan karena Ansel merasa tidak akan mampu, bila harus menyelesaikan semua masalah ini sendirian. Terlebih saat ini Owen sedang tak berada di Korea karena pergi ke Paris untuk bulan madu dengan Erin.


"Mungkin aku bisa minta tolong Benjamin untuk menyelidiki siapa pembunuh Suga, sekaligus membantuku untuk membebaskan Amma dari penjara. Terlebih saat ini Owen sedang tidak berada di Korea," batin Ansel yang telah mengetahui dari Lucas tentang bulan madu Owen dan Erin.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2