
Selamat membaca!
Dyra dan Darren terlihat menuruni eskalator untuk menuju pelataran lobi, dimana Will sudah menunggu keduanya di sana.
"Apa kamu sudah puas, sayang?" tanya Darren tersenyum.
"Sudah, Hubby. Terima kasih ya, hari ini aku bahagia sekali," jawab Dyra dengan bergelayut manja pada lengan suaminya.
Setelah sampai di lantai dasar, mereka kembali melangkah menuju lobi. Namun, tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil Darren, hingga membuat langkah keduanya seketika terhenti.
Darren pun menoleh ke belakang tubuhnya dan mulai mengembangkan senyum di wajahnya, saat ia melihat rekan kerjanya yang merupakan sahabat lamanya. Seorang pengusaha asal kota London yang bernama Stevan Dempsey.
Setelah mengenalkan Dyra kepada rekan kerjanya, Darren terlihat berbincang dengan Stevan, hingga membuat Dyra beringsut beberapa langkah mendatangi outlet pakaian yang berada tidak jauh dari tempatnya berada.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tawar penjaga outlet kepada Dyra dengan ramah.
"Iya boleh, tapi saya bingung dengan warnanya, kira-kira warna merah atau hitam yang bagus untuk saya?" tanya Dyra masih menimang-nimang pilihannya sembari memegangi dress di tangan kanan dan kirinya.
"Saya pikir warna merah sangat cocok untuk Nona yang cantik ini," jawab penjaga outlet itu.
__ADS_1
Dyra pun setuju dengan pilihan penjaga outlet itu, terlebih warna merah memang sangat cocok untuk menggambarkan hatinya yang saat ini sedang berbunga-bunga.
"Ya sudah, bungkus satu ya."
Dyra mengedarkan pandangannya sambil menunggu penjaga outlet itu selesai mengemas pakaian yang telah dipilihnya. Namun, kedua bola matanya tiba-tiba membulat sempurna saat ia melihat ke arah luar lobi seorang anak kecil yang berusia sekitar 6 tahun, sedang berada di tengah jalan, dimana lalu lalang kendaraan yang melintas bisa membahayakannya.
"Ya ampun, anak kecil itu bisa tertabrak nanti." Dyra pun berlari dengan cepat untuk menghampiri anak kecil yang dilihatnya itu.
Sementara Darren yang masih berbincang dengan sahabatnya, tak melihat apa yang dilakukan oleh istrinya yang berada di belakang tubuhnya.
"Adik, ayo jangan di sini! Nanti kamu bisa ditabrak mobil."
"Tapi aku sedang mencari Ibuku," jawab anak itu dengan wajah polosnya.
"Memang Ibunya kemana?" tanya Dyra dengan kening berkerut dalam.
"Ibu tadi menurunkan aku di sini, katanya dia mau memarkir mobilnya dulu. Ibu juga menyuruhku untuk tidak pergi kemana-mana, sampai dia kembali lagi ke sini."
Dyra semakin keras mencerna perkataan anak kecil itu yang saat ini mulai terlihat sendu, karena sosok wanita yang ditunggunya tak kunjung datang.
__ADS_1
"Ayo kamu ikut, Aunty dulu. Nanti biar Aunty bantu cari Ibu kamu."
"Benar begitu Aunty," ucap anak kecil itu yang saat ini langsung memeluk tubuh Dyra dengan erat.
Anak kecil itu tampak begitu bahagia dengan apa yang telah Dyra katakan. "Terima kasih ya Aunty." Raut sendu di wajah anak kecil itu, seketika sirna berganti dengan senyum yang manis penuh harapan.
"Sama-sama sayang. Ayo kita ke dalam mall dulu ya, karena Aunty ingin menemui suami Aunty dulu."
Anak kecil itu mengangguk dan langsung menggenggam tangan Dyra dengan erat. Mereka berdua tampak dekat, walau baru saja saling mengenal.
"Anak kecil ini kasihan sekali ya, kalau aku tidak salah dengar dari ceritanya. Kemungkinan anak kecil ini memang sengaja dibuang," batin Dyra yang mulai bangkit dari posisinya yang sejak tadi terus bersimpuh di hadapan anak kecil itu.
Tiba-tiba dari arah depan, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju lurus ke arah Dyra, mobil itu tampaknya ingin menabrak Dyra dan anak kecil yang memang sedang bersamanya.
Dyra terhenyak dengan tubuh gemetar dan sudah tak dapat lagi menghindarinya. Ia hanya berusaha untuk melindungi tubuh anak itu dengan mendekapnya erat. Kejadian yang berlangsung sangat cepat.
"Hubby," lirih Dyra di dalam hatinya ketika mobil itu beberapa saat lagi akan menabraknya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
__ADS_1