Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Anak Perempuan


__ADS_3

Selamat membaca!


Satu bulan kemudian, tibalah hari yang sangat ditunggu oleh Darren, karena tepat hari ini Ansel kembali ke Korea.


"Ayo sayang nanti kita telat lagi jemput Ansel!" titah Darren memanggil Dyra yang masih terlihat berkaca di depan cermin.


"Sabar dulu Hubby, ini sebentar lagi selesai kok."


Darren masih menatap dengan penuh rasa heran, karena di usia kandungan Dyra yang memasuki bulan kedua ini. Istrinya itu jadi lebih sering merias diri dan mandi lebih dari dua kali dalam sehari.


"Dulu saat Bella mengandung Ansel, sangat berbeda dengan Dyra saat ini, dulu Bella terkesan cuek bahkan malas mandi, apalagi merias dirinya. Apa mungkin kali ini aku akan memiliki seorang anak perempuan ya?" gumam Darren yang masih menunggu istrinya itu dengan bersedekap.


Tak lama kemudian, Cassandra tiba-tiba datang menghampiri Darren dan langsung mendekap tubuhnya dengan erat.


"Daddy, apakah kita masih lama perginya?" tanya gadis kecil itu yang dipanggil Sandra oleh Darren dan Dyra.


"Tanya Mommy, apakah masih lama." Darren menunjuk ke arah Dyra yang masih terlihat merias dirinya di depan cermin.

__ADS_1


"Sabar ya sayang ini sudah mau selesai." Dyra mempercepat aktivitasnya, setelah Cassandra datang menghampirinya dan menarik pakaiannya.


"Ayo dong Mom! Mommy itu udah cantik jadi enggak perlu dirias lagi. Cepat Mom, karena aku mau melihat pesawat di bandara, Mom."


Akhirnya Dyra pun mengalah dan menyudahi aktivitasnya. Ia mulai melangkah setelah Cassandra terus menarik pakaiannya.


Setelah berada di lantai bawah, seorang pria dengan jas hitam dan sebuah pistol yang terselip di balik jasnya sudah menunggu kedatangan mereka.


"Selamat pagi, Tuan dan Nyonya," sapa pria itu dengan setengah membungkuk hormat.


"Ya pagi Benjamin," jawab Darren yang melintas di depannya.


Kini mereka langsung menuju pelataran rumah, dimana Will sudah menunggunya di sana dengan dua mobil yang sudah disiapkannya. Setelah memasuki mobil, kedua mobil pun mulai melaju meninggalkan pelataran rumah kediaman Darren. Darren, Cassandra dan Dyra menaiki mobil yang dikendarai oleh Will, sementara itu Benjamin mengendarai sendiri mobil yang lainnya.


Saat itu tidak terlihat keberadaan Owen di sana, karena Owen sedang bulan madu bersama Erin atas perintah Darren yang telah memberikannya dua buah tiket untuk pergi ke Paris, sebagai pengganti dirinya yang harus membatalkan rencana bulan madunya, karena kondisi Dyra yang saat ini sedang mengandung.


"Hubby, aku sebenarnya sedih karena Irene memutuskan untuk tetap tinggal di sana dan tidak pulang bersama Ansel," ucap Dyra dengan penuh rasa kecewa.

__ADS_1


Darren mengesah kasar. Ia sebenarnya sangat menyayangkan keputusan Irene yang ternyata tak bisa memaafkan Ansel, padahal Ansel sudah datang untuk menjemputnya.


"Mungkin rasa sakit yang Ansel torehkan, terlalu menyakitkan untuk Irene. Apalagi sejak pernikahan Ansel dan Irene waktu itu, aku juga turut membencinya."


Dyra mengesah perlahan. Ia sangat menyayangkan bila pernikahan Ansel dan Irene harus berakhir dengan sebuah perpisahan.


"Kamu memang benar, Hubby, tapi setidaknya Irene harus memberikan Ansel satu kesempatan, karena manusia itu tidak pernah luput dari yang namanya kesalahan."


"Ya, semoga saja mereka bisa kembali bersatu walaupun mungkin tidak untuk saat ini tapi aku percaya, jika anak di dalam kandungan Irene pasti dapat menyatukan cinta mereka kembali." Darren mengatakan semua itu dengan penuh keyakinan.


🌸🌸🌸


Lanjut bonchap kedua ya.


Follow Instagram aku ya : ekapradita_87


Mampir ya jika kalian ingin membaca kisah Raymond dan Benjamin ada pada novelku yang ini :

__ADS_1



__ADS_2