
Tebarkan kebaikan kalian untuk memberikan like dan vote di setiap episodenya.
Selamat membaca!
Mobil Darren melintas di jalan utama pusat kota Seoul, menuju kantornya. Lalu lintas kala itu terlihat sangat ramai dan padat, membuat laju mobil mulai melambat.
"Sepertinya hari ini padat sekali, Will?" tanya Darren yang melihat kemacetan di depan mobilnya.
"Iya betul Tuan, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di depan sana, karena biasanya jalan ini tidak pernah macet, Tuan."
Mobil yang Will kendarai pun sudah berhenti dan tak bisa melaju karena kemacetan yang saat ini terjadi.
"Tuan, apa perlu saya melihat apa yang sebenarnya terjadi di depan sana? Karena mobil kita sudah tidak bisa mundur lagi untuk berputar arah."
Darren sejenak menimang-nimang keputusannya sebelum menjawab tawaran dari Will. "Sudahlah, tidak perlu Will. Sebaiknya kita tunggu saja!" jawab Darren memutuskan. Namun, sesekali ia masih terus melihat jam di pergelangan tangannya.
Setelah hampir setengah jam menunggu. Darren saat ini mulai terlihat resah, karena jadwal meetingnya akan segera di mulai. Pria yang sedang dilanda kegusaran itu, akhirnya memerintahkan Will untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Coba Will lihatlah dulu, jika memang kondisinya seperti ini terus, saya lebih baik turun dan naik taksi saja untuk menuju kantor dengan melewati rute yang lain. Ya, walau memang lebih jauh tapi setidaknya akan lebih cepat untuk tiba di kantor, karena pasti Ryan sudah menunggu kedatangan saya."
Will pun mengerti dengan penjelasan yang telah Darren sampaikan padanya. "Baik Tuan saya akan periksa terlebih dahulu." Will keluar dari mobil dan mulai melangkah menyusuri kepadatan mobil-mobil yang berbaris rapi tak bergerak di jalan.
Pandangan mata Will terus menuju ke depan, dimana telah terjadi insiden kecelakaan yang melibatkan dua buah mobil. Will semakin penasaran ia pun coba menyeruak ke arah kerumunan orang-orang tersebut, yang saat ini sedang berbondong-bondong coba menyelamatkan korban yang terjebak di dalam mobil.
"Kasihan sekali wanita itu." Will kini sudah ada di barisan terdepan, membuat pandangannya dapat melihat kecelakaan yang menjadi penyebab kemacetan saat ini.
Saat ini manik matanya sedang melihat, sebuah mobil yang bertabrakan dengan truk besar, hingga membuat mobil mewah yang dikendarai wanita itu ringsek karena mengalami benturan keras.
"Bagaimana bisa terjadi seperti ini ya?" tanya Will pada seseorang di sana.
"Apa evakuasi kecelakaan ini akan memakan waktu yang lama?" tanya Will kembali.
"Sepertinya akan sangat lama. Lebih baik Anda berputar arah saja, jika masih bisa berputar."
"Terima kasih Tuan, tapi sepertinya mobil saya sudah tidak bisa maju atau mundur lagi. Baiklah, saya permisi dulu Tuan."
__ADS_1
Will masih menatap iba ke arah wanita yang saat ini terbaring lemah dengan wajah penuh darah. "Kasihan wanita itu, semoga dia masih bisa diselamatkan," ucap Will yang mulai beranjak meninggalkan tempat kecelakaan untuk menuju mobil dimana Darren telah menunggu kabar darinya.
Namun, tiba-tiba wanita itu mulai bergerak perlahan dengan wajah yang saat ini menghadap ke arah Will.
Will yang hampir berbalik, sempat melihat wajah wanita itu, yang seketika membuatnya begitu terkesiap dengan apa yang dilihat oleh kedua matanya.
"Ini tidak mungkin, tapi bagaimana mungkin bisa terjadi?" tanya Will yang entah kepada siapa pertanyaan itu tertuju.
Dahi pria itu kini telah basah oleh keringat. Sekujur tubuhnya mulai gemetar, yang membuat napasnya tercekat dengan kedua mata yang masih membulat sempurna.
"Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat ini. Tidak mungkin Nyonya Bella masih hidup," ucap Will yang sangat sulit menggerakkan tubuhnya. Kini pria itu hanya mematung dalam keterkejutannya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya.
__ADS_1
Terima kasih atas dukungan kalian untuk karyaku ini.