Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Sebuah Pesta


__ADS_3

Selamat membaca!


Setibanya di dalam mobil, Darren memutuskan untuk mengendarai mobil Dyra dan meninggalkan Owen bersama Will di rumah sakit.


"Hubby, apa kamu baik-baik saja?" tanya Dyra yang sudah duduk di samping kursi kemudi mobilnya. Namun, ia cemas saat melihat Darren dengan raut seperti menahan rasa sakit, ketika duduk di kursi kemudi.


"Aku baik sayang, hanya sakit sedikit saja, tapi ini bukan masalah, jadi kamu tidak perlu cemas ya," jawab Darren coba menenangkan istrinya yang saat ini begitu cemas.


Sebelum menyalakan mesin mobil, Darren sejenak menatap dalam kedua mata Dyra, sambil mengusap lembut paras cantiknya.


"Sayang, percayalah, aku tuh baik-baik aja. Jadi stop mengkhawatirkan aku, oke." Darren kembali mengulangi perkataannya, hingga membuat sebuah senyuman mulai terbit dari kedua sudut bibirnya.


"Iya Hubby, tapi jangan dipaksakan ya. Kalau kamu enggak kuat nyetir, biar aku aja, oke!" ucap Dyra sembari menggenggam tangan Darren, yang masih mengusap lembut wajahnya.


Pria itu kini melepas tangannya dari genggaman istrinya. Tak lama kemudian, Darren mulai melajukan mobilnya untuk meninggalkan area parkiran rumah sakit.


"Andai aku percaya dengan suamiku, semua ini tidak akan terjadi. Aku janji ini terakhir kalinya aku dibodohi oleh rasa cemburuku," batin Dyra yang sesekali menatap wajah Darren dengan rasa bersalah.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Di dalam ruang rawat, sepeninggal Darren dan Dyra, kini Bella beberapa kali mengusir Isco untuk pergi meninggalkannya. Rasa benci dan amarah atas pengkhianatan yang telah dilihatnya dengan mata kepala sendiri, begitu menyakitkan untuknya.


"Pergi kamu, aku tidak ingin melihat wajahmu lagi!" kecam Bella dengan gurat amarah pada wajahnya.


"Maafkan aku Bella, aku khilaf. Tolong berikan aku kesempatan, apa kamu tidak mau memaafkanku?"


"Tidak akan pernah, karena bukan hanya sekali kamu mengkhianatiku tapi berulang kali dan aku sudah muak! Aku tidak ingin lagi melihatmu! Pergi atau aku panggilkan petugas rumah sakit untuk mengusirmu!"


"Baiklah aku akan pergi." Isco pun melangkah pergi untuk keluar dari ruangan, dengan membawa rasa kecewa atas sikap Bella terhadapnya. Walau ia menyadari bahwa ini memang kesalahannya, namun, itu tak berarti Isco menyerah begitu saja untuk dapat meluluhkan hati Bella dan kembali meminta maaf pada istrinya itu.


Bella masih menatap nanar kepergian Isco dengan air mata yang sudah membasahi kedua pipinya, ada kesedihan mendalam yang ia rasakan karena apa yang telah dipilih olehnya ternyata malah membawa kehancuran untuk hidupnya.


Hanya kebahagiaan di awal pernikahannya dengan Isco dan selebihnya rasa sakitlah yang terus menerus ia rasakan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Setibanya di rumah kediaman Darren. Kini Dyra sudah berada di dalam kamar, ia langsung melepas pakaian Darren untuk melihat memar pada bagian pinggang kiri suaminya.


"Hubby, ini pasti sakit ya, sampai biru seperti ini." Dyra menatap permukaan kulit pada pinggang Darren yang saat ini terlihat berwarna kebiruan. Memar yang ada semakin membuatnya merasa sangat bersalah.

__ADS_1


"Sudah sayang, aku kuat. Ini bukanlah luka yang menyakitkan, sudah jangan hiraukan." Darren menarik tubuh istrinya itu, untuk ikut tertidur di atas ranjang bersamanya.


Dyra pun akhirnya terayun, hingga berlabuh dalam dekapan suaminya itu. Darren mulai mengusap lembut pucuk rambut istrinya yang sudah berada di atas dada bidangnya.


"Maafkan aku ya Hubby," ucap Dyra sembari memilin bulu tipis pada bagian dada Darren.


"Sayang kamu itu sudah berulang kali minta maaf, sudah ya cukup. Sekarang lebih baik kita bicarakan tentang sebuah pesta, pesta sebagai rasa syukur atas kehamilan anak pertama kita," ucap Darren dengan penuh kebahagiaan.


"Tapi apa itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Dyra dengan menautkan kedua alisnya sembari menatap wajah suaminya.


"Tentu tidak, dulu saat kehamilan Bella aku pun mengadakan pesta itu. Jadi saat ini aku tidak ingin kamu menolaknya, karena calon anak kita pantas mendapatkan hal yang sama seperti kakaknya."


"Baiklah kalau itu sudah keputusanmu," ucap Dyra coba menyetujui keinginan suaminya dengan sebuah senyuman manis di wajahnya.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Maaf ya semua kemarin tidak update.

__ADS_1


Semoga hari ini bisa update lebih dari dua episode sebagai pengganti kemarin.


Terima kasih semua.


__ADS_2