Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Tidak Mungkin


__ADS_3

📢 Tebarkan kebaikan kalian dengan memberikan vote dan tolong bantu rate semua karya saya ya, karena ada yang dengan sengaja menurunkan rate semua karya saya, grup dan orang yang sama, yang membuat karya saya Partner Ranjang di hapus sementara dari NT karena laporannya yang berlebihan.


✅ Jangan biarkan kejahatan menang, karena semesta akan selalu bersama dengan orang-orang yang mempunyai hati yang bersih dan ikhlas untuk saling menolong.


▶️▶️▶️▶️


Selamat Membaca!


Setelah mencari ke beberapa stasiun kereta dan tempat lainnya, namun tanpa hasil apapun, kini Ansel dan Owen sudah berada di ruang kendali bandara internasional Incheon. Kebetulan Owen mengenal penanggung jawab di bandara ini, jadi memudahkannya untuk mengakses segala informasi pribadi dari data pengunjung ataupun melihat rekaman CCTV sesuai yang diinginkannya.


Keduanya saat ini terus mengamati layar monitor yang menampilkan rekaman aktivitas di bandara dari 7 hari lalu.


"Coba berhenti di situ Owen. Itu Irene!" seru Ansel yang menunjuk pada salah satu monitor.


Owen pun ikut mengamati sesuai dengan yang telah Ansel tunjuk. "Benar sekali itu Nona Irene, tapi dia tidak sendiri."


"Siapa pria yang bersamanya itu?" tanya Ansel menajamkan sorot matanya menatap layar pada monitor.


"Sebentar Tuan, biar saya perbesar gambar ini, agar dapat terlihat lebih jelas."


Gambar pun membesar dan kedua mata Ansel membulat sempurna ketika manik matanya menangkap sebuah objek yang ternyata sangat dikenalnya.


"Itu dokter itu, dokter yang menangani Irene."

__ADS_1


Owen mengernyitkan dahinya dan mulai berpikir keras atas apa yang telah dikatakan oleh Ansel. Namun, tak berapa lama kemudian dering ponsel terdengar. Owen mengambil ponsel pada saku jasnya, lalu menatap layar ponsel dengan kerutan di keningnya.


"Halo Owen."


"Ya ada apa Will? Tumben sekali kau menghubungi di waktu liburku ini, apa kau merindukanku?" canda Owen pada sahabatnya itu.


"Nyonya Bella, Owen. Dia masih hidup!" ucap Will mengabaikan gurauan Owen.


Owen tercekat luar biasa kaget mendengarnya, hingga membuat lidahnya kelu tak bisa berucap apapun. Sejenak tatapan matanya terhenti menatap ke satu titik, yaitu ke arah Ansel.


"Ini tidak mungkin, bagaimana bisa Nyonya Bella masih hidup sedangkan sewaktu di rumah sakit itu, jelas-jelas dia telah meninggal. Ada apa ini? Apa mungkin wanita itu adalah Nyonya Bella atau kebetulan saja wajah keduanya hanyalah mirip?" gumam Owen yang hanyut dalam keterkejutannya.


"Owen," panggil Ansel yang mulai aneh dengan sikap asisten ayahnya itu yang tiba-tiba diam mematung.


"Ada apa ya? Kenapa dia terlihat sangat kaget seperti itu?" gumam Ansel coba memutar otaknya dan saat ini pikirannya dipenuhi rasa penasaran tentang siapa gerangan yang menghubungi Owen saat ini, hingga membuat Owen diam terhenyak tanpa suara.


"Eh iya Tuan. Maaf saya melamun ya." Owen mulai tersadar dari semua lamunannya.


"Ada apa? Apa yang terjadi? Siapa yang menghubungimu?" Beberapa pertanyaan terlontar dari mulut Ansel, coba mencari tahu apa yang didengar oleh Owen, hingga membuatnya diam seribu bahasa.


"Sebentar Tuan, saya selesaikan dulu percakapan di telepon ini." Owen beringsut menjauh dari Ansel yang akhirnya menuruti segala apa yang dikatakan olehnya.


Setelah jauh dari Ansel, Owen kembali menempelkan benda pipih itu pada telinganya.

__ADS_1


"Halo Owen!" seru Will dengan suara lebih keras.


"Iya Will, maaf, tapi itu tidak mungkin Will, jelas-jelas kita sama-sama melihat sendiri, jika Nyonya Bella memang sudah meninggal karena sakit yang dideritanya."


"Lantas jika memang wanita itu bukan Nyonya Bella, siapa dia? Kenapa wajahnya sangatlah mirip dengan Nyonya Bella? Apa kau bisa jelaskan!"


"Baiklah, aku akan mencari tahu semuanya."


Akhirnya Will menceritakan semua kronologinya, hingga ia melihat seorang wanita yang wajahnya sangatlah mirip dengan Bella. Setelah selesai dengan percakapan mereka di telepon, Owen pun memutuskan sambungan teleponnya dengan kedua alisnya yang saling bertaut.


"Masalah apalagi ini? Siapa wanita itu? Apa benar yang dikatakan oleh Will, jika wanita itu benar-benar adalah Nyonya Bella?" batin Owen dibuat bingung dengan apa yang disampaikan oleh Will sahabatnya itu.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih menjelang ending ini kalian masih setia menunggu ceritaku ini.


Tidak ada yang membuat seorang Author bahagia selain karyanya di apresiasikan lebih oleh pembaca semua.


Yuk, tunjukan apresiasi kalian dengan vote sebanyak-banyaknya, agar karyaku ini bisa masuk ke ranking vote.

__ADS_1


Mampir juga ke karyaku yang lain ya :



__ADS_2