Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Malam Pertama


__ADS_3

Selamat membaca!


Kini Dyra dan Darren telah tiba di dalam kamar, keduanya merasa lega karena telah melepas kepergian Ansel dari rumah, agar Ansel terbiasa hidup mandiri dan dapat berpikir dewasa untuk masa depannya sebagai seorang suami yang baik, juga calon ayah yang bertanggung jawab.


Dyra memilih duduk di tepi ranjang, matanya menatap Darren yang masih berdiri di hadapannya sembari bersedekap.


Darren menampilkan senyumannya yang terlihat manis, hari ini ia mendapatkan pelajaran berharga dari Dyra, wanita yang akhirnya membalas perasaan cintanya. Sebuah pelajaran yang mungkin tampak sederhana, namun terasa bermakna untuk Darren, yaitu untuk tetap berbuat baik, sekali pun pada orang yang pernah menorehkan luka di hatinya. Bahkan yang lebih menyakitkan lagi adalah impian pernikahannya yang bahagia, harus kandas oleh sebuah pengkhianatan.


"Hatiku tidak salah telah memilih Dyra untuk menjadi pendamping hidupku. Hatinya begitu lembut dan suci, dia mampu bersikap baik kepada Ansel dan Irene yang pernah membuatnya jatuh hingga terpuruk, namun dia juga dapat menjadi sosok ibu sambung yang baik untuk Ansel," batin Darren penuh decak kagum.


Dyra kembali bangkit dari posisinya, saat beberapa kali ia memanggil Darren yang bergeming dan tak menyahut sama sekali, karena asik dengan lamunannya.


Dyra melambaikan tangannya tepat di depan wajah suaminya, mengibaskan ke kanan dan kiri. "Hubby... Hubby... Hei!" ucap Dyra dengan nada yang meninggi, untuk mengejutkan Darren agar tersadar dari lamunannya.


Seketika Darren tersadar, ia mengerjapkan matanya berulang kali dan sedikit terkejut karena teriakan istrinya.


"Kamu memanggilku?" tanya Darren, membuat kerutan dalam tercetak di kening Dyra.


"Kamu melamun ya? Ngelamunin apaan sih?" Dyra membalikkan pertanyaan, sembari mencolek hidung mancung suaminya.


"Iya, aku sedang memikirkanmu."


"Kenapa harus memikirkan aku yang berada di dekatmu?" tanya Dyra penuh rasa heran.


"Karena waktuku terasa hampa, bila tidak memikirkanmu, walau hanya sedetik saja."

__ADS_1


Dyra terkekeh geli mendengar ucapan Darren yang seolah melupakan usianya yang kini sudah tak muda lagi.


"Perkataanmu itu seperti anak remaja yang baru puber kemarin sore saja. Ucapan yang sering digunakan untuk merayu pasangannya," ledek Dyra sembari menjulurkan lidahnya sekilas.


Mata Darren membulat karena Dyra menganggap perkataannya hanya bualan belaka, ia merasa tertantang untuk menunjukkan rasa cintanya pada Dyra detik ini juga.


Tanpa menunggu aba-aba, Darren segera mendekap tubuh Dyra dengan begitu erat, matanya menatap dalam kedua bola mata polos milik istrinya yang bening, hingga pandangan keduanya saling bertaut.


"Aku tahu, aku sudah tidak muda lagi, tapi apa usiaku saat ini tidak pantas untuk mengungkapkan rasa cinta melalui kata-kata? Lagipula aku hanya mengatakannya pada kamu seorang, Dryaku." Darren berucap dengan sangat pelan, namun tersirat makna cinta yang begitu dalam.


Sebuah senyuman terbit dan menghiasi wajah cantik Dyra yang bahagia karena merasa sangat dicintai oleh Darren. Saat ini Dyra sangat puas dengan untaian kata yang diucapkan oleh suaminya.


"Senyumanmu yang seperti ini adalah bagian yang paling aku sukai darimu, sangat elegan, lembut dan terasa hangat, bahkan dapat menyentuh kedalaman hatiku."


Wajah Dyra semakin terasa panas karena perkataan Darren yang tak henti-henti memujinya, dengan sengaja Dyra segera memalingkan wajahnya ke arah sembarang. Ia berusaha menyembunyikan semburat merah yang menyelimuti wajahnya saat ini.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Dyra, Darren langsung memberi lum*t*an lembut pada bibir Dyra yang begitu menggoda. Darren mencecapi bibir mungil Dyra yang terasa manis, mulai dari atas lalu ke bawah secara bergantian.


Kedua tangan Darren mulai berbagi tugas, tangan kanannya bertugas untuk menahan kepala Dyra dan tangan kirinya kembali melingkar di tubuh Dyra, merapatkan jarak mereka tanpa batas.


Semua berlangsung dengan perlahan, namun pasti, untuk menuju malam pertama yang sudah sejak tadi siang mereka tunda. Lidah Darren kini menyeruak masuk untuk menjelajah setiap sudut rongga mulut Dyra yang terasa hangat. Lidah Darren seperti menari-nari di dalam mulut istrinya untuk menggoda Dyra agar membalasnya, bahkan ia sengaja membuat lidahnya bertabrakan dengan lidah Dyra dan dengan cepat Darren menarik lidah sang istri menggunakan bibirnya, lalu ia menyesap dan mengul*mnya dengan lembut.


Kini napas keduanya mulai terasa berat, bahkan deru napas Darren semakin memburu seolah tak sabar untuk segera melampiaskan hasratnya.


Tak ingin membuang banyak waktu dengan percuma, Darren segera menggendong tubuh Dyra tanpa melepaskan pagutan mesra bibir mereka yang semakin liar dan terasa panas, Darren berjalan menuju ranjang yang akan menjadi tempat sekaligus saksi. Dyra dan Darren akan saling bergelut mesra untuk menyalurkan rasa cinta mereka satu dengan yang lain.

__ADS_1


Darren kini sudah merebahkan tubuh Dyra di atas ranjang dan mulai melucuti pakaiannya satu persatu, hingga permukaan kulit mereka menyatu tanpa ada perantara yang memisahkannya.


"Aku mencintaimu," ucap Darren menatap dalam wajah Dyra.


"Aku juga mencintaimu, Hubby."


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya?


Terima kasih banyak semua.


Maaf ya tidak bisa terlalu detail.


Takut nantinya gak bisa masuk ranking vote.


Tapi jika kalian sudah menikah, silahkan berangan-angan sendiri, tapi segala efek yang terjadi Author tidak ikut menanggungnya.


Khusus yang jomblo stop berangan-angan!


Happy weekend.


Baca juga karyaku yang ini ya, tanpa sensor adegan 21+ :

__ADS_1



__ADS_2