
Selamat membaca!
Darren keluar dari ruang rawat Bella dengan langkah yang tergesa. Namun, di depan pintu ruangan dia tak melihat adanya Owen yang tadinya berjaga di sana.
"Kemana Owen? Kenapa dia tidak ada?" tanyanya dalam hati sambil melihat ke arah Dyra pergi.
Tanpa membuang waktu, pria itu berlari dengan cepat untuk menyusul Dyra yang saat ini terlihat semakin menjauhinya.
"Dyra, tunggu aku!" panggil Darren yang sempat menoleh. Namun, bukannya berhenti, wanita berparas cantik itu malah semakin mempercepat langkah kakinya.
"Sudah Hubby, kamu kembali saja bersamanya, tak perlu hiraukan aku," ucap Dyra dengan suara yang keras, agar terdengar oleh Darren yang kini semakin mendekatinya.
Bruk!
Dyra langsung terjatuh ke dasar lantai, saat tubuhnya lagi dan lagi harus menabrak seseorang. Darren yang ingin membantu Dyra menjadi sangat terkejut, ketika mendapat penolakan dari istrinya, yang saat ini menampilkan raut penuh amarah pada wajahnya.
"Lepaskan aku, jauhi aku." Dyra terus menampik usaha Darren untuk membantunya. Hingga tiba-tiba sebuah pukulan keras mendarat pada rahang Darren, hingga membuat tubuh pria itu beringsut beberapa langkah ke belakang.
Darren menatap ke arah sosok pria yang saat ini sudah berada di hadapan istrinya. Pria berwajah tampan dengan bulu tipis pada rahangnya itu kini menatap tajam ke arah Darren.
__ADS_1
"Jauhi wanita ini! Jika kau masih mendekatinya, hadapi aku dulu."
Dyra yang masih dibalut oleh amarah, tak menghiraukan apa yang telah menimpa suaminya. Padahal wajah Darren saat ini sudah tampak memar, akibat pukulan keras yang diberikan oleh pria itu.
"Jangan ikut campur, ini urusan pribadi kami." Darren masih belum memberitahu pada pria itu bahwa Dyra adalah istrinya dan sepatutnya masalah yang sedang ia hadapi dengan Dyra tidaklah perlu dicampuri oleh pria yang baginya seperti pahlawan kesiangan. Pahlawan yang membela tanpa tahu apa penyebabnya.
Pria itu berdecih kesal, ia merasa perkataannya tak dihiraukan oleh Darren, yang malah seperti menantangnya.
"Majulah! Biar aku beri kau pelajaran, agar tidak hanya berani dengan wanita saja!"
Darren merasa tertantang dengan ucapan yang terlontar dari mulut pria itu. Terlebih saat pria itu menyentuh lengan Dyra, walau hanya untuk menyuruhnya agar menjauh.
Dyra menatap nanar wajah suaminya yang saat ini dibakar api cemburu, atas perhatian yang diberikan oleh pria bermata biru itu.
Kala itu suasana di lorong rumah sakit memang terkesan sepi dari aktivitas. Maklum saja karena memang Owen memerintahkan pada pihak rumah sakit, untuk memberikan ruang rawat dengan kelas VVIP kepada Bella.
Ruang VVIP di rumah sakit ini memang hanya tersedia beberapa dan hanya di lantai 3 ini.
Pria itu mulai melancarkan serangan pada Darren, yang sama sekali tak membuat Darren gentar menghadapinya. Pukulan yang mengarah pada rahang Darren, dengan mudah dapat dipatahkan oleh Darren menggunakan sebelah tangannya. Tak berhenti sampai di situ, sebuah tendangan berbalik dari pria itu pun dapat ditahan dengan mudah oleh Darren yang menyilangkan kedua tangan di depan tubuhnya.
"Kau hebat juga ya!" ucap pria itu sambil memicingkan senyum liciknya, ia seolah sudah berhasil mengetahui kelemahan Darren dan bersiap dengan serangannya yang lain.
__ADS_1
Darren yang sudah tersulut amarahnya, kini tak bisa berdiam diri menanggapi pertarungan yang memang sangat tak diinginkannya. Pria berwajah tampan itu, kini melepas jas hitam yang dikenakannya lalu membuangnya ke arah samping tubuhnya dan menarik kemeja panjangnya sampai ke lengan.
"Ayo, mari kita teruskan!" ujar Darren dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah pria itu.
Kini gantian Darren maju terlebih dahulu, ia langsung melabuhkan dua pukulan sekaligus ke arah wajah pria itu. Namun, sama halnya dengan Darren, pria itu pun sangat lihai dalam menangkis setiap serangan yang dilancarkan oleh Darren. Kini Darren secara bertubi-tubi melakukan serangan kombinasi selain dengan pukulan, ia juga memberikan sebuah serangan dengan siku tangannya yang disertai gerakan memutar 180 derajat, hingga berhasil mengenai wajah pria itu.
Pria itu beringsut mundur dari posisinya dan terlihat kewalahan dengan semua serangan yang dilancarkan oleh Darren.
"Sudahlah, aku tidak ingin melanjutkannya lagi, karena kau bukanlah tandinganku." Darren mulai melangkah untuk mengambil jas yang tergelatak di dasar lantai.
Walau saat ini Dyra masih menyimpan amarah pada Darren. Namun, di raut wajahnya tampak kecemasan tersirat di sana. Terlebih saat pukulan dari pria yang tak dikenalinya itu, mengenai wajah Darren.
"Apakah di dalam hatimu masih ada rasa cinta untuk Bella? Jika masih ada, pantas saja kau tidak membawaku untuk pergi ke rumah sakit bersamamu," batin Dyra yang saat ini sedang dirasuki oleh rasa cemburu yang memenuhi pikiran dan hatinya.
Dyra terus menatap ke arah Darren yang sedang mengambil jas yang sengaja ia lemparkan ke dasar lantai. Namun, tiba-tiba kedua matanya membulat sempurna saat pria itu melancarkan sebuah tendangan di saat Darren sedang lengah.
"Hubby, awas!" Rasa khawatir terhadap suaminya, membuat lidah Dyra secara spontan memberikan peringatan kepada suaminya.
🌸🌸🌸
Bersambung ✍️
__ADS_1
Berikan komentar kalian ya.
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua.