Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Kepergian Irene


__ADS_3

Selamat membaca!


Keesokan paginya, Ansel yang sejak pagi menunggu kedatangan Irene di kamarnya, terlihat begitu kecewa karena wanita yang ditunggunya tak kunjung datang.


"Kemana Irene? Kenapa jam segini dia belum juga datang ke kamarku? Padahal biasanya dia tidur di kamar ini juga," batin Ansel meratapi rasa kecewanya.


Ansel terus menunggu, hingga tiba-tiba suara pintu terbuka. "Irene, apakah itu kau?" tanya Ansel penuh harap.


"Maaf Tuan, saya Anna bukan Nona Irene." Anna melangkah ke dalam kamar dengan membawa sarapan pagi dengan menu bubur albone kesukaan Ansel.


Ansel benar-benar kecewa. Raut wajahnya kini terlihat sendu, karena wanita yang ditunggunya masih juga belum menampakkan dirinya.


"Anna, bisakah kau memanggil Irene! Aku hanya ingin makan dari tangannya," titah Ansel mengungkapkan harapannya pada Anna. Sebuah harapan yang tak sungkan lagi untuk ia katakan pada asisten rumah tangganya itu.


Anna tak langsung menjawab, namun desakan dari Ansel membuatnya tak mampu lagi menyembunyikan segala yang ia ketahui, bahwa Irene sudah pergi dari rumah sejak pagi buta tadi.


"Maaf Tuan, Nona Irene sudah pergi dari rumah," ungkap Anna dengan ragu.

__ADS_1


Perkataan dari Anna, membuat Ansel tak mampu lagi menutupi kesedihannya. Ia sampai melupakan kondisinya yang masih belum dapat berjalan tanpa bertumpu dengan sesuatu atau menggunakan kursi roda sebagai alat untuk membawanya kemana-mana.


Ansel pun terjatuh, hingga kepalanya terantuk dasar lantai. Anna yang melihat semua itu, menjadi panik dan ia sadar tenaganya tak cukup mampu membantu Ansel untuk kembali ke atas ranjang. Anna berlari keluar kamar dan berteriak meminta pertolongan pada pekerja lain di rumah itu.


"Tolong... Tolong... Tuan Ansel pingsan."


Tak lama dua orang pekerja datang dengan tergesa menghampiri Anna, mereka berdua pun masuk ke dalam kamar dan langsung merengkuh tubuh Ansel untuk memindahkannya kembali ke atas ranjang.


"Bukankah Tuan Ansel sangat membenci Nona Irene, tapi kenapa ketika mendengar kepergian Nona Irene dia terlihat begitu histeris dan sangat terpukul. Apa jangan-jangan Tuan Ansel sudah menyadari, bahwa Nona Irene adalah wanita yang ternyata dicintai olehnya? Ya ampun, jika itu benar, Nona Irene harus tahu semua ini, dia tidak boleh pergi," batin Anna yang sudah mengenal Irene sejak ia datang ke rumah kediaman Darren.


Anna terus menatap dengan piluh, kondisi Ansel yang sedang tak sadarkan diri di atas ranjang.


Di lobi rumah sakit, Darren dan Dyra sudah terlihat berada di sana. Ia merubah rencananya, karena ada sesuatu yang harus diurus dan tak bisa diwakilkan, yaitu mengenai segala persyaratan dari Kimmy.


Ya, wanita itu menghubungi Owen dan mengatakan padanya, bahwa ia ingin menemui Darren secara langsung. Maka itu bila menilik dari pengalaman yang pernah terjadi, ia mengajak Dyra untuk ikut serta bersamanya. Darren tidak ingin nantinya akan timbul kesalahpahaman lagi, yang dapat membuat masalah baru dalam hidupnya.


"Padahal aku tidak perlu ikut Hubby," ucap Dyra menatap wajah suaminya itu yang terlihat sedang menatap ke arah depan.

__ADS_1


Darren menoleh dan langsung mencium punggung tangan Dyra yang saat ini sedang digenggam olehnya.


"Tidak apa-apa sayang, aku tidak mau kamu salah paham lagi."


Dyra terkekeh lucu melihat keseriusan pada wajah Darren yang saat ini menatapnya dengan sorot mata yang tegas.


"Hubby, aku tuh kemarin itu hanya bercanda. Aku tidak mungkin cemburu hanya dengan melihat hal itu. Aku percaya padamu, Hubby, jika kamu tidak akan pernah mengkhianati hubungan kita." Dyra mengusap lengan Darren yang kini sudah menerbitkan sebuah senyum di wajahnya.


"Terima kasih sayang, tapi sebaiknya kamu ikut saja ya. Lagipula dengan kamu tahu apa yang wanita itu katakan, malah lebih bagus kan." Darren menaikkan kedua alisnya sambil terus menatap wajah istrinya itu.


"Jika itu keinginanmu, baiklah, aku tidak bisa menolak lagi." Dyra pun akhirnya menuruti semua yang diperintahkan oleh Darren.


Keduanya melangkah beriringan, menuju sebuah lift yang berada di sudut lobi. Mereka akan menemui Kimmy di lantai 7, yang sudah terlebih dahulu tiba di rumah sakit ini.


🌸🌸🌸


Bersambung ✍️

__ADS_1


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua.


__ADS_2