
Selamat membaca!
Keduanya kini sudah berada di dalam pesawat dan Ansel lebih memilih untuk tidak menceritakan apa yang dilihat dalam bayangannya kepada Irene. Ia tidak ingin, jika istrinya sampai bersedih bila mengetahui bahwa Suga yang merupakan pria istimewa dalam kehidupan masa lalunya, ternyata tiada karena dianiaya.
"Maafkan aku Irene, aku harus menyembunyikan ini darimu. Aku hanya ingin menjaga kebahagiaan kamu tetap ada dan tak ternoda lagi oleh kesedihan," batin Ansel memutuskan sesuatu yang menurutnya terbaik untuk ia lakukan.
Saat wajah tampan Ansel di mata Irene terlihat sedang memikirkan sesuatu, wanita itu pun mencoba untuk menanyakan kepada sang suami, apa yang membuatnya jadi seperti itu. "Sayang, kamu itu kenapa? Benar kamu tadi hanya pusing saja? Atau ada hal lain yang kamu tidak ceritakan?" tanya Irene sambil menggenggam tangan suaminya yang seketika langsung menoleh ke arahnya setelah mendengar ucapannya.
Ansel pun dengan cepat mengusir segala keresahan yang timbul akibat bayangan Suga yang terlintas dalam pikirannya. Kini pria itu tampak tersenyum dengan raut kamuflasenya, agar Irene percaya bahwa ia memang tidak memikirkan apa pun seperti yang dipikirkan oleh sang istri. "Aku tidak apa-apa, sayang. Kamu tidak usah khawatir ya! Aku itu hanya sedikit pusing, mungkin karena tadi aku merasa takut kehilanganmu."
"Maafkan aku ya sayang, harusnya aku tadi izin dulu ya sama kamu." Raut wajah Irene tampak sendu karena merasa kepergiannya ke kamar mandi, ternyata membuat kepanikan untuk suaminya.
__ADS_1
Melihat kesedihan Irene, giliran Ansel yang merasa tak enak hati apalagi dirinya saat ini sedang menutup-nutupi hal yang sebenarnya terjadi kepada istrinya. "Iya sayang kamu tidak salah, aku yang salah karena sudah membohongi Ayah dan akhirnya aku juga jadi merasa kamu pergi deh. Aku hanya takut kehilangan kamu sayang," Ansel mendekatkan dirinya ke arah Irene dan menuntun tangan istrinya untuk berlabuh pada bibirnya.
"Sudah sayang sebaiknya kita tidur saja ya, soalnya 'kan perjalanan masih panjang, sayang."
"Iya sayang, kalau begitu aku tidur dulu ya." Irene pun mulai merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi yang didudukinya dan mulai memejamkan kedua matanya.
Sementara itu Ansel saat ini kembali memikirkan apa yang sempat dilihatnya saat di bandara tadi. Sebuah bayangan yang menggambarkan kondisi Suga saat tengah dianiaya oleh empat orang laki-laki. Namun, Ansel tak dapat melihat dengan jelas wajah keempat orang itu karena bayangan yang tampil dipikirannya terlihat samar dan berkabut.
"Sepertinya setelah tiba di Korea, aku harus meminta bantuan kepada Owen." Ansel pun memutuskan sesuatu yang penting di dalam hatinya.
Pria itu kembali melihat istrinya yang saat ini sudah terpejam. "Irene kalau lagi tidur cantik banget ya." Pria itu pun jadi ingin mengambil foto sang istri saat tertidur di dalam pesawat.
__ADS_1
Setelah mengambil beberapa foto Irene, ia kembali melihat layar ponselnya dan mengamati beberapa foto yang telah diambilnya. "Ya Tuhan, sungguh sangat sempurna ciptaan-MU ini. Aku dulu itu sungguh bodoh karena telah menyakiti Irene. Padahal ketika aku harus rela melepas Dyra untuk Ayah, Tuhan sudah memberikan pengganti yang sepadan untukku. Irene itu adalah anugerah yang tidak boleh aku sia-siakan lagi dan aku harus menebus apa yang pernah aku lakukan dulu, dengan selalu membuatnya bahagia," ucap Ansel sambil terus menatap kagum wajah istrinya yang saat ini sedang terpejam.
Saat Ansel mengamati notifikasi pada layar ponselnya, ia melihat seperti ada sebuah pesan yang belum sempat dibacanya. "Siapa yang mengirim pesan ini?" tanya Ansel semakin penasaran dan langsung membuka pesan tersebut.
Alangkah terkejutnya Ansel saat pesan yang masuk itu ternyata berasal dari sang ibu.
"Amma." Ansel mulai membaca kata demi kata yang tertulis pada pesan itu hingga membuatnya terkesiap tak percaya dengan apa yang telah dibacanya.
"Aku pasti akan menolongmu, Amma! Aku tidak akan biarkan, pria yang bernama Isco itu sampai memecah belah keluargaku." Ansel begitu geram dengan kondisi sang ibu yang saat ini tengah mendekam di dalam sel tahanan, walau ada rasa kecewa terhadap Bella karena telah membohonginya. Namun, Ansel menyadari bahwa mau bagaimanapun Bella tetaplah ibu kandungnya.
...🌺🌺🌺...
__ADS_1
Bersambung✍️