
Selamat membaca!
Setelah selesai menonton, Dyra mengajak Darren untuk bermain di sebuah area permainan yang juga menjadi tempat favorit untuk Darren dulu bersama Bella.
"Kalau ke tempat permainan ini aku jadi ingat Bella, tapi aku benar-benar tidak menyangka ternyata wanita yang dulu aku nikahi adalah wanita yang haus akan harta dan kemewahan," batin Darren terus menatap sekeliling area permainan yang sudah ramai dengan pengunjung.
Lamunan Darren seketika pecah saat Dyra menjentikkan jemarinya di depan pandangan Darren.
"Hubby, kenapa kamu malah bengong? Aku ingin main itu, ayo kita balapan!" ajak Dyra dengan penuh percaya diri, kalau ia bisa mengalahkan Darren dalam permainan yang akan dimainkannya.
"Memang kamu bisa?" tanya Darren meragukan.
"Jadi kamu ingin bukti! Setelah mereka selesai, aku akan buktikan jika aku bisa mengalahkanmu, Hubby."
Darren tersenyum tipis dengan mengangkat sebelah alisnya. "Ya kita buktikan saja, bahkan Ansel pun selalu gagal mengalahkanku."
Dyra hanya tersenyum dingin sambil menatap wajah suaminya yang saat ini seperti meragukan kemampuannya.
Tak lama kemudian, tibalah giliran mereka. Darren dan Dyra pun langsung menempati kursinya masing-masing.
Permainan di mulai dan persaingan di antara keduanya berlangsung ketat. Walau Darren sangat mencintai Dyra, namun itu tak membuatnya mengalah dalam permainan ini. Ia terus memimpin dan meninggalkan Dyra jauh di belakangnya. Hingga tiba-tiba kedua mobil yang mereka mainkan mulai melaju di jalan menikung dan itulah awal mobil yang Dyra kuasai menyalip mobil Darren yang terlihat hilang keseimbangan, karena terlalu dalam menginjak gas mobilnya saat hendak berbelok.
"Hore, aku memimpin. Maafkan aku ya, Hubby," ledek Dyra dengan riang.
__ADS_1
Raut wajah yang diperlihatkan oleh Dyra, membuat Darren begitu bahagia.
"Ya Tuhan, jaga kebahagiaan ini agar tetap utuh selamanya. Jangan biarkan pernikahanku mengalami gangguan apapun," batin Darren penuh harap.
Permainan pun usai dan Dyra berhasil mengungguli Darren.
"Yes, aku menang," ucap Dyra sambil bangkit dari posisi duduknya dan menatap suaminya dengan membanggakan dirinya.
"Iya kamu hebat, aku kalah," jawab Darren dengan mengulas senyum di wajahnya.
Pria itu menampilkan raut wajah penuh kekecewaan, seolah ia benar-benar sudah kalah dalam permainan ini. Walau sebenarnya ia mengalah agar dapat melihat seorang Dyra Anastasya bahagia.
"Melihat senyum dan kebahagiaanmu seperti ini, sungguh sangat menyenangkan untukmu," batin Darren menatap dalam wajah istrinya yang masih merayakan kemenangan.
Selesai dengan satu permainan, kini Dyra beralih ke permainan yang lainnya. Kali ini permainan tembak-tembakan menjadi pilihannya.
Darren kali ini tak ikut bermain, ia hanya menikmati kebahagiaan yang tersirat pada wajah Dyra, ketika mulai bermain dengan penuh senyuman.
"Ayo Hubby, cobalah jangan hanya menonton saja!" tawar Dyra coba merayu suaminya yang hanya menyaksikan dari belakang tubuhnya.
"Tidak usah kamu aja, sayang." Darren masih tersenyum, menyaksikan kebahagiaan Dyra saat ini.
"Oke Hubby, lihat aku ya! Aku bisa menembak tanpa ada satu pun yang meleset. Semua pasti tepat sasaran," ucap Dyra penuh percaya diri.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Darren begitu kagum karena ternyata Dyra bukan asal bicara, tapi ia bisa membuktikan perkataannya. Dyra berhasil menembak 100% tepat sasaran dan tanpa ada satu pun target yang terlewatkan.
"Yes, aku menang lagi. Aku hebat kan, Hubby," ucap Dyra membanggakan dirinya sendiri.
Gestur tubuh Dyra yang menggemaskan, membuat Darren terkekeh lucu dan langsung mendekap tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya.
"Ih, Hubby. Lepas dong! Malu tahu dilihat orang banyak," protes Dyra sambil berusaha melepaskan dirinya dari kedua tangan Darren yang masih mendekapnya dengan erat.
Darren pun menuruti permintaan istrinya. Namun, sebelum melepaskan pelukannya, sebuah kecupan berhasil ia labuhkan pada kening Dyra, yang membuat raut wajah istrinya itu merona merah. Terlebih ketika ada beberapa pasangan yang seperti iri melihat kemesraan mereka.
"Hubby, lihat-lihat dong ini kan tempat ramai! Aku malu, Hubby," protes Dyra dengan menautkan kedua alisnya.
"Iya, iya maaf, makanya kamu itu punya wajah ya tolong dong dikendalikan!"
"Maksudnya apa?" tanya Dyra dengan keningnya yang berkerut dalam.
"Ya kendalikan, jangan terlalu cantik dan jangan menggemaskan seperti tadi," canda Darren yang bermaksud memuji kecantikan istrinya itu.
Kini raut wajah Dyra semakin memerah, karena pujian dari Darren berhasil membuat hatinya menjadi berbunga-bunga.
"Sekali lagi aku sangat bersyukur memiliki suami yang tahu bagaimana cara membuat istrinya menjadi begitu istimewa. Aku mencintaimu, Hubby," batin Dyra dengan kedua mata yang masih menatap dalam wajah suaminya.
🌸🌸🌸
Bersambung ✍️
__ADS_1
Berikan komentar kalian ya.
Apa kalian sudah baper dengan pasangan ini?