
Selamat membaca!
Setelah menyelesaikan sesi pemotretan, seorang pria beranjak keluar dari studio tempatnya bekerja dengan wajah lelahnya. Pria itu adalah Rafa Pradita, seorang fotografer yang namanya cukup populer dalam dunia permodelan. Banyak model dan artis papan atas negeri ini yang menggunakan jasanya, termasuk model cantik yang namanya tengah melambung saat ini, yaitu Aura Salsabila. Model yang baru saja selesai melakukan sesi pemotretan dengannya beberapa menit lalu.
"Pasti Kinar sudah menunggu aku pulang." Rafa membuka pintu mobil dengan remote yang digenggamnya. Namun, saat pria itu hendak bersiap masuk, tiba-tiba Aura datang dan menutup kembali pintu mobil Rafa hingga membuatnya terkejut setengah mati. Beruntung, saat itu di area parkiran tidak ada satu orang pun selain petugas keamanan. Itu pun tidak akan bisa melihat apa yang dilakukan Aura dari posisi mereka berada saat ini.
"Apa kamu tidak bisa mengatakan pada Kinar kalau kamu hari ini lembur karena sibuk dengan editing foto-foto yang tadi." Aura coba merapatkan tubuhnya hingga membuat Rafa menelan salivanya dengan kasar. Ada perasaan ingin menolak. Namun di sisi lain, hasrat dalam dirinya kian bergejolak karena merasakan sentuhan tangan Aura pada bagian celananya semakin bertambah liar.
"Sayang, lepasin! Nanti kalau Pak Ari lihat bagaimana?" Rafa mengatakan itu sambil menoleh ke kiri dan kanan. Ia mulai sadar bahwa saat ini mereka sedang berada di tempat terbuka dan bisa saja ada yang melihat apa yang mereka lakukan.
__ADS_1
"Kamu harus turutin apa yang aku mau dulu! Kalau enggak mau ya tanganku tetap akan ada di sana untuk menggodamu." Aura semakin liar dengan meremas sesuatu yang mulai mengeras dari balik celana Rafa. Membuat pria itu merasa tak sanggup untuk menahan dorongan hasrat yang kian menggebu dalam dirinya. Namun, tiba-tiba bayangan Kinar seketika merasuk dalam pikirannya.
"Sayang, aku sudah janji sama Kinar kalau besok pagi akan menemaninya check up. Jadi, tolong kamu ngerti ya!"
Perkataan yang terlontar dari mulut Rafa seketika merusak mood Aura yang sangat ingin menghabiskan malam panjang bersama Rafa. Wanita itu pun langsung menjaga jaraknya, lalu memutar tubuhnya tanpa mengatakan apa pun sambil mulai melangkah menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh di belakang mobil pria itu.
"Sayang, sayang, kamu jangan marah dong sama aku!" Rafa dengan cepat menghampiri Aura, lalu menggenggam lengan wanita itu hingga langkah Aura pun terhenti.
"Mau sebesar apa kamu membencinya, tapi dia masih tetap istri aku. Kamu harus mengerti dong, Sayang!" Rafa menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya. Namun, Aura menolak dengan menepis tangan Rafa. Membuat pria itu terkejut karena baru kali ini Aura bersikap kasar padanya.
__ADS_1
"Sudahlah, Mas. Kamu pulang saja sana! Aku malas kita selalu berdebat seperti ini karena Kinar! Kalau kamu enggak mau pulang ke apartemen aku malam ini, ya aku mau mampir ke Club di Kemang saja sebelum pulang. Lagi pula aku mulai capek selalu di nomor duakan dari Kinar." Aura kembali melanjutkan langkah kakinya menuju mobil tanpa menghiraukan Rafa yang masih berharap agar wanita itu mau mengerti posisinya yang serba salah saat ini. Di satu sisi, Rafa tidak bisa selalu mengabaikan Kinar. Terlebih saat ini, wanita itu sedang mengandung anak keduanya. Namun di sisi lain, Aura semakin menekan agar Rafa lebih memprioritaskannya daripada Kinar jika pria itu masih ingin melanjutkan hubungan dengannya.
Sejenak Rafa pun terdiam. Merenungi keputusan yang harus diambilnya. Pilihan yang sulit karena pria itu sudah terlanjur mencintai Aura. "Maafkan aku, Kinar. Maaf karena malam ini aku tidak bisa pulang." Rafa kembali melangkah dengan cepat, melewati Aura yang terus berjalan tanpa menoleh ke belakang.
"Stop, stop! Baiklah, aku akan ikut ke apartemen kamu," ucap Rafa yang sudah berdiri di depan langkah Aura.
"Nah, coba kalau dari tadi kamu mau menuruti keinginanku, pasti kita tidak akan ribut seperti ini! Maaf ya jika tadi aku sudah sempat kasar sama kamu," tutur Aura dengan senyum yang mulai mengembang. Membuat raut masam yang sempat terlihat di wajahnya kini seketika berseri dengan binar di kedua mata wanita yang memang memiliki wajah cantik itu.
Lanjut baca di novel, Ketika Kekuranganku Jadi Alasan Suamiku Selingkuh.
__ADS_1