
Mana favorit kalian? Dyra dan Darren or Ansel dan Irene...
Follow Instagram aku ya : ekapradita_87
Selamat membaca!
Dyra dan Darren masih terlihat asyik bercengkrama. Namun tiba-tiba saja Dyra teringat akan sesuatu yang sudah sejak tadi mengganjal di dalam pikirannya.
"Hubby, kenapa kamu memberitahu aku kabar tentang Ansel harus menunggu satu jam lamanya? Itu pun karena aku memaksamu untuk memberitahu." Dyra melipat kedua tangannya di depan dadanya sembari menaikan sebelah alisnya.
"Karena aku tidak ingin membebanimu, tapi Owen akhirnya membuka pikiranku, hingga akhirnya aku pun berani menyampaikannya padamu," ucap Darren sambil menautkan kedua alisnya.
Dyra mengerucutkan bibirnya. "Kalau memang begitu, kamu tidak usah menganggapku sebagai istrimu lagi! Karena kalau kamu memang mengakui aku sebagai istrimu, harusnya apapun masalah yang sedang kamu hadapi, akulah orang yang pertama kali harus kamu beritahu," protes Dyra masih bersedekap dengan mimik wajah yang cemberut.
__ADS_1
Wajah Darren seketika langsung panik melihat expresi Dyra, karena baginya itu adalah sebuah siksaan bila wanita yang dicintainya sampai marah. "Sayang, please jangan ngambek! Aku bimbang karena aku takut kamu jadi terbebani dengan apa yang menimpa Ansel, itulah yang tidak aku inginkan."
Dyra meraih kedua tangan suaminya. Tatapan matanya begitu dalam sampai menembus kedalaman hati Darren, yang seketika terkesima dengan kilau indah dari bola mata Dyra yang tampak teduh. "Apapun masalahmu, seberat apapun, ceritakanlah! Jika kamu menganggap aku istrimu, maka akulah orang pertama yang akan tahu semua hal yang terjadi denganmu. Apa mungkin kamu memiliki teman wanita lain ya? Teman wanita yang menjadi tempatmu untuk menceritakan semua masalahmu." Tiba-tiba terlintas keraguan dalam pikiran Dyra, akan kesetiaan Darren kepadanya. Wanita itu pun tertunduk sambil menghela napasnya dalam, ia paham bila suaminya memang memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam dunia bisnis di Kota Seoul ini. Bahkan dengan wajah yang tampan banyak wanita yang pastinya sangat ingin dekat dengan Darren, apalagi Dyra tidak bisa setiap saat bersamanya atau mengawasi apapun yang Darren lakukan.
Darren menggelengkan kepalanya, lalu ia meraih dagu Dyra dengan jemarinya, agar wajah cantik istrinya kembali terangkat. Keduanya pun saling menatap dalam. Pandangan yang saling bertaut, walau saat ini kedua bola mata Dyra sudah tampak berkaca-kaca menahan piluh.
Sangat wajar karena ada rasa trauma di dalam diri seorang Dyra Anastasya, terlebih ketika terlintas di dalam pikirannya, kenangan kelam di hari pernikahan. Saat pria yang seharusnya berdampingan dengannya di pelaminan, ternyata malah menghilang dan kembali bersama seorang wanita yang telah dihamilinya.
"Hei, sayang. Kamu jangan berpikir seperti itu dong, mana mungkin aku berani macam-macam di belakangmu. Jangankan untuk berbagi cerita pada wanita lain, saat ada wanita yang menjadi klienku saja, aku tidak pernah berani menatap matanya, karena aku hanya ingin melihat mata indahmu seorang."
Dyra menatap dengan penuh selidik.
Darren menahan gelak tawanya rapat-rapat agar tak terbaca oleh Dyra, ia begitu lucu karena melihat sikap Dyra saat ini seperti anak-anak. Namun jauh di lubuk hatinya ia sangat bahagia, karena itu tandanya Dyra mulai merasakan takut akan kehilangan dirinya.
"Aku janji, akan menceritakan semua masalahku pada istriku seorang, tidak akan ada orang lain." Darren mengaitkan kelingkingnya dan keduanya kini saling melempar senyuman di wajahnya. Tampak sekali wajah Dyra yang sedari tadi dilanda rasa takut, kini menjadi berseri dengan binar di kedua bola mata indahnya.
Saat keduanya semakin larut dengan suasana yang romantis, tiba-tiba suara gaduh terdengar dari dalam kamar Ansel.
__ADS_1
Darren seketika menoleh ke arah pintu kamar. Kedua alisnya bertaut dalam, penuh tanda tanya, demikian juga dengan Dyra yang benar-benar cemas memikirkan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam kamar.
"Ansel, kenapa dia?"
"Hubby, ayo kita masuk! Aku takut Ansel melukai Irene."
Keduanya bangkit dan dengan tergesa masuk ke dalam kamar.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya?
Terima kasih banyak sudah mau menunggu. Semoga walaupun aku sakit, aku tetap bisa update untuk kalian semua.
Jaga kesehatan selalu ya.
__ADS_1
Jangan lupa jika kalian bete menunggu, bisa baca karyaku yang lain ya, gak kalah seru lho :