
Selamat membaca!
Di dalam ruang bioskop, Darren dan Dyra duduk di tempat yang memang sudah dipesannya sewaktu masih di rumah.
"Hubby, kenapa harus spring bed begini sih? Memangnya aku mau tidur apa?" protes Dyra saat mengetahui bahwa tempat yang Darren pesan adalah bioskop premier dengan fasilitas spring bed di dalamnya.
Darren tersenyum menanggapi protes yang dilontarkan oleh istrinya itu. "Aku tidak mau kamu sampai kelelahan, karena terlalu lama duduk jadi lebih baik kita menonton filmnya dengan berbaring saja di spring bed ini ya."
Dyra pun hanya menggelengkan kepalanya atas perhatian Darren yang menurutnya terlalu berlebihan. "Next time aku tidak mau nonton sambil tiduran begini, tapi kali ini tidak apa-apa," jawab wanita itu yang saat ini minim senyuman.
Darren dengan sigap mengiyakan permintaan istrinya yang saat ini masih kelihatan cemberut.
"Sudah dong, jangan marah lagi, itu filmnya udah mau mulai. Ayo kita tiduran, takut nanti kita menghalangi penonton lainnya!"
Dyra akhirnya menuruti perintah Darren. Setelah keduanya berbaring di atas spring bed, kini Darren menyelimuti tubuh Dyra dengan selimut yang memang tersedia di sana. Perhatian itu membuat hati Dyra begitu berbunga-bunga, bahkan saat ini senyum yang manis langsung terbit dari kedua sudut bibirnya.
"Aku sangat beruntung memiliki suami yang begitu perhatian dan memperlakukan aku dengan sangat istimewa. Terima kasih Tuhan, atas kehidupan yang telah KAU berikan ini," batin Dyra penuh rasa syukur.
__ADS_1
Film pun dimulai, Dyra berangsur meletakkan kepalanya di atas dada suaminya. Pandangan mereka kini tertuju pada layar besar yang ada di depan mereka.
"Apa kamu bahagia?" tanya Darren berbisik, agar suaranya tak mengganggu penonton lainnya.
"Aku sangat bahagia, Hubby," jawab Dyra sambil memberi kecupan lembut pada pipi suaminya.
"Tetaplah bahagia sayang, karena kebahagiaanmu adalah sebuah anugerah untukku," ucap Darren sambil mengusap pucuk rambut Dyra.
Kebahagiaan semakin membuncah dalam hati Dyra, membuat raut wajahnya begitu berseri.
๐๐๐
"Nyonya Dyra tidak boleh mengetahui tentang hal ini, aku takut itu akan membebani pikirannya," ucap Owen memutuskan sambil terus melangkah melintasi ruang tamu.
Pandangan matanya kini melihat sekeliling rumah, untuk mencari keberadaan Darren yang sebenarnya tidak berada di rumah.
"Di bawah tidak ada, berarti Tuan Darren ada di kamarnya." Owen pun melangkahkan kedua kakinya untuk menaiki anak tangga.
Tiba-tiba suara deheman terdengar keras dan membuat langkah Owen terhenti. Pria tampan itu langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Dori berada tidak jauh di belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Ada apa Dori?" tanya Owen sambil menaikkan kedua alisnya.
"Bisakah aku bicara sebentar denganmu, ini tentang Erin," jawab Dori dengan penuh keyakinan.
Owen pun mulai bimbang dengan langkahnya.
"Tentang Erin? Sebenarnya apa yang ingin Dori katakan ya? Apa sekarang aku bicara dengan Dori lalu setelah itu menemui Tuan Darren ya, aduh bingung banget nih, tapi aku penasaran dengan maksud perkataan Dori," batin Owen yang saat ini begitu bimbang untuk memutuskan.
"Bagaimana Owen? Sebentar saja, setelah itu aku tidak akan membahas apapun lagi tentang Erin padamu!" Dori kembali menjelaskan maksud perkataannya dengan penuh penekanan.
"Ya sudah, ayo kita bicara di ruang tamu," jawab Owen yang mulai menuruni anak tangga kembali.
Kedua pun melangkah beriringan menuju ruang tamu.
๐ธ๐ธ๐ธ
Bersambungโ๏ธ
Berikan komentar, like juga vote kalian ya.
__ADS_1
Terima kasih sahabat semua.