Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Perpisahan


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah selesai dengan makan malamnya. Kini tiba saatnya Ansel dan Irene pergi dari rumah. Perpisahan yang menyedihkan terjadi saat Darren memeluk tubuh Ansel dengan erat.


"Jaga dirimu ya. Ingat, kamu harus dewasa untuk menjadi pemimpin keluargamu," ucap Darren memberi nasihat pada anaknya.


"Baik Ayah. Jaga diri Ayah juga, Ayah harus bahagia bersama Dyra ya."


"Iya Ansel, terima kasih banyak, karena kamu sudah menerima semua ini dengan lapang."


"Sudah seharusnya, Ayah. Aku juga yakin bila Ibu di sana juga bahagia, melihat Ayah sudah kembali bahagia seperti ini."


Darren menepuk-nepuk punggung Ansel lalu melepas pelukannya. "Aku yakin kamu pasti bisa menjadi Ayah dan suami yang baik untuk keluargamu," ucap Darren dengan senyum bangga di wajahnya.


Ansel kini mulai melangkah menuju mobilnya terlebih dahulu, meninggalkan Irene yang masih terlihat memeluk tubuh Dyra.


"Ingat Irene, jika ada apa-apa hubungi aku ya. Kamu jangan sungkan cerita ya."


"Makasih Amma, makasih karena sudah baik kepadaku," jawab Irene yang mulai menitikkan air matanya.

__ADS_1


Irene sangat bahagia, karena walaupun Darren masih tak menganggapnya sebagai menantu, tapi Irene beruntung dengan kebaikan hati Dyra, yang mau memberikan kasih sayang dan perhatian pada Irene.


Irene kini sudah melepas pelukannya, ia terlihat mengusap air mata pada wajahnya, sambil melangkah bergeser ke arah Darren.


"Ayah, aku pamit ya," ucap Irene menatap nanar wajah mertuanya itu, yang masih menatap dingin ke arahnya.


Irene tak berharap banyak bila Darren akan menjawab ucapannya. Ia sangat paham, bahwa Darren sampai saat ini masih sangat membencinya. Irene pun melanjutkan langkahnya, setelah Darren mengabaikannya.


Tiba-tiba tangan Dyra menggenggam erat tangan Darren, hingga membuat pandangan mereka saling bertaut dalam. Di sini Darren tampak mengerti maksud Dyra, ia pun dengan cepat menepikan rasa tidak sukanya terhadap Irene, untuk sementara waktu.


"Irene."


Baru empat langkah Irene menjauh, suara Darren terdengar masuk ke dalam telinganya. Irene seketika menghentikan langkah kakinya, kemudian berbalik dan menatap Darren dengan wajah sendu yang masih tampak jelas di paras cantiknya.


"Kamu juga jaga dirimu ya. Selalu sabar menghadapi Ansel, karena saat ini dia butuh waktu untuk menerima semua yang sedang di hadapinya. Saat ini saya mulai berpikir, bahwa kamu itu adalah gadis baik-baik yang tidak mungkin memanfaatkan kekayaan Ansel untuk kepentinganmu saja."


Irene begitu bahagia mendengar perkataan Darren. Mata sendunya seketika sirna berubah menjadi binar kebahagiaan, yang membuat senyuman terbit dari kedua sudut bibirnya.


"Terima kasih Ayah. Aku janji akan sabar dan menjadi istri yang baik untuk Ansel," jawab Irene dengan berlinang air mata.

__ADS_1


"Tegar dan hapus air matamu! Hiduplah bahagia bersama Ansel. Ingat jika Ansel memperlakukanmu dengan kasar seperti tadi di meja makan, segera hubungi saya."


Irene pun mengangguk dengan penuh keraguan, karena itu sangat tidak mungkin. Irene tidak mau cerita buruk dalam rumah tangganya diketahui orang lain, terlebih mertuanya, ia hanya ingin membagi cerita bahagia, agar tidak membebani pikiran Darren dan Dyra.


Kedua kini sudah mulai masuk ke dalam mobil dan tak lama mobil pun berlalu meninggalkan pelataran rumah.


Darren melingkarkan tangannya mendekap tubuh Dyra yang juga tampak sendu dengan perpisahan yang terjadi di antara ayah dan anak.


"Kamu kuat ya, Hubby. Percayalah Ansel pasti bisa menjadi lebih baik dan mandiri," ucap Dyra mengulas senyum di wajahnya menatap wajah Darren, yang seketika mulai kembali dapat tersenyum.


Akhirnya mereka kini masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang lebih lega dari sebelumnya. Inilah awal dari kehidupan keduanya untuk membangun rumah tangga, jauh dari bayang masa lalu yang selalu menghantui.


🌸🌸🌸


Bersambung✍️


Berikan komentar kalian ya?


Terima kasih banyak atas dukungan kalian ya.

__ADS_1


Happy weekend semua.


Jangan lupa berikan like dan vote di setiap episodenya ya.


__ADS_2