Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Sebuah Harapan


__ADS_3

Selamat membaca!



"Kita sudah tiba Tuan, di pusat kontrol CCTV Birmingham, dari sinilah kita bisa menemukan Nona Irene."


"Semoga secepatnya ya! Karena saya sudah tidak sabar ingin segera meminta maaf atas semua kesalahan yang telah saya lakukan. Pasti Owen sudah menceritakan padamu kan, apa yang membuat Irene sampai pergi meninggalkan saya?"


Lucas menampilkan raut wajahnya yang empati, atas apa yang telah menimpa Ansel. Ia turut merasa sedih dan untuk itulah ia berniat membantu Ansel sampai Irene berhasil ditemukan.


"Saya sudah tahu Tuan. Semoga Tuan bisa segera bersatu kembali dengan Nona Irene."


"Terima kasih Lucas. Sekarang mari kita mulai pencarian kita."


Ansel pun keluar dari mobil, diikuti oleh Lucas yang menyusul setelahnya. Kini keduanya mulai melangkah untuk masuk ke dalam gedung. Gedung yang tak semua orang memiliki akses untuk dapat masuk ke dalamnya, tapi karena Lucas sudah mengenal pimpinan di gedung ini. Ia bisa mendapatkan izin masuk dengan mudah tanpa harus melewati beberapa prosedur yang memberatkan.


Setibanya di ruang pusat kontrol yang terletak di lantai 3. Seorang pria bermata biru dengan wajahnya yang bule datang menghampiri Lucas. Nama pria itu adalah Smith Wright, kepala divisi 1, pimpinan di gedung ini.


"Selamat datang Lucas."

__ADS_1


"Terima kasih Smith, perkenalkan ini Tuan Ansel, pria yang ingin menggunakan fasilitas CCTV ini untuk menemukan istrinya yang seminggu lalu pergi ke Birmingham."


Smith pun tersenyum dengan sangat ramah dan menjabat tangan Ansel yang telah mengarah padanya.


"Terima kasih Mr. Smith, jika tidak keberatan saya akan datang ke sini dalam beberapa hari ini. Ya, paling tidak sampai istri saya berhasil saya temukan."


"Tentu silahkan Tuan Ansel, saya akan sangat senang membantu Anda."


Smith menuntun langkah Ansel dan Lucas menuju sebuah ruangan yang terdapat banyak monitor dengan beberapa petugas di dalamnya.



"Kau mau memulai darimana Tuan? Sisi kiri adalah semua CCTV yang mencangkup bandara dan bagian timur Birmingham, sisi kanan sebelah sana adalah semua CCTV yang mencakup area Park Regis dan kota Birmingham bagian barat."



"Hebat sekali Mr. Smith, saya sangat berterima kasih karena Anda telah mengizinkan untuk mencari istri saya," ucap Ansel penuh rasa syukur.


"Tak perlu berterima kasih Tuan Ansel, sudah tugas saya membantu Anda karena dulu Ayah Anda sudah banyak menolong keluarga saya."

__ADS_1


Ansel terhenyak mendengar perkataan Smith bahwa ternyata ia sudah lebih dulu mengenal Darren.


"Aku bersyukur memiliki Ayah sepertinya karena kebaikan hatinya membuat saya banyak mendapat pertolongan dari orang-orang yang ternyata pernah ditolong olehnya."


"Iya Tuan Ansel, Ayah Anda memang benar-benar sangat baik dan tak pernah sungkan menolong siapapun yang bahkan belum dikenalnya."


Ansel tersenyum dan begitu bangga, karena memiliki Darren sebagai ayahnya.


"Walau kau jauh, tapi ternyata kebaikan hatimu membantuku dalam pencarian Irene di Birmingham ini, Ayah. Maafkan aku yang sampai saat ini belum menceritakan padamu tentang semua masalah yang saat ini kuhadapi," batin Ansel mengingat sosok ayahnya yang saat ini tak mengetahui tentang kepergiannya untuk mencari keberadaan Irene.


Ansel memerintahkan Owen berbohong dan tidak memberitahukan hal yang sebenarnya kepada Darren karena Ansel tak ingin bila Darren maupun Dyra jadi khawatir memikirkannya atau bahkan cemas dengan kondisi Irene yang saat ini pergi entah ke mana.


"Tuan Ansel, jika di sisi barat dan timur Anda belum juga menemukan keberadaan istri Anda. Mungkin beliau berada di sisi selatan atau utara kota ini, kita bisa mencarinya di ruangan sebelah sana." Smith menunjuk ke arah ruangan lain yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.


"Terima kasih atas bantuanmu Mr. Smith. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana saya bisa menemukan istri saya tanpa bantuan Anda juga Lucas."


Akhirnya mereka semua memulai pencarian Irene, bagi Ansel sendiri ini merupakan hal yang begitu ia tunggu, menemukan Irene dan membawanya kembali pulang bersamanya.


"Semoga Tuhan masih memberiku kesempatan untuk bisa bertemu dan meminta maaf padamu Irene," batin Ansel penuh pengharapan.

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


__ADS_2