Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Kebaikan Darren


__ADS_3

Selamat membaca!



Mobil yang dikendarai oleh Benjamin kini tiba di sebuah jembatan besar dan saat itu situasi lalu lintas terlihat sedang renggang, hingga membuat laju mobil dapat bergerak semakin cepat. Namun, tiba-tiba Benjamin merasakan mobil yang dikendarainya sedikit oleng di sisi kirinya, hingga akhirnya pria itu pun memutuskan untuk menepikan kendaraannya dan memeriksanya sejenak.


Setelah berada di luar mobil, Benjamin mendapati ban belakang kiri mobilnya sudah dalam posisi kempes. "Sekarang aku harus mengganti ban mobil ini terlebih dahulu." Benjamin pun kembali ke dalam mobil sebelum memulai untuk mengganti ban yang bocor itu dengan ban cadangan yang memang tersedia di mobilnya.


"Hai, ban mobilku bocor! Ingat jangan macam-macam dan jangan berusaha untuk melarikan diri, jika kamu tidak ingin hidupmu berakhir! Aku bisa menembak seseorang, walau orang itu bergerak sangat cepat sekalipun! Ingat itu!" ancam Benjamin sambil mengambil beberapa peralatan dongkrak yang berada di bawah kursi kemudinya.


Setelah meraih peralatan itu, kini Benjamin kembali melangkah menuju ke belakang mobilnya dan mulai untuk mengganti ban belakangnya yang kempes.


"Panas-panas begini ganti ban mobil, sungguh menguras tenaga sekali nih," gerutu Benjamin yang baru mengalami hal seperti ini di tengah terik matahari yang terasa menusuk permukaan kulitnya.


Sementara itu Isco melihat semua ini sebagai celah yang mungkin tidak akan bisa didapatnya lagi untuk melarikan diri.


"Ini kesempatan aku untuk kabur, jika aku gagal di sini pasti aku tidak akan lolos dan harus mengakui kejahatan yang telah aku lakukan. Aku tidak mau Bella bebas karena bagaimanapun harta itu harus tetap menjadi milikku," batin Isco yang mulai berusaha meloloskan kedua tangannya dari ikatan yang cukup erat di pergelangan tangannya.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Suasana di rumah kediaman Irene, kini sudah kembali terasa nyaman dan tak ada lagi ketegangan yang terjadi setelah Ansel menyampaikan permintaan maafnya kepada kedua orang tua Irene.


"Saya minta maaf ya Tuan Darren karena sempat menampar keras putra Anda," ucap Park dengan penuh penyesalan.


Darren pun menanggapinya dengan penuh senyuman. "Tidak masalah Tuan Park, saya mengerti apa yang Anda rasakan? Mungkin jika saya ada di posisi Anda, saya bisa melakukan yang lebih dari itu." Perkataan Darren seketika membuat kedua mata Ansel melotot sambil menatap wajah sang ayah yang tega sekali mengatakan hal itu di depan banyak orang.


"Benarkah begitu Tuan Darren?" tanya Park kembali yang tak percaya bahwa Darren akan berkata demikian padanya.


Darren pun sampai mendapatkan hadiah sebuah cubitan yang mendarat mulus di paha kirinya, hingga membuat raut wajah Darren seketika meringis kesakitan. "Sayang, sakit banget cubitan kamu," bisik Darren pada telinga Dyra yang terlihat mengulas senyuman di wajahnya. Terlebih saat Kim memperhatikan gelagat keduanya.


"Makanya kamu jangan malah membuat suasana yang sudah tenang menjadi panas lagi, Hubby," jawab Dyra dengan suara berbisik.


"Tidak Tuan, saya hanya bercanda." Darren pun terkekeh lucu dan berusaha kembali membuat suasana yang hampir kembali tegang, mulai surut kembali. Sampai akhirnya, Kim menawarkan pada keluarga Darren untuk makan siang bersama dengan mereka.


"Ya tidak masalah, kami disambut dengan sangat baik saja itu sudah merupakan kebahagiaan untuk kami sekeluarga. Oh ya, saya ke sini juga sekalian mau menawarkan pekerjaan di perusahaan saya untuk Tuan Park, sebagai manager HRD kebetulan manager HRD saya yang lama memutuskan untuk pindah ke perusahaan lain. Apa Tuan Park bersedia?"


Tawaran Darren begitu mengejutkan untuk Park yang sudah tidak dalam usia produktif lagi untuk bekerja. Bahkan pria itu selama ini kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah masa jabatannya berakhir di sebuah perusahaan tempatnya bekerja dulu karena faktor usia.


"Bagaimana Anda bisa tahu Tuan Darren tentang riwayat pekerjaan saya?" tanya Park yang sangat heran dengan apa yang ditawarkan oleh Darren memang sangat dibutuhkannya.

__ADS_1


Darren pun mengulas sebuah senyuman di wajahnya saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut pria berusia 50 tahun itu.


"Maafkan jika saya lancang, tapi sehari sebelum menemui Anda saya sudah menyelidiki latar belakang keluarga Anda dan semua itu saya lakukan agar saat saya datang ke sini, setidaknya saya sudah tahu banyak hal tentang Anda juga keluarga Anda."


"Tapi apa usia saya yang sudah 50 tahun saya masih bisa bekerja di Perusahaan Anda, Tuan Darren?" Pertanyaan Park beralasan karena memang sejauh ini semenjak dirinya diberhentikan dari perusahannya, ia sangat kesulitan mencari pekerjaan dan alasannya karena usianya yang sudah tak muda lagi.


"Usia bukan masalah untuk saya Tuan Park yang terpenting keahlian Anda dan saya sudah pelajari semua data base Anda saat bekerja di perusahaan Anda dulu. Oh ya, Anda juga bisa bekerja seusia keinginan Anda, kapanpun Anda ingin berhenti, Anda tinggal katakan saja kepada saya karena saya tetap akan memberikan gaji untuk Anda, walau hanya 50% dari gaji saat Anda bekerja, tapi saya harap cukup sebagai uang pensiun untuk Anda. Jadi bagaimana, apa Anda menerima tawaran saya?" tanya Darren dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.


Perkataan panjang lebar yang Darren katakan sungguh membuat Kim merasa sangat bahagia karena itu tandanya, suaminya tak lagi harus bekerja menjadi supir truk pengangkut muatan yang jam kerjanya sungguh tidak tentu dan gajinya pun tidak sesuai dengan apa yang dilakukannya.


"Bagaimana Amma?" tanya Park kepada sang istri yang langsung dijawab dengan sebuah anggukan kepala oleh Kim.


"Terima kasih ya Tuan Darren. Kebaikan kalian sungguh sangat berarti untuk kami. Ya, suami saya bersedia bekerja di tempat Anda."


Tak hanya Kim, Irene pun mengatakan hal yang sama seperti yang ibunya katakan. Ia sangat berterima kasih kepada Darren karena sudah benar-benar mau membantu keluarganya dengan memberikan pekerjaan yang jauh lebih baik untuk ayahnya.


"Kalian tidak perlu berterima kasih seperti itu. Kita ini sekarang sudah menjadi keluarga jadi tidak perlu sungkan. Oh ya, saya juga sudah menyiapkan beberapa kebutuhan hidup untuk Anda selama dua bulan ke dapan, mungkin beberapa saat lagi akan segera datang," ungkap Darren yang semakin membuat keluarga Irene menjadi geleng-geleng kepala, seolah tak percaya dengan semua kebaikan yang Darren lakukan.


"Pria ini sungguh baik dan aku sangat bersyukur karena Irene mendapatkan mertua yang bisa menerimanya. Benar apa yang yang sering aku dengar itu, jika musibah dan ujian, tak selamanya berakhir dengan kesedihan karena yang aku lihat, musibah dan ujian yang dialami Irene ternyata berujung dengan kebahagiaan karena Irene kini bukan hanya memiliki suami yang begitu mencintainya tapi juga mertua yang sangat baik," gumam Kim dengan kedua manik matanya yang tampak berkaca-kaca.

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


__ADS_2