
Selamat membaca!
Setelah Owen mendapat perawatan yang intensif dari petugas medis. Kini Darren kembali melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ruang rawat Bella.
"Semoga Owen bisa segera pulih, ini semua karena wanita itu!" kecam Darren dengan rahang yang mengeras.
Pria itu semakin mempercepat langkah kakinya, sampai akhirnya setelah tiba di depan pintu ruangan, ia langsung membukanya dengan kasar. Bella pun langsung menoleh ke arahnya dan menatap penuh bahagia atas kehadiran Darren. Namun, saat pria itu semakin mendekatinya, Bella dibuat bingung karena sosok yang dilihatnya saat ini, menampilkan raut wajah yang penuh amarah.
"Ada apa ya dengan Darren? Aku pikir dia datang karena memang ingin melihat keadaanku," batin Bella penuh tanda tanya.
Darren sudah berdiri di samping ranjang dengan sorot matanya yang begitu tajam.
"Setelah kau sembuh, bersiaplah menerima hukuman atas apa yang telah kau lakukan terhadap Dyra!"
Bella mengernyitkan dahinya dan menatap dengan sorot mata kebingungan maksud perkataan Darren.
"Aku sungguh tidak mengerti, kau datang dan langsung memarahiku! Memang apa salahku? Hukuman apa maksudmu? Memang aku salah apa?" tanya Bella yang penuh selidik, wanita itu tampak bingung dengan sikap Darren yang tiba-tiba memarahinya tanpa sebab.
__ADS_1
"Sudahlah Bella, kau itu tidak usah bersandiwara! Kau menyuruh orang untuk membunuh Dyra dan untungnya Owen berhasil menggagalkan, jika tidak Owen mungkin semua rencanamu berhasil untuk menyingkirkan Dyra dari hidupku! Tapi kau perlu tahu satu hal Bella, aku tidak akan pernah kembali kepadamu, apapun yang terjadi!" ungkap Darren dengan penuh amarah yang memuncak di dalam dirinya.
Bella semakin tak mengerti atas apa yang terlontar dari mulut mantan suaminya itu. Ia pun coba mengurai satu persatu perkataan Darren. Walau saat ini hatinya begitu perih, karena mendengar perkataan Darren yang baginya sangatlah menyakitkan.
"Tunggu dulu! Aku tidak mengerti apa yang katakan Darren! Aku tidak pernah menyuruh siapapun untuk membunuh istrimu itu! Aku memang sempat berpikir demikian, tapi setelah aku menghubungi Ansel dan bicara dengannya, aku jadi mengerti bahwa kesempatanku untuk kembali denganmu, itu sangatlah mustahil. Ansel mengatakan padaku, jika aku tidak boleh jahat kepada istrimu, karena Dyra adalah wanita yang baik yang mampu menyembuhkan luka atas kehilanganmu dulu, saat aku pergi."
Darren tersentak dengan perkataan yang Bella katakan padanya. Ia memang belum sempat bicara dengan Ansel, terlebih saat ini ia tahu, kalau Ansel sedang pergi mencari Irene ke Birmingham.
"Apa aku bisa mempercayainya, setelah dia bisa membohongiku dengan kematian palsunya? Tidak Darren kau tidak boleh bodoh!" batin Darren memutuskan dan membuang rasa percayanya yang sempat hadir di dalam pikirannya.
"Tapi aku memang tidak tahu menahu atas apa yang telah kau katakan itu Darren! Sumpah demi Tuhan, aku tidak menyuruh siapapun untuk membunuh Dyra!" Bella terus berusaha membuat Darren percaya. Namun, usahanya harus gagal, karena Darren saat ini benar-benar membenci sosok wanita yang dulu pernah menjadi bagian dari hidupnya.
"Diam Bella! Kau tidak perlu susah payah menjelaskan kepadaku, karena itu akan percuma! Kepercayaanku untukmu sudah habis, sejak aku tahu jika ternyata kau masih hidup dan sengaja bertukar dengan kembaranmu untuk memalsukan kematianmu!"
Derai air mata mulai menetes dari kedua sudut mata Bella. Ia begitu menyesal dengan apa yang telah dilakukannya di masa lalu, meninggalkan Darren demi Isco cinta pertamanya adalah sebuah kesalahan yang seharusnya tidak pernah dilakukannya. Terlebih saat ini Isco telah mengkhianati pernikahan mereka.
"Maafkan aku Darren, aku sangat menyesal. Tolong maafkan aku dan percayalah aku tidak pernah melakukan apa yang telah kau tuduhkan padaku! Percayalah Darren!" ucap Bella dengan lelehan air mata yang semakin deras membasahi kedua pipinya.
__ADS_1
Bella semakin terisak dan mencoba menggapai tangan Darren yang malah menjauh darinya. "Aku mohon Darren, percayalah padaku!"
Darren menautkan kedua alisnya dengan rahang yang masih mengeras, pria yang sedang dibalut amarah itu terus menatap dengan penuh kebencian. "Air matamu tidak akan menggoyahkan niatku untuk menjebloskanmu ke dalam penjara atas semua kesalahanmu! Selain melaporkanmu atas percobaan pembunuhan Dyra, aku juga akan melaporkan kematian palsumu yang mentah-mentah telah berhasil menipuku!" Darren langsung pergi meninggalkan Bella, yang terus merintih memanggil nama Darren.
"Aku mohon Darren, percayalah padaku! Aku tidak melakukan semua itu!" Bella terus menangis dan semakin terisak. Rasa sakit di dalam hatinya begitu perih, karena saat ini mantan suaminya tak lagi mempercayainya.
Darren terus melangkah dan tak menghiraukan tangisan Bella. Ia membuka pintu dan menutup pintu dengan keras, hingga membuat Bella semakin terisak dalam kepedihannya.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa orang itu menggunakan namaku untuk mengelabui Darren, seolah-olah akulah pelakunya?" tanya Bella sambil mengusap air mata dengan jemarinya.
🌸🌸🌸
Bersambung✍️
Berikan komentar kalian ya.
Terima kasih banyak.
__ADS_1