Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Kejujuran Ansel


__ADS_3

Selamat membaca!


Suasana haru yang sedang terjalin antara ibu dan anak itu, seketika buyar saat kedua mata Irene tak melihat keberadaan Ansel di sekitarnya. Ia pun menanyakan hal ini kepada Darren juga Dyra.


"Ayah, Amma, dimana Ansel?" tanya wanita itu masih mencari dengan melihat ke berbagai arah.


"Iya ya, coba deh Ayah lihat di mobil, mungkin dia kembali ke mobil untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan. Coba Ayah lihat dulu. Sayang, kamu masuk saja ya ke dalam duluan!"


Dyra menatap Darren dengan penuh senyuman, walau ia tampak heran karena tak biasanya Ansel ketinggalan ponselnya. Ya, Dyra memang sudah mengenal baik sifat Ansel yang notabenya adalah mantan kekasihnya dulu.


"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan Ansel, tapi apa?" gumam Dyra menerka-nerka.


Dyra pun diajak masuk oleh Irene dan Kim, hingga wanita itu pun ikut mulai melangkah bersama Cassandra yang terus berada didekatnya.


"Nona, ini anakmu, lucu sekali?" tanya Kim menyapa Dyra dengan ramah.


"Cassandra, yuk perkenalkan diri sama Ajumma!" titah Dyra dengan manis.


"Iya Mommy, kenalkan aku Cassandra, Ajumma. Salam kenal ya." Dengan menggemaskan Cassandra memperkenalkan dirinya, hingga membuat Kim semakin dibuat kagum dengan anak kecil itu.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu itu udah lucu, pintar lagi ya. Pasti Mommy-mu bangga sekali ya."


"Iya saya bersyukur sekali karena dipertemukan dengan Cassandra," ungkap Dyra dengan penuh senyuman.


Setibanya di ruang tamu, kini Dyra sudah duduk di sebuah sofa bersama Cassandra, begitu juga dengan Kim dan Irene. Sementara Joo Won sudah tak terlihat berada di sana, pria itu malah memilih untuk pergi saat mengetahui kedatangan Irene di rumah orang tuanya. Ya, Joo Won langsung masuk kembali ke rumah dan meraih kunci mobilnya. Setelah menggenggam kunci mobil pada tangannya, pria itu dengan cepat keluar melewati pintu yang terhubung dengan garasi rumah untuk menuju mobilnya. Ada sesuatu yang disembunyikan dan ketika melihat Irene, perasaan takut ditambah rasa bersalah kembali timbul memenuhi isi kepalanya.


"Amma, Joo Won kemana? Terus apa Appa ada di rumah?" tanya Irene karena tak mendapati keduanya di dalam rumah.


"Appa-mu sedang ada pekerjaan, tapi sebentar lagi juga pulang kok. Joo Won sepertinya pulang deh."


"Kok pulang, apa dia enggak mau ketemu aku? Apa dia masih marah kepadaku?" tanya Irene dengan rautnya yang kembali sendu.


Melihat hal itu, Dyra tak bisa diam saja dan coba menerangkan kepada Kim, bahwa sebenarnya Irene sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. "Maafkan saya karena memotong pembicaraan kalian. Sebenarnya Irene tidak bersalah dalam hal ini. Kehamilannya di luar nikah itu karena korban pemerkosaan dan bukan karena salah bergaul," ungkap Dyra yang membuat Kim langsung tersenyum menatap putrinya yang kala itu masih ragu, apa ibunya akan percaya dengan perkataan Dyra atau tidak.


"Iya saya dari dulu percaya dengan Irene. Hanya saja, Appa dan Kakaknya mengira Irene hamil karena pergaulan bebas. Saat itu kebetulan Irene juga sedang bekerja di sebuah bar, jadi itu yang membuat mereka mengaitkannya dengan kehamilan Irene," ungkap wanita paruh baya itu dengan penuh kesedihan.


Dyra semakin iba kepada Irene, setelah mendengar penuturan dari Kim yang penuh kesedihan. "Tapi sudahlah, itu masa lalu. Sekarang Irene sudah bahagia bersama Ansel dan sudah sepatutnya kita sebagai orang tuanya juga turut bahagia, bukan begitu Ajumma?" tanya Dyra kepada Kim yang langsung disambut dengan sebuah senyuman yang mengembang dari kedua sudut bibir Kim.


"Betul sekali Nona, saya sangat menunggu hari ini. Hari dimana Putri saya kembali dan saya bisa memeluknya lagi." Kim yang tak kuasa menahan kesedihannya, kembali memeluk tubuh Irene dengan erat. Wanita itu seolah menyayangkan waktu yang sudah terbuang cukup lama karena berjauhan dengan putri yang sangat dicintainya karena keegoisan dari suami juga anak laki-lakinya.

__ADS_1


Sementara itu di luar rumah, Ansel yang telah menceritakan apa yang dilihatnya kepada Darren, masih menatap kepergian mobil Joo Won yang meninggalkan halaman rumah dengan begitu tergesa-gesa.


"Kenapa pria itu malah pergi saat Irene datang?" tanya Ansel dengan penuh tanda tanya.


Saat Ansel dipenuhi berbagai pertanyaan dalam pikirannya, Darren tiba-tiba teringat akan seorang wanita yang merupakan kakak dari pendonor mata Ansel. Wanita yang sempat dekat dengan Owen yang bernama Felicia.


"Kita harus menemui Felicia agar masalah ini bisa jelas. Mau bagaimanapun kita harus membalas kebaikan mereka dengan mengusut kasus ini, karena keadilan itu harus ditegakkan Ansel dan saat ini Suga pasti tidak tenang di sana, makanya kamu masih sering melihat bayangan-bayangan masa lalunya. Percayalah itu pasti sebuah isyarat, agar kamu menyelidikinya." Darren benar-benar yakin saat mengatakan semua itu. Ia juga berjanji kepada Ansel akan membantu putranya itu untuk menemukan jawaban dari segala misteri yang telah dilihatnya.


"Terima kasih ya,.Ayah. Lagi dan lagi aku merepotkanmu." Ansel merasa tak enak karena selalu menambah masalah dalam hidup Darren.


"Tidak apa-apa Ansel, kamu itu Putraku. Jadi sudah kewajibanku membantumu, selama aku masih hidup. Sekarang lupakan dulu semua itu, kita masuk dan kamu harus minta maaf kepada orang tua Irene atas semua yang kamu lakukan dulu."


Ansel tersenyum dan setuju dengan perkataan Darren karena memang itulah tujuannya datang ke tempat ini, yaitu untuk mengembalikan kebahagiaan Irene dengan keluarganya yang telah terpisahkan karena pemerkosaan yang telah dilakukannya.


"Baiklah, Ayah. Ayo kita masuk!" Ansel pun mulai melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke dalam rumah kediaman Irene diikuti Darren yang mengekor di belakangnya.


"Kamu tenang saja Irene, semua pasti akan kembali seperti semula dan kamu bisa berkumpul lagi dengan kedua orang tuamu," batin Ansel penuh keyakinan.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2