Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Memperbaiki Semua


__ADS_3

Selamat membaca!


Sinar matahari yang membias kaca jendela, berusaha menyentuh kelopak mata Irene saat terpejam, hingga membuat sang pemilik mata mulai terganggu akan silau cahayanya. Irene pun mengerjapkan kedua matanya dan melihat waktu pada jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.


"Ansel kemana ya? Kok udah enggak ada?" tanya Irene melihat sang suami sudah tak berada di sampingnya lagi.


Irene pun mulai bangkit dari posisi tidurnya dan sejenak duduk di tepi ranjang sebelum dirinya menuju bathroom untuk membasuh wajah lelapnya. Namum baru saja dirinya hendak melangkah, pintu kamarnya terbuka dan sosok yang dicarinya terlihat datang dengan raut wajahnya yang berseri.


"Sayang kamu sudah bangun? Ayo lekas mandi, kita sarapan di bawah!" Ansel kini sudah berada di hadapan Irene yang memindai penampilannya karena sudah terlihat rapi.


"Kamu kok sudah rapi, mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Irene dengan keningnya yang mengerut.


Ansel melingkarkan tangannya pada bagian perut istrinya dan merapatkan jaraknya, hingga membuat wajah keduanya menjadi sangat dekat. "Aku mau ke rumah orang tuamu, apa kamu lupa sayang?" Ansel balik tanya dengan senyuman di wajah tampannya.

__ADS_1


"Bukankah kamu ada urusan ke kantor polisi untuk mengurus Amma Bella." Irene mengingat apa yang Ansel bicarakan sewaktu kemarin padanya.


"Iya sayang, tapi kata Ayah, ke rumah itu jauh lebih penting dan aku tidak boleh menundanya lagi. Ayah ingin kamu bahagia sepenuhnya dan merasa kembali memiliki keluarga yang utuh." Ansel coba menceritakan apa yang telah ayahnya katakan kepada Irene.


"Tapi Amma Bella kasihan Ansel." Raut wajah wanita itu tampak sendu karena merasa iba dengan Bella.


"Kamu tenang saja sayang. Setelah dari rumah kamu, kita ke kantor polisi untuk jenguk Amma. Kamu tenang saja, aku dan Ayah sudah meminta kepada Benjamin untuk mencari tahu apakah Amma bersalah atau tidak? Jadi aku hanya tinggal menunggu saja kabar darinya."


Irene kini sudah dapat bernapas dengan lega, wanita itu pun memberi kecupan lembut pada sebelah pipi suaminya yang membuat Ansel tampak bertanya-tanya. "Apa ini sayang?" tanya Ansel yang sudah melepas tangannya dari tubuh sang istri.


"Aku pasti akan berusaha seumur hidupku untuk menjadi suami terbaik untukmu sayang," ucap Ansel agak mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Irene yang nyaris masuk ke dalam bathroom.


^^^🌺🌺🌺^^^

__ADS_1


1 jam kemudian setelah semuanya sudah siap, Ansel dan Irene terlihat berada di mobil yang berbeda dengan yang dinaiki oleh Darren, Dyra, juga Cassandra.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Ansel melihat istrinya yang saat ini penuh keraguan.


"Aku takut saja. Takut jika niat kita datang ke sana, tidak disambut baik oleh mereka. Aku takut mereka akan mengusir kita." Jawaban Irene terdengar lirih, hingga membuat Ansel menjadi sedih.


"Maafkan aku ya, semua ini karena kesalahanku. Andai aku tak melakukan semua itu." Ansel benar-benar menyesali apa yang pernah dilakukannya di masa lalu. Saat ini apa yang ingin ia lakukan adalah memperbaiki sebuah ikatan yang telah rusak karena perbuatannya.


"Aku sudah memaafkanmu jauh dari waktu sebelum kita menikah sayang." Irene meraih tangan suaminya dan mulai menggenggamnya dengan erat.


Ansel hanya menatap paras cantik sang istri yang terlihat mulai tersenyum kepadanya. Saat ini harapan dalam hatinya begitu besar agar semua ikatan yang lama terpisah antara Irene dan keluarganya bisa kembali baik setelah kedatangannya.


"Semoga saja setelah aku menemui dan meminta maaf kepada mereka, semua bisa kembali baik. Aku mohon Tuhan, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua dosa-dosa yang telah aku lakukan kepada istriku ini," batin Ansel dengan penuh kesungguhan.

__ADS_1


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


__ADS_2