Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Kejutan Indah


__ADS_3

Selamat membaca!


Keesokan harinya setelah meninggalkan Ansel dengan tidur terlebih dahulu, kini Irene terlihat mulai mengerjapkan kedua matanya dengan perlahan untuk terjaga dari lelapnya semalam.


"Kemana Ansel ya?" tanya Irene yang tak mendapati keberadaan suaminya di atas ranjang.


Irene pun langsung bangkit dan mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan kamar.


"Ternyata Ansel sudah tidak ada di kamar, apa dia marah ya karena semalam aku cuek padanya dan tidur lebih dulu?" tanya Irene yang merasa bersalah karena kecemburuannya terhadap Ansel membuatnya jadi mengabaikan keberadaan suaminya.


Setelah tak menemukan sosok suaminya di dalam kamar, Irene pun beranjak dari posisi tidurnya untuk menuju bathroom sebelum dirinya keluar dari kamar.


"Lagipula kenapa aku harus cemburu dengan Amma Dyra? Dia itu 'kan sudah jadi mertuaku, tidak seharusnya aku marah semalam itu. Apa itu karena aku lagi hamil ya, aku jadi lebih sensitif dan mudah sekali menangis?" tanya Irene sambil memutar kran pada wastafel dan menengadahkan kedua tangannya di bawah pancuran kran untuk membasuh wajahnya.


Selesai dengan aktivitasnya di dalam bathroom, kini Irene langsung keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan Ansel. "Aku harus minta maaf. Pasti saat ini Ansel marah sama aku." Irene mulai mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling ruangan yang dilewatinya. Namun jangankan Ansel, Dyra dan Darren pun tak ada di rumah saat ini.


"Pada kemana semuanya ya, kenapa tidak ada orang satu pun?" tanya Irene yang mulai merasa aneh karena tidak biasanya di jam segini keadaan rumah tampak sepi seperti tak berpenghuni.


Irene terus meneliti setiap ruangan, mulai dari ruang tamu, ruang keluarga dan juga ruang makan. Namun, lagi dan lagi tak ada satu orang pun yang ada di dalam rumah.


"Aku harus mencari kemana lagi ya? Oh ya, coba aku hubungi Ansel saja." Irene kembali melangkahkan kedua kakinya untuk menuju ke dalam kamarnya, ia bermaksud mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi suaminya dan menanyakan keberadaannya saat ini.


Setelah tiba di dalam kamar, Irene dengan cepat meraih ponsel miliknya dan mulai menghubungi Ansel. Satu sampai dua menit, panggilan itu tak dijawab oleh Ansel dan menambah rasa penasaran di benak Irene saat ini.


"Ya Tuhan, Ansel ke mana sih? Kenapa enggak dijawab sih panggilan teleponnya?" tanya Irene berpikir dengan keras.

__ADS_1


Saat Irene semakin kebingungan, tiba-tiba sebuah pesan terdengar masuk ke dalam ponselnya. Tanpa membuang waktu, wanita itu langsung melihat layar pada ponsel miliknya dan seketika kedua alisnya terlihat saling bertaut penuh tanda tanya.


"Ansel." Irene dengan cepat membuka pesan itu dan mulai membaca.


"Aku di taman belakang rumah," ucap Irene membaca pesan yang masuk dari suaminya.


Irene pun semakin penasaran dengan pesan yang dikirim oleh Ansel, hingga ia pun memutuskan untuk mulai melangkah keluar dari kamar, tanpa membalas pesan itu.


Setibanya di pintu belakang menuju taman, Irene semakin mempercepat langkah kakinya dan seketika dirinya dibuat terkesiap dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Apaan ini?" tanya Irene melihat sekeliling taman yang sudah dipenuhi dengan dekorasi pesta dan tampak suami beserta orang-orang yang disayanginya terlihat hadir di taman.


Taman yang telah disulap oleh Ansel, hingga membuatnya kelihatan indah saat dipandang.



Ansel melangkah maju untuk mendekat ke arah Irene yang masih termangu memandangi setiap dekorasi yang ada di sekitarnya.


"Sayang, selamat ulang tahun ya. Semoga kamu suka dengan kejutan di pagi ini." Ansel benar-benar mengusahakan yang terbaik untuk dapat memberikan kebahagiaan kepada sang istri yang saat ini tengah berulang tahun.


Tanpa menjawabnya, Irene langsung menghamburkan kebahagiaan dalam pelukan suaminya. "Terima kasih sayang. Maafkan aku karena telah cemburu semalam sama kamu. Maafkan aku ya sayang." Irene terus mendekap tubuh Ansel dengan erat, hingga membuat pria itu tersenyum bahagia karena saat ini apa yang direncanakannya berhasil membuat sang istri bahagia.


"Kamu enggak salah sayang, aku yang salah karena sengaja membuatmu marah. Aku melakukan itu untuk membuat kejutan ini. Apa kamu suka dengan semua kejutan ini?" Ansel mengurai pelukannya dan mempersembahkan keindahan taman ini kepada istrinya yang sedang berulang tahun.


__ADS_1


"Dekorasi dan semua makanan di sini sungguh favorit aku Ansel, darimana kamu tahu semua ini?" tanya Irene yang mulai mengedarkan pandangan matanya melihat sekeliling taman.



"Aku tahu dari Suga lewat bayangan yang sering hadir dalam pikiranku hingga menuntunku untuk dapat mengetahui semua makanan dan minuman kesukaanmu." Ansel menjawabnya dengan senyum bahagia yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.



"Terima kasih ya sayang, aku benar-benar bahagia." Tanpa disadari, bulir kebahagiaan mulai menetes dari kedua sudut mata Irene dan membuat Ansel seketika menangkup kedua sisi wajah istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ansel menatap wajah cantik istrinya yang saat ini mulai basah oleh air mata.


"Enggak apa-apa sayang. Ini air mata kebahagiaan. Aku saat ini benar-benar bahagia dan merasa menjadi wanita yang begitu beruntung karena dicintai oleh kamu." Irene mengatakan semua itu sambil menatap kedua mata suaminya dengan dalam.


"Sekarang ayo, semua sudah menunggu kamu!" titah Ansel sambil menggenggam tangan istrinya dan mulai menuntun langkahnya untuk menuju sebuah meja yang berada di depan sana.



Keduanya pun melangkah dengan membawa rasa bahagia yang saat ini telah membuncah dalam hati mereka. Kebahagiaan yang mereka harapkan selalu abadi sampai maut memisahkan.


"Tuhan, aku ingin selalu bersama suamiku dan melewati seluruh kehidupan ini bersamanya. Jagalah pernikahanku selama-lamanya," batin Irene dengan penuh kesungguhan.


...🌺🌺🌺...


Bersambung ✍️

__ADS_1


Baca juga, One Night Stand With Boss



__ADS_2