Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Rindu Yang Tertahan


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah menempuh perjalanan selama satu jam lamanya akhirnya kedua mobil yang di tumpangi oleh keluarga Darren pun tiba di pelataran sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi terlihat asri dengan pepohonan di taman rumahnya.



"Jadi ini rumahmu sayang?" tanya Ansel kepada istrinya yang kelihatan ragu untuk keluar dari mobil.


"Iya sayang, aku rindu sekali dengan rumah ini. Terakhir kali sewaktu aku diusir, pepohonan di sana tidak serindang itu." Irene masih terus mengamati keadaan sekitar dan kedua matanya terhenti di sebuah mobil yang berada di garasi rumahnya.


"Sepertinya Kakak sedang datang ke sini," batin Irene yang mulai keluar dari mobil mengikuti Ansel.


Setelah berada di luar mobil kini Ansel dan Irene langsung menyusul keberadaan Darren, Dyra, juga Cassandra yang saat ini tengah berada di depan pintu dan sedang menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu rumahnya yang telah diketuk.


Tak berapa lama kemudian, seorang wanita yang tak lain adalah ibu dari Irene terlihat membukakan pintu rumahnya dan kedua matanya membeliak saat melihat Irene berada di salah satu dari orang yang dilihatnya. Wanita itu tak menyangka, bahwa putri yang selalu ditunggu kedatangannya akhirnya kembali pulang ke rumah.

__ADS_1


"Irene." Wanita yang bernama Kim Hyun itu melintasi Darren dan juga Dyra yang berdiri di depan Irene untuk menghampiri putri yang sangat dirindukannya.


Kini Irene dan ibunya sudah berdiri saling berhadapan dengan sorot mata yang saling bertaut. "Amma," lirih Irene memanggil nama sang ibu dengan bibir yang bergetar.


"Segitunya kamu marah setelah Kakak kamu mengusir kamu dan sampai saat itu kamu enggak pernah kembali pulang, bahkan nomor ponselmu juga kamu ganti. Apa kamu tidak tahu kalau Amma itu sangat merindukanmu?" Bulir kesedihan tampak menganak di pelupuk mata kedua wanita yang saat ini tengah menahan rasa rindu dalam hatinya. Rindu karena tak bisa saling memeluk dan menyapa.


Mata yang saling bertaut dalam, menuntun gerak tubuh keduanya untuk saling mendekap, hingga luapan rindu terobati lewat sebuah pelukan hangat yang memang selalu mereka nantikan. Momen dimana seorang anak kembali dalam dekapan ibu yang telah melahirkannya.


"Maafkan aku Amma, aku pikir kalian itu sangat membenci aku atas kesalahan memalukan yang aku lakukan. Kesalahan yang hanya mencoreng nama baik keluarga. Benar kata Kakak, aku hanya seorang anak yang tak berguna," ungkap Irene dengan air mata yang sudah tak tertahan lagi.


"Irene, sejatinya tak ada amarah dalam ikatan darah yang bisa kekal karena sesungguhnya ikatan itu teramat kuat untuk dapat dihempaskan oleh sebuah kesalahan. Amma sudah memaafkan kamu, jauh sebelum datang hari ini dan Amma juga selalu menunggu kepulanganmu setiap hari." Wanita paruh baya dengan keriput yang sudah terlihat di lipatan matanya itu, kini kembali mendekap tubuh putrinya dengan erat.


Momen yang tercipta pagi itu, membuat Daren dan Dyra merasakan haru yang bahkan membuat kedua mata Dyra tampak basah oleh bulir kesedihan.


"Kasihan Irene, selama ini harus menanggung semua ini. Padahal kesalahan itu seutuhnya ada di Ansel karena Irene hanyalah korban pemerkosaan," batin Dyra masih menatap haru momen yang terjadi di depan matanya.

__ADS_1


Sementara Ansel, benar-benar hanyut dalam rasa bersalahnya yang mendalam karena mau bagaimanapun apa yang terjadi pada Irene adalah karena dirinya.


"Maafkan aku Irene karena kesalahanku, kamu jadi menderita seperti ini. Aku bodoh dan tak berpikir panjang sebelum melakukan semua itu. Oh Tuhan, maafkanlah aku. Aku janji akan terus mencoba untuk memperbaiki semua, akibat kesalahan yang aku perbuat kepada Irene," batin Ansel yang benar-benar tak kuat menahan rasa bersalahnya, hingga membuatnya ikut menitikkan air mata. Namun, dengan cepat pria itu mengusapnya agar tak terlihat oleh siapapun yang berada di dekatnya.


Tiba-tiba seorang laki-laki berwajah tampan dan sangat mirip dengan Irene keluar dari rumah. "Amma, siapa yang datang?" tanya pria itu yang bernama Jo Woon, kakak laki-laki dari Irene.


Jo Woon begitu terhenyak saat sang adik kini telah berada di depan rumah orang tuanya. Tak ada gurat penyesalan di wajah pria itu setelah mengusir Irene pergi dari rumah karena telah hamil sebelum menikah. Saat itu tak ada satu orang pun yang percaya bahwa hamilnya Irene karena diperkosa oleh seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Ansel.


Namun, hal yang aneh terjadi di saat kedua mata Ansel menatap wajah Jo Woon. Ia seketika kembali melihat bayangan di kedua matanya yang menggambarkan kejadian penganiayaan di tepi danau itu. Sadar karena tak ingin mengganggu momen yang tengah terjadi antara Irene dan ibunya, Ansel pun memutuskan untuk kembali ke mobil dan berharap tak ada yang melihat gerak tubuhnya saat hampir terjatuh tadi.


"Bayangan itu akhirnya jelas terlihat dan dari keempat orang yang berada di dalam bayangan yang aku lihat, ternyata sosok pria tadi itu berada di sana. Jadi pria yang aku lihat barusan adalah salah satu pelaku dari penganiayaan Suga, tapi apa alasannya pria itu melakukannya?" batin Ansel yang sedang bersandar di balik mobil dan posisinya saat ini tak dapat dilihat dari arah tempat di mana Irene berada.


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️

__ADS_1


__ADS_2