
Selamat membaca!
Di dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ansel terlihat hanya termangu, pikirannya masih dipenuhi rasa penyesalan yang teramat dalam atas kepergian Irene.
"Padahal sebentar lagi aku sudah bisa melihat dan orang yang pertama ingin aku lihat adalah Irene, tapi sekarang dia sudah pergi entah kemana. Apa tidak ada kesempatan untukku Irene? Kenapa kamu pergi? Apa aku sejahat itu sampai kamu tidak kuat berada terus di sampingku?" batin Ansel terus merutuki dirinya berkali-kali.
Tak terasa kelopak mata Ansel mulai digenangi oleh bulir kesedihannya yang menganak di sana. Piluh dan sesak, berbaur di dalam hatinya. Ansel saat ini begitu rapuh tanpa Irene di sampingnya, ia baru merasakan betapa tak sempurna kehidupan yang dijalaninya saat ini.
"Aku merindukanmu Irene, aku ingin kamu tahu bahwa aku sekarang sudah berbeda. Aku mencintaimu, aku minta maaf, maaf karena telah menyia-nyiakanmu," batin Ansel dengan linangan air mata yang meleleh membasahi kedua pipinya.
Owen yang saat ini tengah mengendarai mobil, semakin tak tega saat suara tarikan napas Ansel terdengar sesak.
"Kasihan Tuan Ansel, saya tahu betul perasaannya saat ini, tapi semoga saja anak buahku dapat menemukan Nona Irene kembali," gumam Owen dengan raut wajah empati terhadap apa yang Ansel alami saat ini.
๐๐๐
Di lobi bandara yang ramai dengan lalu lalang pengunjung, Irene terlihat berada di sana. Wanita itu sudah memutuskan untuk pergi jauh dari Korea, meninggalkan tempat tinggalnya dan semua kenangan menyakitkan bersama Ansel.
__ADS_1
Beruntung tadi pagi di saat Irene pergi dari rumah, ia berpapasan dengan sebuah mobil yang ternyata adalah dokter yang sudah dua kali menanganinya, pertama sewaktu Irene hampir mengalami keguguran dan yang kedua saat Ansel menghubunginya untuk datang ke rumah.
"Kamu yakin Irene akan pergi?" tanya seorang pria kepada Irene.
"Iya dok, tidak ada gunanya aku tinggal di Korea lagi. Seluruh keluargaku saja sudah tidak mau menganggapku sebagai keluarganya lagi, ditambah lagi suamiku sendiri tidak pernah menginginkan keberadaanku, jadi untuk apa aku masih tinggal di sini."
Dokter itu mengerutkan keningnya dalam. Ia menyayangkan keputusan Irene yang memutuskan untuk pergi ke Inggris dan tinggal bersama sahabat satu kuliahnya dulu yang bernama Nisa Almeira. Kebetulan di kota Birmingham, Nisa tinggal seorang diri, bahkan sahabatnya itu juga yang membelikan tiket untuk Irene, agar bisa pergi ke sana.
"Dok, aku boleh minta sesuatu?" tanya Irene dengan penuh harap, raut sendu di wajahnya tak dapat menutupi bahwa ia sebenarnya begitu sedih, karena harus pergi jauh meninggalkan semua kehidupannya di Korea dengan membawa luka di hatinya.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Dokter itu dengan kedua alis yang saling bertaut.
"Tolong jangan beritahu siapapun, jika Dokter bertemu denganku. Aku mohon sembunyikan kemana tujuanku pergi."
Dokter itu diam sejenak memikirkan jawaban apa yang akan diberikannya kepada Irene.
__ADS_1
"Sebaiknya aku turuti saja dulu permintaan wanita ini, tapi itu bukan berarti aku tidak akan memberitahu, jika suatu saat nanti Tuan Ansel atau Tuan Darren bertanya padaku. Ya, walaupun sepertinya mereka tidak akan menanyakan wanita ini padaku," batin sang Dokter memutuskan.
Irene pun perlahan mulai berlalu meninggalkan sang Dokter, yang masih menatapnya dengan sorot mata penuh empati.
"Ansel, anggap saja memang ini adalah takdir terbaik untuk pernikahan kita. Walau aku hanya seorang diri dalam membesarkan anak ini, tapi aku tidak akan pernah menyerah, apalagi lelah. Aku akan selalu kuat," batin Irene sambil mengusap air mata yang berlinang membasahi kedua pipinya.
Irene terus melangkah sambil menyeret koper yang dibawanya, meninggalkan barisan luka di negara yang sudah sejak kecil menjadi tempat dirinya tumbuh, hingga sampai akhirnya sebuah pertemuan merusak segala impian manisnya.
Sebuah impian untuk hidup bahagia bersama seorang pria yang sudah 3 tahun menjalin kasih dengannya. Pria itu adalah cinta pertama Irene, seorang pria yang akhirnya harus mengalah dan melepas Irene untuk menikah dengan Ansel, ayah dari anak yang dikandungnya.
๐ธ๐ธ๐ธ
Bersambungโ๏ธ
Berikan komentar kalian.
Terima kasih banyak atas semua dukungan kalian terhadap semua karyaku.
__ADS_1
Ingin tahu kisah Nisa Almeira ikuti novel ini :