Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Romantis


__ADS_3

Selamat membaca!


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit lamanya, mobil yang ditumpangi oleh Ansel dan Irene mulai memasuki pelataran rumah kediaman Darren. Mereka tertinggal 15 menit lebih lama dari mobil yang dikendarai oleh Will karena kondisi lalu lintas yang memang sangat padat.


Tanpa menunggu lama, mereka pun langsung keluar dari mobil dengan raut bahagia yang tampak jelas di wajah keduanya. Baik Ansel maupun Irene sama-sama tak menyangka, bahwa mereka akan kembali ke rumah yang sempat ditinggalkannya. Ya, kini Ansel pulang dengan hati yang telah meyakini bahwa Dyra Anastasya adalah masa lalu yang sekarang menjadi ibu sambungnya, sedangkan Irene adalah masa depan yang akan dijalani sampai akhir hayatnya.


"Aku bahagia karena kita bisa kembali ke rumah ini." Ansel menatap dalam manik mata Irene yang tengah berdiri di sampingnya, mereka kini sama-sama memandangi sekeliling rumah dengan mengulas senyum bahagia.


"Iya aku tidak menyangka semua ini akan terjadi, Ansel. Terima kasih ya karena kamu mau mencariku dan membuktikan cintamu kepadaku."


Pria itu pun tersenyum lalu menangkup kedua sisi lengan istrinya, hingga membuat mereka kini saling berhadapan.


"Selamanya tidak akan ada lagi yang dapat memisahkan kita, selain kematian. Aku mencintaimu Irene."


Kata-kata Ansel membuat hati Irene bergetar saat mendengarnya, apalagi di saat suaminya itu mencium keningnya. Ciuman yang membuat hatinya kian berbunga-bunga dengan sikap romantis yang Ansel berikan padanya.

__ADS_1


"Aku bahagia Ansel, semoga kita selalu seperti ini sampai maut memisahkan." Irene masih menatap kagum sosok suaminya yang sekarang ini sudah benar-benar dicintainya dan sering membuatnya geleng-geleng kepala dengan segala keromantisannya.


Tanpa menjawab perkataan sang istri, Ansel tiba-tiba merengkuh tubuh Irene dan menggendongnya untuk masuk ke dalam rumah.


"Ansel, turunkan aku! Aku malu Ansel, ada Amma dan Ayah di dalam sayang," protes Irene coba melepaskan diri dari dekapan Ansel yang telah menggendong tubuhnya. Namun, Ansel tetap saja melangkah masuk dan mengabaikan protes dari Irene, hingga membuat Irene hanya bisa pasrah. Walau sesekali wanita itu masih terlihat melancarkan protesnya untuk minta diturunkan oleh Ansel.


Kegaduhan yang terjadi di halaman rumah, membuat Dyra yang sedang berada di ruang tamu bersama Darren langsung melihat ke arah sumber suara yang semakin mendekat ke arah mereka.


Setelah mengetahui suara gaduh itu berasal dari anak dan menantunya. Mereka pun ikut bahagia karena pada akhirnya Ansel dan Irene kini sudah saling melengkapi satu sama lainnya. "Aku bersyukur melihat mereka sudah saling mencintai dan semoga itu untuk selamanya." Darren melingkarkan tangannya pada tubuh Dyra yang juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Darren.


"Oh ya, satu Minggu lagi kebetulan Ansel ulang tahun, bagaimana kalau kita adakan pesta yang meriah untuknya, sekaligus merayakan kebersamaan mereka saat ini?" tanya Darren yang tiba-tiba terpikirkan dengan pesta tersebut.


Dyra pun menanggapinya dengan anggukan kepala, lalu mulai tersenyum menatap suaminya yang memang tengah menunggu jawabannya. "Apa pun rencanamu aku setuju, Hubby."


"Baiklah, aku akan siapkan semuanya, tapi aku rasa sebelum pesta itu berlangsung ada baiknya kita ke rumah keluarga Irene terlebih dahulu karena kasihan Irene, sampai detik ini keluarganya masih belum dapat menerima pernikahannya dengan Ansel."

__ADS_1


Perkataan Darren, sontak membuat Dyra terkejut. Ia pun jadi teringat dengan pernikahan Ansel dan Irene saat itu, yang memang tak dihadiri satu pun sanak saudara atau kerabat dari Irene. Bahkan kedua orang tuanya juga kakak laki-lakinya tidak hadir di sana, walau sebenarnya Darren sudah meminta mereka untuk datang.


"Tapi Hubby, dari mana kamu bisa tahu?" tanya Dyra penasaran.


"Ansel yang memberitahukan hal itu padaku. Maka itu dia memintaku untuk menemaninya saat besok datang ke sana."


Dyra pun akhirnya mengerti dan sangat setuju dengan rencana Darren. Tak berapa kemudian, Cassandra yang tengah menonton sebuah film tiba-tiba terdengar memanggil keduanya untuk masuk kembali ke dalam ruang keluarga.


"Mom, Dadd, kemarilah! Temani aku, jangan biarkan aku sendiri!" pinta Cassandra dengan sangat manja.


Panggilan gadis kecil itu membuat keduanya menunda apa yang tengah mereka pikirkan saat ini. Dyra pun kini sudah melangkah terlebih dahulu untuk menghampiri Cassandra. Sementara itu, Darren masih termangu dengan menatap ke arah lantai atas tempat dimana Ansel dan Irene berada.


"Semoga tidak ada lagi masalah yang dapat membuat hubungan mereka renggang. Aku bersyukur karena semua masalah yang datang, telah terselesaikan dan saat ini bukan hanya aku yang bahagia, tapi Ansel pun sudah menemukan kebahagiaannya dalam sosok Irene." Darren kemudian mengalihkan pandangan matanya dan mulai masuk kembali ke dalam ruang keluarga dimana Cassandra dan Dyra telah menunggunya.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2