Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Tak Menyangka


__ADS_3

Selamat membaca!


Tak terasa waktu telah menuntun Ansel dan Irene untuk kembali ke negaranya. Tempat yang selalu keduanya rindukan karena di sanalah ada keluarga yang menanti mereka. Ya, walau mungkin bagi Irene, rasanya masih saja sama karena keluarganya yang belum bisa memaafkan dirinya semenjak wanita itu hamil oleh Ansel dan memutuskan untuk menikah dengannya.


Namun, sebelum mereka pulang ke Korea, keduanya akan datang ke acara pernikahan Nisa dan Ryan terlebih dulu. Acara itu sendiri akan diselenggarakan di sebuah gedung mewah yang tidak terlalu jauh dari hotel tempat mereka menginap.


"Irene, ayo kamu sudah siap belum?" tanya Ansel yang sudah siap dengan stelan tuxedo yang sudah dikenakannya. Tuxedo yang baru kemarin ia beli khusus untuk datang ke acara bahagia Nisa dan Ryan karena memang pria itu tidak membawa pakaian formal di dalam kopernya.


"Sabar sayang, aku sebentar lagi selesai. Lagipula aku terlambat juga karena merapikan pakaianmu ke dalam koper. Jadi sebentar ya, kamu tunggulah di sofa!" pinta Irene yang masih sibuk merias dirinya dengan mematung di depan sebuah cermin.


"Oke baiklah Tuan Putri, aku akan setia menunggumu." Ansel melangkahkan kaki menuju sebuah sofa sesuai dengan permintaan sang istri. Namun, saat pria itu melintas di belakang Irene yang masih sibuk menyelesaikan riasan pada wajahnya, tiba-tiba Ansel melabuhkan sebuah ciuman tepat di bibir istrinya yang seketika membuat wanita itu langsung memberi sebuah pukulan ringan pada lengan suaminya.

__ADS_1


"Ih, kamu ini iseng saja deh. Rasain tuh bibir kamu merah pasti, sini aku tambahin!" Irene kembali mengolesi bibirnya dengan lipstik merah yang baru saja diambilnya dari atas meja rias. Kali ini Irene sengaja mempertebal bibirnya dengan lipstik tersebut agar ia dapat meninggalkan bekas ciuman pada seluruh wajah suaminya yang saat ini sudah berhasil direngkuhnya. Ansel pun tak dapat mengelak lagi setelah Irene berhasil menangkup kedua sisi wajah sang suami.


"Irene, kamu ini lebih jail deh dari aku." Ansel mulai bercermin setelah istrinya itu memberikan beberapa ciuman hampir di seluruh bagian wajahnya hingga terlihat warna merah dengan bentuk bibir yang memenuhi seluruh wajahnya.


"Lagian kamu sih yang mulai duluan." Irene menjawabnya dengan mengerucutkan bibir merahnya.


"Ya sudah aku ke bathroom dulu ya, mau membasuh wajahku yang sudah penuh dengan lipstikmu ini." Ansel pun tersenyum karena ia bahagia dengan hubungan mereka yang semakin lama, semakin harmonis.


"Yakin sudah siap? Aku pikir kita enggak jadi pergi lho, soalnya aku nungguin kamu sampai ngantuk begini," ledek Ansel yang membuat wanita berparas cantik itu mendaratkan sebuah cubitan pada bagian dada suaminya, yang seketika langsung meringis karena merasakan sakit pada permukaan kulitnya yang terasa perih.


"Iya sudah cukup sayang, cubitan kamu itu sakit banget lho. Sekarang sebaiknya kita jalan aja, soalnya Lucas sudah menunggu kita di bawah."

__ADS_1


"Sayang, tapi bukankah Lucas sudah bekerja kembali sebagai CIA di kota ini?" tanya Irene yang tiba-tiba teringat akan cerita yang suaminya katakan padanya.


"Betul, tapi hari ini dia libur, sayang! Jadi nanti Lucas bisa mengantarkan kita ke Bandara." Ansel pun meraih tangan sang istri dan mulai melangkahkan kedua kakinya beriringan dengan Irene menuju keluar dari kamar hotel.


Keduanya terlihat begitu serasi. Membuat setiap pengunjung hotel yang memandang ke arah mereka menjadi begitu terpukau sampai menaruh rasa kagum pada keduanya.


"Ya Tuhan, aku enggak nyangka bisa datang ke acara pernikahan Nisa bersama suamiku. Sekarang hanya satu pintaku, tolong jaga pernikahanku agar tetap baik dan dijauhkan dari wanita-wanita penggoda yang hanya ingin menghancurkan hubungan kami berdua," batin Irene yang dengan bangga menggenggam tangan suaminya begitu erat di depan banyak orang.


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️

__ADS_1


__ADS_2