
Berikan like sebelum membaca, agar tidak terlupa, karena ketahuilah like itu sangat penting untuk para Author. Terima kasih semua.
Selamat membaca!
Dyra berhasil melepaskan pelukannya dari Darren, tatapan matanya begitu tajam seolah menuntut sebuah penjelasan dari Darren, tentang apa yang telah dikatakannya.
"Tolong jelaskan, apa maksud perkataan Ayah yang sebenarnya?"
Darren mengesah kasar. Ia pun akhirnya kembali duduk di atas kursi, untuk melepas rasa lelahnya, setelah berhasil mendobrak rasa takut di dalam hatinya. Pada akhirnya Darren kini sudah merasa sangat lega, karena telah mengungkapkan isi hatinya kepada Dyra.
"Aku memang mencintaimu, dari sejak kita pertama kali bertemu. Apa kamu ingat saat itu hujan turun dan kita menunggu bersamaan di depan gedung untuk menuju parkiran?" tanya Darren dengan nada suara tidak terlalu pelan dan juga tidak keras.
Dyra menarik pikirannya jauh ke belakang, hingga akhirnya ia sampai pada sebuah ingatan masa lalunya saat pertama kali dirinya bertemu dengan Darren. Saat itu pikiran Dyra langsung terbesit dengan malaikat penolongnya, yang selalu memberikan Dyra apapun di saat wanita itu butuhkan.
"Jadi sejak itu, tapi kenapa berbarengan dengan kehadiran malaikat penolongku. Apa jangan-jangan orang yang selalu menolongku dengan kiriman hadiahnya adalah Ayah?" batin Dyra mulai mengaitkan dengan apa yang selalu menjadi tanda tanya untuknya.
Sosok malaikat penolong yang selama ini Dyra cari, sosok itu tiba-tiba menghilang saat 6 bulan menjelang pernikahannya dengan Ansel. Dyra menyebutnya sebagai malaikat penolong, karena memang Dyra tidak mengetahui siapa namanya dan bahkan Dyra tidak bisa mengucapkan terima kasih padanya. Banyak yang sudah diberikan oleh malaikat penolong itu. Salah satunya selain kucing, malaikat itu juga memberikan sejumlah uang di saat orangtua Dyra membutuhkannya untuk perawatan di rumah sakit.
Dyra jadi teringat di suatu sore saat mobilnya harus mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan, sebuah mobil keluaran terbaru terparkir di depan halaman rumahnya, dengan seorang petugas pengirim barang yang tidak memberitahu identitas pengirimnya kepada Dyra.
__ADS_1
Sejak saat itu Dyra berusaha mencari tahu namun hasilnya selalu berujung dengan sebuah kegagalan. Dyra masih menyimpan surat-surat tulisan tangan yang dikirimkan oleh malaikat penolong itu. Namun Dyra tidak bisa membalasnya.
Darren berdehem keras, menyadarkan lamunan Dyra yang sedari tadi hanya termangu menatap Darren.
"Jadi aku tidak akan menceraikanmu sampai kapanpun juga!" Darren dengan tegas mengatakan itu kepada Dyra, membuat wanita itu benar-benar semakin menduga, bahwa memang Darren adalah sang malaikat penolongnya.
"Tapi kenapa kamu tidak pernah mengatakan padaku tentang apa yang kamu rasakan? Padahal kita hampir setiap hari bertemu sejak aku menjadi dosen private untuk Ansel," protes Dyra dengan kedua alis yang saling bertaut.
Darren mengesah kasar. Ia lalu kembali berdiri dan maju satu langkah untuk berada di hadapan Dyra.
"Karena aku tidak memiliki keberanian untuk mengatakan padamu dan terlebih saat itu Ansel sudah mengatakan terlebih dahulu padamu, jika dia mencintaimu. Maka itu aku memutuskan untuk tetap mencintaimu dalam diam tanpa mengatakannya padamu, karena kebahagiaan Ansel adalah yang paling penting dalam kehidupan seorang ayah."
"Terima kasih banyak. Sekarang aku mengerti, bahwa malaikat penolongku itu adalah kamu. Kamu adalah orang yang selalu mengirim apapun yang aku butuhkan tanpa ingin diketahui. Kamulah orang yang selama ini aku cari, bahkan aku pernah berjanji, jika sampai aku tahu suatu saat nanti siapa malaikat penolongku itu, aku akan mencintainya seumur hidupku. Saat ini aku sudah mulai paham, ternyata Tuhan sengaja membuatku terluka di hari pernikahanku, agar aku menepati janjiku padamu. Aku mencintaimu hubby. Izinkan aku memanggilmu dengan kata itu, sebagai bukti bahwa aku saat ini benar-benar mencintaimu." isak tangis Dyra pecah seketika, ia kembali memeluk Darren dengan erat dan merintih meluapkan semua kesedihannya.
Suasana saat ini mengharu biru dengan aura kebahagiaan yang benar-benar memilukan. Kisah dua insan yang saling mencintai dan kini dipersatukan oleh takdir sang pencipta.
Darren tak mampu menahan air mata di pelupuk matanya yang sedari tadi sudah menganak. Ia pun mulai menitikkan air matanya. Air mata kebahagiaan akan semua perkataan yang telah Dyra ucapkan.
"Aku juga mencintaimu Dyra Anastasya. Sekarang dan seumur hidupku," lirih Darren sambil mengusap air matanya dan berusaha tegar.
__ADS_1
Darren menangkup kedua sisi lengan Dyra dan melepas pelukannya. Kedua manik matanya menatap dalam wajah Dyra yang saat ini masih saja basah oleh derai air mata. Darren mengusapnya dengan lembut menggunakan jemarinya dan mulai mengulas sebuah senyuman di wajahnya.
"Sudah jangan menangis lagi, karena air mata ini adalah siksaan untukku, Dyra!"
"Ini air mata kebahagiaan, hubby. Aku bahagia akhirnya aku bisa mengetahui, bahwa masih ada laki-laki yang mencintaiku dengan sepenuh hatinya."
"Terima kasih, Dyraku." Darren kini mengalihkan sentuhannya dengan menangkup kedua wajah Dyra dan menarik perlahan ke arah wajahnya lalu memberikan sebuah kecupan dalam pada kening Dyra.
"Terima kasih Tuhan, karena KAU benar-benar mengabulkan apa yang aku harapkan. Aku sangat bahagia karena dicintai oleh seorang laki-laki yang luar biasa seperti Darren Ethan Lee. Aku bersyukur akan semua ini, karena di balik air mataku atas kegagalan pernikahanku dengan Ansel, KAU menggantinya dengan sesuatu yang begitu indah dan aku janji akan menjaga pemberianmu ini Tuhan," batin Dyra masih memejamkan kedua matanya merasakan kecupan penuh cinta dari Darren pada keningnya.
🌸🌸🌸
Bersambung ✍️
Berikan komentar kalian ya?
Terima kasih banyak.
Jangan lupa lho, like di setiap episodenya yang belum like setiap episodenya, yuk silahkan kembali like dari episode awal ya.
__ADS_1
Tidak ada cinta yang tak bisa menemukan arahnya untuk pulang, seperti cinta Dyra yang pada akhir menemukan labuhan hatinya yang sesungguhnya.