
Selamat membaca!
Irene terus melangkah menuju mobil Nisa yang terparkir di sisi kiri parkiran hotel.
"Kenapa aku bisa melupakannya." Irene mengeluh dan mulai menyebrangi area parkiran tanpa melihat ke arah kiri dan kanan, untuk menuju mobil yang berada di seberangnya.
Namun, tiba-tiba Irene menghentikan langkah kakinya di tengah jalan ketika suara klakson mobil terdengar memekikkan telinganya. Irene terkesiap kaget sambil menutupi telinganya saat sebuah mobil tepat berhenti di hadapannya.
"Awas dong, Nona! Apa Anda buta tidak bisa melihat jalan?" Seseorang yang berada di dalam mobil begitu marah karena Irene tak melihat laju mobilnya yang ingin melintas.
Mobil itu ternyata berada di depan mobil Lucas yang juga ingin keluar dari parkiran hotel.
"Ada apa Lucas?" tanya Ansel yang penasaran dengan apa yang terjadi di depan sana.
"Sepertinya ada seorang wanita yang hampir saja tertabrak, Tuan." Lucas menjawabnya setelah ia melihat sekilas sosok wanita berambut panjang masih tampak terkejut di depan mobil yang berada di depannya.
"Oh begitu, kasihan sekali wanita itu. Kau harus hati-hati ya, jangan sampai hal itu terjadi pada kita!" titah Ansel merasa simpati pada wanita yang hampir saja tertabrak.
Andai saja Ansel mengetahui wanita itu adalah Irene, pasti pria itu sudah keluar dan berlari untuk menghampirinya.
__ADS_1
Setelah beberapa detik kemudian, mobil yang berada di depan mobil Lucas sudah mulai melaju dengan perlahan.
"Sepertinya masalahnya sudah selesai, Tuan. Sekarang kita bisa jalan kembali."
"Baiklah, tetap hati-hati dan tidak perlu terburu-buru!" titah Ansel.
Sementara itu Irene masih tampak ketakutan di sisi parkiran mobil. Ia pun hanya termangu menatap mobil yang hampir menabraknya melintas melewatinya.
"Hampir saja aku tertabrak. Lebih baik aku cepat mengambil tasku dan bergegas kembali ke dalam hotel karena pasti Nisa sudah menungguku."
Irene mulai melangkahkan kakinya melewati mobil yang Lucas kendarai. Tampak jarak pandang antara Ansel dan Irene sangat jelas terbuka, hingga memungkinkan keduanya untuk dapat saling melihat, terutama Ansel yang berada di dalam mobil. Namun, saat Ansel hendak menoleh untuk melihat ke arah Irene, seketika sebuah mobil truk berukuran besar melintas di samping mobilnya yang baru saja masuk dan hendak menuju basemen.
Truk itu memuat peralatan dekorasi untuk sebuah pernikahan yang memang akan berlangsung di ballroom hotel itu esok harinya.
...🌺🌺🌺...
Selama perjalanan, Ansel beberapa kali melihat instagram Irene. Ia berharap ada postingan terbaru yang dibuat oleh wanita yang saat ini sedang dicarinya.
"Irene, sedang apa ya kamu di sana? Apa kamu tahu, jika aku sangat merindukanmu?" batin Ansel meratapi rasa rindu yang membatin di kedalaman hatinya.
__ADS_1
Bersamaan dengan gumaman Ansel, terdengar sebuah lagu yang memiliki lirik dengan makna yang sesuai dengan keadaan hatinya saat ini. Lagu itu semakin membuat Ansel, begitu merindu, bahkan ia sampai meneteskan air matanya.
"Sebentar lagi kita akan bertemu dan aku ingin kita memulai semua dari awal. Setelah itu aku janji akan memberikanmu kebahagiaan yang tak pernah aku lakukan dulu. Maafkan aku Irene, karena dulu aku sudah menyia-nyiakanmu," batin Ansel sambil mengusap bulir bening yang lolos dari kedua sudut matanya.
Tiba-tiba Lucas yang sejak tadi memikirkan tentang apa yang telah dilihatnya, seketika langsung menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan. Ansel pun terhenyak dan menanyakan apa alasan Lucas menepikan mobilnya.
"Kenapa Lucas?" tanya Ansel dengan kening yang berkerut dalam.
"Tuan, maaf sebelumnya. Tadi saat kita hendak keluar dari hotel, saya seperti melihat Nona Irene." Jawaban Lucas membuat Ansel terhenyak tak percaya. Pria itu langsung terdiam dan berpikir sejenak. Setelah beberapa detik menimang-nimang segala sesuatunya, Ansel pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Apartemen Sacco Birmingham, tempat di mana Irene terlihat tinggal di sana.
"Mungkin kau salah melihatnya Lucas. Kita itu kan sudah ada di hotel sejak kemarin dan kemarin itu kita tidak melihat keberadaan Irene di sana. Pasti itu hanya mirip saja. Jadi sebaiknya kita lanjutkan perjalanan kita karena aku sudah tidak sabar untuk segera menemui Irene!" titah Ansel kepada Lucas yang tak bisa dibantah oleh pria itu.
Lucas pun kembali melajukan mobilnya dan masih tampak memikirkan dengan apa yang tadi dilihatnya.
"Mungkin benar kata Tuan Ansel jika wanita itu hanya mirip saja, tapi tidak salahnya kalau aku memastikannya dengan memeriksa CCTV pada hotel itu," gumam Lucas memutuskan langkah yang akan diambilnya.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
__ADS_1