Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Sebuah Ingatan


__ADS_3

Sebelumnya saya mau promo karya baru saya judulnya Sahabatku Canduku.



Novel ini menceritakan tentang persahabatan antara seorang wanita yang bernama Andin dan Aldo. Kisah yang bermula dari kelebihan hormon yang telah dialami Andin sejak usia 17 tahun. Ingin tahu kisahnya, yuk segera kepoin novelnya, ketik aja Sahabatku Canduku. oke sahabat semua! Terima kasih.


...🌺🌺🌺...


Selamat membaca!


Setelah menemukan petunjuk dimana Irene berada, kini Ansel sudah berada di dalam mobilnya bersama Lucas.


"Akhirnya kita bisa menemukan dimana Irene," ucapnya yang disambut dengan senyuman oleh Lucas.


"Saya ikut senang atas keberhasilan ini, Tuan. Jadi apa langkah kita selanjutnya Tuan? Apa besok kita langsung ke Apartemen SACO Birmingham saja untuk menemui Nona Irene?" tanya Lucas sambil terus mengendarai mobil.


Ansel pun setuju dengan rencana yang Lucas katakan, karena memang ia sendiri juga sudah tak sabar ingin cepat bertemu dengan Irene. Wanita yang di setiap detiknya, selalu membawa penyesalan dalam hatinya.


"Lebih cepat lebih baik, Lucas. Kalau begitu kita besok pergi jam 8 saja ya, tapi sebelumnya saya ingin membelikan hadiah untuk Irene dulu sebagai permintaan maaf saya. Bolehkah sebelum ke hotel, bawa saya ke toko perhiasan dulu?"

__ADS_1


"Baik Tuan, kebetulan sebelum sampai ke hotel, ada toko perhiasaan besar di ujung jalan sana. Jadi kita bisa mampir dulu ke sana."


Ansel pun tersenyum karena apa yang diharapkannya dapat terwujud.


"Terima kasih ya Lucas, keberadaanmu sangat membantu saya dalam menemukan keberadaan istri saya."


"Sama-sama Tuan." Lucas kini menambah kecepatan mobilnya, hingga membuat laju mobil semakin cepat, membelah lalu lintas kota Birmingham yang kala itu terlihat renggang.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit. Kini Lucas mulai mengarahkan mobil yang dikendarainya untuk masuk ke sebuah kawasan pertokoan dimana di dalamnya terdapat toko perhiasan yang akan menjadi tujuan Ansel.


"Tuan, kita sudah sampai. Mari saya tunjukkan dimana letak tokonya!" Lucas pun keluar terlebih dahulu dari mobil, diikuti oleh Ansel yang menyusul setelahnya.


"Tuan, tidak boleh berkata demikian. Percayalah! Sebenci-bencinya Nona Irene, pasti dia dapat melihat ketulusan hati Tuan, apalagi Tuan sampai mencarinya ke Birmingham, menurut saya itu sudah membuktikan betapa Tuan sangat menyesal atas apa yang telah Tuan lakukan di masa lalu. Saya yakin Nona Irene pasti akan memaafkan Tuan."


Ansel pun tersenyum kecil menanggapi perkataan Lucas, karena berhasil membuatnya sedikit lebih tenang.


Setelah tiba di toko perhiasan, Ansel tak membuang banyak waktunya, ia langsung mengedarkan pandangan untuk melihat berbagai perhiasan yang tersusun rapi di etalase tempat perhiasaan itu berada.


"Kira-kira yang mana ya? Aduh bingung banget ini, baru sekali ini aku membelikan perhiasaan untuk wanita. Dulu saat ingin membelikan perhiasan untuk Dyra, ada Ayah yang memilihkannya," gumam Ansel dengan kerutan dalam di dahinya.

__ADS_1


Tiba-tiba saat Ansel mengerjapkan kedua matanya, sebuah bayangan seketika muncul dan tampak jelas terlihat di pelupuk matanya. Bayangan yang menampilkan sosok Irene sedang dipakaikan sebuah kalung emas oleh seseorang. Kalung indah dengan mata berlian di tengah bandulnya.


Melihat expresi wajah Ansel yang kesakitan sambil memegangi keningnya, Lucas pun dengan cemas mulai bertanya pada Ansel.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya Lucas sambil menyentuh tubuh Ansel yang terlihat limbung.


"Iya tidak apa-apa, mungkin aku hanya sedikit lelah saja," jawab Ansel yang berusaha menguatkan dirinya.


"Sepertinya memang Anda butuh istirahat, Tuan. Oh ya, apa Anda sudah menentukan apa pilihan Anda?" tanya Lucas dengan senyum ramah yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.


"Aku ingin yang di kotak biru hitam itu. Aku rasa Irene akan menyukainya." Ansel menatap ke arah kalung perhiasan yang sama persis dengan apa yang ia lihat di dalam bayangannya.


Setelah menunjukkan pilihannya, seorang pegawai mulai mengemas perhiasan tersebut dan Ansel pun langsung membayarnya.



"Semoga Irene bahagia saat menerima perhiasan ini, sama seperti yang aku lihat di dalam bayanganku," gumam Ansel dengan senyum penuh harap.


...🌺🌺🌺...

__ADS_1


Bersambung✍️


__ADS_2