Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
Nelangsa


__ADS_3

Selamat membaca!


Ansel sudah masuk ke dalam ruangan untuk menjalani operasi. Sementara itu Owen saat ini sedang dicerca berbagai pertanyaan tentang Irene oleh Darren dan Dyra yang berdiri sambil bersedekap di hadapannya.


"Katakan Owen! Kau memang aktor yang payah, akting berbohongmu sangatlah buruk."


"Maksud Tuan apa ya? tanya Owen bersikap seolah tak mengerti dengan maksud dan arah perkataan Darren.


Dyra melangkah hingga sangat dekat dengan Owen, membuat Owen beringsut mundur untuk menjaga jaraknya.


"Maaf Nyonya nanti Tuan Darren bisa sangat marah bila Anda terlalu dekat dengan saya."


Dyra terkekeh lucu mendengar ketakutan Owen. "Memang aku ingin menciummu sampai kau ketakutan seperti itu?"


Owen semakin tercekat, membuat kerah kemeja yang dikenakannya terasa mencekik kerongkongannya. Owen pun menarik dasi yang dikenakannya untuk melonggarkan napasnya yang terasa sesak.


"Ya Tuhan, tolong kirimkan siapapun untuk menolongku, agar tidak mengatakan pada mereka," batin Owen penuh harap.


Tak berapa lama, saat Owen sudah begitu terdesak, seorang wanita muncul kehadapan mereka. "Maaf Tuan, bila saya mengganggu kalian."


Darren menoleh ke arah wanita itu, begitu juga dengan Dyra yang seketika langsung melangkah menjauhi Owen.


"Ah, aku selamat. Siapa wanita ini?" tanya Owen dalam hatinya.


"Iya Nona, ada apa?" tanya Dyra dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


"Sudah tidak ada lagi urusan saya di rumah sakit. Jenazah adik saya pun akan dibawa menuju pemakaman. Saya takut Tuan dan Nona mencari saya, maka itu saya pamit. Oh ya, semoga operasinya berjalan lancar ya dan anak Anda dapat melihat lagi."


"Terima kasih ya Nona, tapi sebagai imbalan atas kebaikan Nona, silahkan mintalah apapun pasti saya akan penuhi," tawar Darren sangat percaya wanita itu adalah sosok wanita yang baik.


"Tidak perlu Tuan, saya ikhlas. Semua itu adalah amanat dari adik saya, jadi saya hanya menjalaninya saja."


"Terima kasih sekali lagi atas kebaikanmu, kalau boleh biarkan Owen mengantar Anda."


"Tapi tidak perlu repot Tuan," jawab wanita itu dengan raut tak enak.


"Kau tidak perlu sungkan Nona. Saat ini kebaikanmu tidak akan saya lupakan, jadi bila hanya sebatas ini saja, itu tak ada artinya Nona," ucap Darren melihat wanita itu, kemudian langsung mengalihkan tatapan matanya kepada Owen yang sedang termangu, dengan kecantikan wanita yang saat ini berdiri di hadapannya.


Dyra berdeham setelah melihat Owen hanya diam tanpa suara. Mendengar suara deheman Dyra, Owen seketika tersadar dan melihat ke arah Darren yang sedang memberi perintah padanya.


"Ini pakaian adik saya selama dirawat di rumah sakit ini. Terima kasih ya sudah membawakannya."


"Tidak apa-apa Nona, ayo mari saya antar." Owen melangkah terlebih dulu, yang diikuti langkah wanita itu yang mengekor di belakangnya.


Darren pun hanya menatap kepergian mereka yang semakin menjauhi. Namun, kehadiran wanita itu membuatnya lupa tentang segala pertanyaan yang belum dijawab oleh Owen.


Tak berapa lama kemudian, setelah Owen pergi. Tiba-tiba Kimmy mendekat ke arah Darren dengan langkah yang santai.


"Ada perlu apalagi wanita itu datang?" tanya Dyra menampilkan raut tak suka dengan kedatangan Kimmy.


Darren menggenggam tangan istrinya itu dengan erat. Ia sejenak menatap Dyra dan mengulas senyum di wajahnya untuk menenangkan hati istrinya yang kelihatan resah.

__ADS_1


"Untuk apalagi kau datang ke sini!" geram Darren dengan amarah yang mulai merangkak naik ke dalam pikirannya.


Kimmy masih terlihat santai menanggapi amarah Darren. Ia masih belum mengetahui bahwa saat ini, Darren telah mendapat pendonor lain untuk Ansel.


"Aku ingin menyampaikan padamu Tuan, aku setuju untuk mendonorkan kornea mata suamiku, tanpa syarat tambahan apapun."


Darren terkekeh lucu, karena perkataan yang terlontar dari mulut Kimmy begitu menggelitik di telinganya.


"Kenapa kau tertawa, Tuan Darren? Apakah kau tidak senang dengan semua yang telah aku katakan?" tanya Kimmy dengan tanda tanya besar dibenaknya.


Darren seketika merubah raut wajahnya yang tadinya tertawa, seketika berubah tegas dengan rahang yang mengeras. Pria tampan itu pun menajamkan sorot matanya ke arah Kimmy.


"Kau terlambat Kimmy, anakku sudah dapat pendonor kornea mata dari orang lain. Seorang wanita yang tak meminta syarat apapun!"


Perkataan Darren sontak membuat Kimmy terkejut setengah mati. Ia sampai tak bisa berkata apa-apa untuk menutupi ketakutannya, atas jerat hukum yang akan membawanya ke dalam jeruji besi.


"Sekarang bagaimana ini? Aku harus mengganti uang sebanyak itu dalam waktu singkat. Bodoh kau Kimmy, hidup mewah sudah berada di dalam genggaman, tapi karena keserakahan semua hilang dalam sekejap," batin Kimmy meratapi nasibnya yang nelangsa.


🌸🌸🌸


Bersambung ✍️


Berikan komentar kalian ya.


Terima kasih atas dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2