
Selamat membaca!
Setelah mengetahui keberadaan Ansel yang ternyata ada di Birmingham, Irene terus memikirkan apa yang melatarbelakangi keputusan Ansel untuk mencarinya dan itu artinya Evran telah memberitahukan pada Ansel kemana dirinya pergi.
"Aku harus menghubungi Dokter Evran." Irene pun meraih ponselnya dan mulai menekan beberapa angka, kemudian menempelkan benda pipih itu pada daun telinganya.
Satu, dua kali, panggilan teleponnya tetap tak mendapat jawaban dari Evran yang sebenarnya sedang berada di rumah kediaman Darren. Evran datang atas perintah Darren untuk memeriksa Dyra yang saat ini sedang dalam kondisi tidak sehat. Pertemuan itu dimanfaatkan oleh Evran untuk menceritakan kepergian Irene kepada Darren, yang selama ini belum mengetahui masalah yang terjadi antara Ansel dan Irene.
"Mungkin Dokter Evran sedang sibuk." Irene kembali meletakkan ponselnya dan melanjutkan aktivitas kerjanya. Namun, pikirannya saat ini tidak terlalu fokus karena saat ini sosok Ansel telah memenuhi isi kepalanya.
Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang sudah berada di meja resepsionis di posisi Irene berjaga. "Nona, apa bisa membantu saya?" Irene pun menoleh ke arah pria itu yang seketika membuat Lucas terhenyak kaget karena ternyata apa yang dilihatnya tidaklah salah, bahwa wanita itu adalah Irene.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Irene sangat ramah dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.
"Nona Irene!" seru Lucas memanggil wanita yang saat ini ada di hadapannya.
Irene pun terkejut, ketika pria yang ada di hadapannya itu mengetahui namanya. Padahal tidak ada apapun di meja resepsionis itu yang mencantumkan namanya.
"Kenapa pria ini mengetahui namaku?" tanya Irene dalam hatinya begitu heran.
"Nona Irene, akhirnya saya menemukan Anda." Lucas mulai merasa lega, karena pencariannya telah membuahkan hasil.
__ADS_1
"Iya betul saya memang Irene, Anda siapa ya? Saya tidak mengenal Anda, lantas bagaimana Anda bisa mengetahui nama saya?" Irene terus mencerca beberapa pertanyaan, hingga membuat Lucas bingung harus darimana menjelaskannya. Sampai akhirnya, Lucas mengatakan kepada Irene, jika Ansel sudah berusaha setengah mati untuk mencari keberadaannya, sejak kedatangannya ke Birmingham kemarin pagi.
"Memang untuk apa dia masih mencariku? Bukankah dia tidak peduli denganku dan anak dalam kandunganku ini!" Irene tampak kesal saat mengingat kembali perlakuan yang telah Ansel lakukan. Bahkan saat ini kedua matanya sudah terlihat berkaca-kaca dengan raut sendu di wajahnya.
"Aku sudah berubah Irene." Tiba-tiba suara Ansel terdengar dari belakang tubuh Lucas, hingga membuat pria itu menoleh untuk melihat Ansel.
"Tuan, darimana kau tahu ada Nona Irene di sini?" tanya Lucas penuh rasa heran, karena ia belum sempat menghubungi Ansel tapi ternyata pria itu sudah kembali ke hotel ini.
Ansel pun mulai menceritakan secara singkat kepada Lucas tentang apa yang terjadi setelah kepergiannya.
Saat itu Ansel tengah melihat-melihat semua sosial media milik Irene. Namun, yang ia dapat hanya kekecewaan karena Ansel tetap tak menemukan apa-apa.
Pria itu membawa kesedihannya menuju pelataran apartemen tempatnya berada. Ia memutuskan untuk tidak menunggu Lucas datang menjemputnya.
"Instagram Irene juga tidak ada postingan dan petunjuk apa pun. Ya Tuhan, bagaimana caraku menemukan Irene? Berikan aku petunjuk!" Pria itu begitu kalut hingga melupakan ponsel yang ternyata tertinggal di kursi yang tadi ia duduki, sampai suara seorang wanita memanggilnya sambil berlari.
Ansel pun menoleh ke arah sumber suara dan seketika terhenyak kaget saat wanita yang ditemuinya sewaktu di bandara, ternyata sedang menghampiri dengan membawa ponselnya dalam genggaman tangannya.
"Wanita itu cucu dari Oma yang tertabrak itu kan?" gumam Ansel mengingat pertemuannya dengan Tania.
"Lho kamu di sini." Tania pun terkesiap saat pria yang telah menolong Omanya ada di hadapannya.
__ADS_1
"Iya, aku mencari seseorang di sini," jawab Ansel singkat.
"Apa ponsel ini milikmu?" tanya wanita berparas cantik itu sambil menunjukkan ponsel yang masih menyala dalam genggamannya.
Ansel yang langsung melihat ke arah ponselnya, seketika tertegun saat melihat layar ponsel yang masih menunjukan beranda instagram, menampilkan foto Irene di sana.
"Irene!" Ansel langsung meraih ponselnya dengan cepat dari tangan Tania. Setelah melihat status Irene di instagramnya, pria itu pun memutar tubuhnya dan tanpa sempat mengucapkan sepatah kata apapun kepada Tania.
"Dasar pria aneh! Tidak sopan, tidak tahu terima kasih!" Tania begitu kesal sambil terus menatap ke arah Ansel yang terus menjauhinya, sampai tubuh pria itu hilang dari pandangannya saat masuk ke dalam sebuah taksi.
Selesai menceritakan semuanya pada Lucas, kini Ansel melanjutkan langkah kakinya mendekat ke arah Irene dengan masuk ke dalam meja resepsionis.
Sementara itu Irene hanya dapat menatap dengan nanar wajah Ansel. Sampai akhirnya,.pria itu kini sudah berada tepat di hadapannya.
"Irene, maafkan aku karena telah menyakitimu! Aku datang ke sini.hanya untuk satu alasan yaitu membawamu kembali pulang. Kita mulai lagi hidup kita dari awal dan aku janji tidak akan pernah menyakitimu lagi." Ansel begitu tulus mengatakan semua itu sambil terus menatap wajah Irene yang saat ini hanya diam seribu bahasa.
"Apa aku bisa percaya begitu saja? Setelah apa yang dilakukan Ansel selama ini," batin Irene menampik dirinya untuk tak begitu saja mempercayai pria yang kini ada di hadapannya.
...🌺🌺🌺...
Bersambung✍️
__ADS_1