
10 hari menuju terbitnya Ansel dan Irene di tanggal 1 Februari. Menjelang tamat SCM dan kita beralih ke Ansel dan Irene ya sahabat semua.
Selamat membaca!
Setelah tiba di Coex Mall. Sebuah mall mewah yang berada di kawasan pusat kota Seoul. Will pun menghentikan mobil yang dikendarainya di lobi mall.
"Kita sudah sampai Tuan," ucap Will sambil keluar dari dalam mobil untuk membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya.
"Silahkan Tuan," ucap Will masih berdiri di samping pintu mobil yang telah dibukanya.
Darren pun keluar, diikuti oleh Dyra yang turun dari pintu yang sama dengan suaminya itu.
"Aku sudah lama sekali tidak ke mall ini," ucap Dyra penuh rasa bahagia, karena sudah sangat lama sekali ia tak melihat dunia luar selain kampus tempatnya mengajar.
"Apapun yang membuatmu bahagia, aku juga bahagia sayang. Ayo kita masuk!" ajak Darren dengan senyum manis di wajah tampannya.
Saat keduanya masuk ke dalam mall, sepasang mata yang sedang berada di dalam mobil, mengamati mereka dengan seksama.
πππ
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, tibalah bagi Owen untuk kembali ke apartemen setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya.
__ADS_1
"Semoga saja Tuan Darren besok sudah bisa masuk kerja. Hari ini cukup melelahkan karena banyak sekali laporan, terutama laporan akhir tahun ini."
Owen terus melangkah menuju mobilnya yang terparkir di pelataran kantor. Setelah sampai di mobil, Owen langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam. Namun, tiba-tiba saja satu tangan terlihat menahan tubuh Owen, pria itu pun menampilkan raut tanya di wajahnya, sambil menoleh ke belakang tubuhnya.
"Siapa kamu?" tanya Owen dengan kening yang berkerut dalam.
"Saya mantan suami Bella. Bisa ikut saya sebentar! Karena ada hal penting yang harus saya bicarakan tentang Bella," ucap Isco penuh keseriusan di wajahnya.
Owen pun tersentak kaget dengan kehadiran Isco yang datang menemuinya.
"Pasti ada hal yang sangat penting, sampai dia mencari tahu dan datang ke kantor ini, pasti dia ingin bertemu dengan Tuan Darren, tapi karena hari ini Tuan tidak masuk jadi dia mungkin menemuiku," batin Owen berpikir keras.
"Oke, tapi sebaiknya di dalam mobil saja ya!" jawab Owen penuh tanda di dalam pikirannya.
"Owen, kau harus memberitahu kepada Darren, jika sekarang ini nyawa istrinya sedang terancam, karena Bella menghubungi seseorang untuk membunuh istrinya!"
Owen sampai tersedak salivanya sendiri, ketika mendengar apa yang telah dikatakan oleh Isco. Rasa cemas kini langsung menghinggapi pikirannya.
"Bisa-bisanya Nyonya Bella bisa berpikir demikian," geram Owen dengan apa yang didengarnya.
"Kalau begitu aku akan segera menghubungi Tuan Darren," sambung Owen sambil mengambil ponsel dari saku jasnya, lalu mulai menghubungi Darren.
"Tapi bukannya saat ini Tuan Darren berada di rumah sedang menemani Nyonya Dyra yang sakit. Mungkin lebih baik aku datang saja langsung ke rumah, tidak enak jika aku bicarakan hal ini di telepon," batin Owen mengurungkan niatnya untuk menghubungi Darren dan kembali menyimpan ponsel pada saku jasnya.
__ADS_1
Isco melihat dengan penuh rasa heran, ketika Owen kembali menyimpan ponsel ke dalam saku jasnya. "Kenapa kau tak jadi menghubungi Darren?" tanya Isco mengerutkan keningnya.
"Biar aku bicara saja secara langsung dengan Tuan Darren di rumahnya, karena saat ini beliau sedang menemani Nyonya Dyra yang sakit."
"Oh jadi karena itu, Darren tidak masuk kerja. Baiklah terserah keputusanmu saja, yang penting saya sudah memberitahumu!"
"Terima kasih atas informasinya yang kau berikan Tuan Isco."
"Sama-sama Owen. Saya hanya kebetulan saja, mendengar percakapan Bella di telepon, maka itu saya berinisiatif untuk memberitahukan hal ini kepada Darren, tapi karena saya tanya pada bagian resepsionis hari ini Darren tidak masuk kerja, jadi saya memberitahukan hal ini padamu saja," tutur Isco menjelaskan semuanya.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya." Isco menjabat tangan Owen, kemudian beranjak keluar dari mobil.
Sementara itu Owen langsung mengendarai mobilnya untuk menuju rumah kediaman Darren.
"Kalau begini sepertinya Nyonya Dyra harus memiliki seorang bodyguard untuk mengawalnya," gumam Owen menatap ke arah jalan dengan pikiran yang saat ini tertuju pada ancaman yang dikatakan oleh Isco.
πΈπΈπΈ
Bersambung βοΈ
Berikan komentar kalian ya.
Terima kasih banyak.
__ADS_1