Suamiku Calon Mertuaku

Suamiku Calon Mertuaku
S2 : Kenangan Suga


__ADS_3

Selamat membaca!


Pada akhirnya, Irene pun memutuskan untuk memberikan keadilan kepada Suga yang saat ini sudah tiada. Irene ingin bila sang mantan kekasih dapat beristirahat dengan tenang di alam yang kini memisahkan raga keduanya.


"Irene apa kamu yakin dengan semua?" tanya Ansel sekali lagi yang melihat masih ada kilatan keraguan di manik mata Irene.


"Aku yakin Ansel, lagipula bukankah kejahatan itu memang harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas apa yang dilakukannya. Jadi Kakak harus mempertanggung jawabkan semuanya." Irene benar yakin mengatakan semua itu. Tak ada keraguan yang tadi tampak menaungi wajahnya. Namun, raut sendu mulai melukis paras cantiknya hingga membuat Ansel langsung mendekap tubuh istrinya dengan begitu erat.


"Kamu harus kuat. Ini adalah pilihan sulit, tapi kamu harus yakin jika apa yang kamu putuskan adalah yang terbaik untuk kamu, Joo Won, dan juga Suga." Ansel masih mendekap erat tubuh rapuh Irene ditemani embusan angin yang bertiup di sekitar danau membuat udara dingin mulai terasa menusuk-nusuk kulit keduanya.



"Semakin dingin sayang di sini, ayo kita kembali ke mobil dan setelah itu kita ke kantor polisi sekalian menjenguk Amma di sana!"

__ADS_1


Irene pun dengan cepat mengangguk sebagai tanda ia setuju atas apa yang telah Ansel katakan padanya. Namun, saat Ansel baru melangkah menjauh dari danau, lagi dan lagi sebuah bayangan hadir di dalam pikirannya yang membuatnya harus melepas tangannya dari tubuh Irene.


"Ansel kamu kenapa?" tanya Irene yang kembali cemas saat melihat tubuh suaminya beringsut semakin menjauhinya.


Irene yang semakin cemas, tak kuasa menahan rasa panik dan berteriak sekeras-kerasnya dengan harapan semoga Will ataupun orang disekitarnya dapat mendengarnya untuk memberi pertolongan kepada Ansel. Saat ini Irene benar-benar panik, karena suaminya itu sudah tergelatak di rerumputan dan berguling-guling, hingga terhenti di sebuah kursi putih yang berada beberapa langkah di sebelah kanan Irene.


"Ansel." Irene berlari cepat menghampiri tubuh Ansel yang masih terdengar mengerang kesakitan dan terlihat memegangi kepalanya.


"Kotak ini dijatuhkan Suga di sini tepatnya di bawah kursinya saat ia dipukuli oleh Joo Won dan ketiga temannya. Dia seperti menuntunku untuk mengambilnya, bayangan itu benar-benar jelas terlihat."


Kedua bibir Irene bergetar lirih saat mengambil kotak tersebut dan mulai membukanya dengan perlahan. Seketika kedua matanya membulat sempurna saat isi kotak itu ternyata adalah sebuah jam tangan beserta gelang yang memang pernah ia tunjuk di suatu mall saat dirinya sedang berada di sana bersama Suga.


__ADS_1


"Jam tangan ini." Irene seketika menangis karena ia sudah tak mampu lagi menahan kesedihan yang saat ini telah membuncah di dalam dirinya.


Rasa rindu dan semua kenangan indah bersama Suga mulai terlintas secara bergantian di dalam pikirannya.


"Suga, maafkan aku. Semua ini karena kesalahanku. Maafkan aku Suga." Hanya kata-kata itu yang terus terucap dari mulut Irene yang benar-benar sangat terpukul atas semua kenyataan yang terjadi dengan Suga. Pria yang selalu memberikan kebahagiaan dalam hidupnya dan selalu memperlakukannya dengan istimewa.


...🌺🌺🌺...


Bersambung✍️


Baca juga, One Night Stand With Boss


__ADS_1


__ADS_2