
Go Jogja... Curhat!
Akbar benar-benar sudah mantap untuk mengubur perasaannya dalam-dalam kepada Niki. Bagaimanpun juga, semua itu tak mungkin terjadi. Mereka tetap tidak akan bisa bersama.
Setelah sampai di Jogja, Akbar mengabari Yasha kalau dirinya sudah sampai di rumah. Dan Akbar pun menanyakan bagaimana kondisi terbaru dari Niki pasca kecelakaan. Namun Niki belum juga sadarkan diri. Sebenarnya Akbar sangat khawatir kepada Niki.
Sebelum Akbar pulang ke pesantren, ia mampir di pusat toko mainan dan pakaian. Akbar berfikir kalau ia akan membelikan untuk ketiga keponakannya. Yakni, kesayangannya Airy dan Raihan. Lalu Diaz, anaknya Mala dan Pak Lheknya, dan Naira anak dari Kakak sulungnya dan musuhnya. Clara dan Keny.
Waktu itu, ia melihat ada seorang gadis berjilbab membantu seorang nenek menyebrangi jalan. Dan beberapa saat kemudian gadis itu sudah ada di sampingnya.
"Assallamualaikum, maaf baju itu sudah saya pesan untuk dua keponakan saya" Kata Gadis dengan sopan.
"Waalaikum sallam, ini?" Tanya Akbar.
"Iya, maaf ya. Jika bukan untuk keponakanku, bisa kamu miliki. Buk berapa?" Tanya Gadis itu.
"Jadi total sama yang tadi 200 ribu ya" Kata kasir.
"Ini, sekalian ya. Sama biasanya" Kata gadis itu.
"Assallamualaikum" Ucapnya.
"Waalaikum sallam warrohmatullahi wabarokatuh".
Gadis lemah lembut nan anggun itu pun telah pergi, Pemilik toko mengingatkan Akbar untuk menjaga pandangannya. Karena sebentar lagi, dia akan di jodohkan.
Singkat cerita, malam itu akan ada pertemuan dua keluarga besar. Pertemuan antara Akbar dan calon istrinya, eh belum ya. Masih di rahasiakan Akbar akan menerima perjodohan itu atau tidaknya.
Di season ini, Keny udah nikah ya sama Clara. Mereka memiliki anak berusia 3 tahun yang lucu, jenis kelamin perempuan. Tomboy seperti Clara. Namanya Naira. Tapi tidak di asuh oleh Keny dan Clara karena ada suatu hal yang harus mereka selesaikan. Naira di rawat oleh Aisyah dan Rifky, kadang juga bersama Leah dan Ruchan.
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam"
"Kak Ais dan Kak Rifky datang juga ya?" Tanya Syakir.
"Iya dong, masa Abang rasa Adek ini ada acara kita gak datang sih" Kata Aisyah.
"Airy sama Raihan kemana? Maaf ya, ulang tahun ke 7 mereka Abang gak pulang!" Kata Akbar.
"Gak papa lagi, mereka ada kok. Paling bermain sama Diaz dan Naira deh" Kata Aisyah.
__ADS_1
"Bro! Sini bentar!" Kata Ruchan memanggil Rifky.
"Bentar ya Mi, itu Abi manggil" Kata Rifky.
"Oh iya Bi. Emm Syakir gak sibuk kan?" Tanya Aisyah.
"Enggak sih Kak, kenapa emang?" Ujar Syakir.
"Tolong jagain keponakan-keponakanmu dulu ya, soalnya dari tadi si Diaz sama Raihan berantem mulu" Kata Aisyah.
"Jatah?" Kata Syakir menadahkan tangannya.
"Dah jadi Ustad juga! Masih pamrih, ingat hukum pamrih kan?" Tanya Aisyah.
"Lah, sama adek sendiri. Sekali-kali adeknya di manja kek. Gak kayak Adek rasa Abang yang itu terus yang di perhatikan" Kesal Syakir.
"Bocah lu!!" Kata Akbar.
"Tau tuh, udah gede aja, kalau sama Kakaknya masih manja" Kata Aisyah.
"Oh iya Kak! Berhubung Kakak sedang sama Abang, boleh gak Abang curhat sebentar saja, sebelum acara dimulai, dan sebelum keluarga sahabat Abi datang" Kata Akbar serius.
Aisyah mengangguk, dan mencarikan tempat yang cocok untuk Akbar leluasa bercerita. Mereka menemukan tempat di depan ayunan mereka berdua.
"Aku menyukai wanita lain, tapi sekedar menyukai saja. Aku ingin sendiri menerima perjodohan ini. Tapi menurut Kakak, jika Abang nanti bicara secara pribadi dengannya, apa Abang harus jujur masalah wanita itu? Abang takut hatinya akan terluka" Kata Akbar.
"Jujur memang menyakitkan Bang, tapi berbohong demi apapun juga tetaplah berbohong. Siapa tau dia juga punya uneg-uneg yang bisa di jelaskan ketika Abang jujur. Percaya diri saja, namun tetap jaga cara bicaranya" Kata Aisyah
Gadis itu, Ternyata......
Semua sudah berkumpul di ruang tamu. Keluarga Fikri pun juga sudah datang. Alasan kenapa bukan keluarga Ruchan yang kesana ialah, karena Fikri ingin berkunjung ke pesantren.
Acara pun dimulai.
"Ini putri satu-satunya kami Han, namanya Fatimah Jodha Jaelani, kami biasa memanggilnya Fatim" Kata Fikri.
"Assallamualaikum"
"Waalaikum sallam, merdunya suara. Masya Allah" Puji Ruchan.
Akbar kaget, teryata yang akan di jodohkan dengannya adalah Gadis yang siang hari tadi bertemu di toko. Ia mengucek matanya berkali-kali takut salah melihat. Namun itu benar-benar gadis siang tadi.
__ADS_1
"Kamu kan yang tadi siang kan?" Tanya Akbar tiba-tiba.
"Maaf?" Tanya Fatim.
"Yang ketemu tadi di depan toko mainan dan baju anak. Siang ini!" Kata Akbar.
"Abang!! "Kata Aisyah melotot dan menepuk jidadnya.
"Oh maaf ya, maaf" Kata Akbar.
"Ah gak papa nak Ais, namanya juga anak muda. Biarlah mereka mengikuti jamannya, asal akhlak dan Iman tetap selalu di hatinya" Kata Fikri.
Ruchan dan Leah pun menyuruh Akbar mengenal lebih lagi dengan Fatim. Seperti dulu Leah mengajak Ruchan di taman rumah yang di Jakarta untuk mengobrol. Akbar memilih di ayunan yang dulu selalu ia mainkan berasama Aisyah.
"Fatim, eh maaf. Dek Fatim tadi siang dari mana?" Tanya Akbar gugup.
"Fatim saja gak papa kok. Kak? Mas atau...." Kata Fatim.
"Abang saja gak papa. Semua orang memanggilku dengan sebutan itu soalnya" Kata Akbar.
"Abang kesibukannya apa?" Tanya Fatim.
"Hanya membantu membalut luka saja kok" Jawab Akbar santai.
"Dokter ya? Fatim suka dengan orang berprofesi sebagai Dokter, tapi bukan karena uang atau jabatannya ya. Fatim lebih suka ke usaha mereka yang siap siaga membantu orang menyembuhkan penyakitnya" Kata Fatim.
"Fatim pernah pacaran?" Tanya Akbar tiba-tiba.
"Pernah, dulu waktu kecil sering ejek-ejekan gitu hehehe. Fatim belum pernah pacaran kok Bang. Abang sendiri?" Tanya Fatim.
"Kalau pacaran sih belum juga. Cuma pernah suka aja sama perempuan" Kata Akbar malu-malu.
"Kenapa mesti gitu ekspresinya? Santai saja, itu hal yang wajar bukan? Kecuali jika Abang sudah menjadi seorang Suami, itu gak boleh menyukai wanita lain" Kata Fatim.
"Abang sudah memutuskan, perjodohan ini akan tetap berlanjut, tapi menunggu Abang dapat surat izin dari Jepang praktik di sini" Kata Akbar.
"Semangat ya!!! " Kata Fatim.
"Ayuk kita masuk" Ajak Akbar.
"Akbar, kamu gak ingatkah sama aku? Aku yang sering ada ketika kamu di hina sebagai anak angkat dulu Akbar. Aku Jodha, katamu aku adalah Jodhamu seperti di film India Jodha Akbar film kesukaan Ayahku itu" Batin Fatim.
__ADS_1
Siapa Fatim? Ingatan apa yang Akbar lupakan. Teman atau siapakah Fatim ini?