
Masalah Airy selesai, karena Airy membuat kesalahan, ia tetap di hukum oleh Aisyah untuk mencuci pakainannya sendiri selama satu minggu.
Hari itu sudah sore, Rifky dan Aisyah siap-siap untuk berangkat ke rumah Ruchan untuk ikut acara lamaran Abang rasa adik tersayangnya dengan Fatim. Semua barang yang Akbar pesan juga Aisyah yang bawa, karena Akbar mempercayakan acara lamarannya kepada Aisyah.
Tidak butuh waktu lama untuk Rifky mengendarai mobilnya sampai ke rumah Ruchan, disana juga sudah ada Keny dan Clara. Bahkan pasangan pengantin baru, Syakir dan Ika pun juga sudah siap semua. Tinggal menunggu adzan Ikhsan dan Ilham yang masih ada di pesantren.
"Bar, besok kan kamu berangkat tuh ke Jepang. Lalu acara pernikahan kamu mau di adain dimana?" Tanya Clara.
"Emmm belum tau sih Kak. Aku ngikut Abi sama pihak dari Fatim saja lah, kalau bisa sih jangan mendadak gitu waktunya, kayak satu bulan lagi gitu. Susah ngambil cuti nya" Jawab Akbar.
"Yang penting acara nya lancar dulu aja yang ini. Itu kan bisa di bahas nanti setelah lamaran" Kata Leah.
__ADS_1
"Tapi kalau mau di adain di Jepang, ya cuma keluarga aja dong. Gak resepsi?" Tanya Aisyah.
"Resepsi pernikahan atau walimatul urusy(pesta pernikahan) secara bahasa artinya berkumpul. Tujuan dilakukannya resepsi adalah guna memberikan dan mebagikan kabar gembira tersebut kepada kerabat atau keluarga, serta sebagai wujud dari rasa syukur kita terhadap Allah SWT. Tapi gak wajib juga sih resepsi itu, yang penting sah secara agama dan negara itu sudah cukup" Kata Syakir.
"Islam tidak melarang umatnya untuk melakukan sebuah resepsi pernikahan, namun alangkah baiknya jika melakukan persiapan pernikahan dan resepsinya dalam bentuk yang sesederhana mungkin. Tapi kan Fatim anak tunggal, masa iya mau sederhana saja sih!" Sambung Kabir.
"Wuihh si Kabir nimbrung aja nih, sok tau banget. Nikah aja belum" Kata Keny.
"Rasulullah SAW. bersabda : Selenggarakanlah walimah(resepsi) meskipun hanya dengan menyembelih seekor kambing. Hore, berarti saat resepsi nanti Abang harus nyiapin banyak daging kambing ke kita nih. Kita kuras uang Abang juga" Sambung Ruchan.
"Gak papa, ntar biar aku ngrampok dulu dari kamar sebelah buat makan-makan hahahha" Tawa Akbar.
__ADS_1
"Maksudnya Papa gitu? Dasar bocah sableng" Kata Sandy menepuk pecinya ke bahu Akbar.
"Wah mambu telek ih. Siapa yang sendalnya nginjak telek (kotoran ayam)?" Teriak Airy.
Para wanita langsung lari ke depan dan memeriksa sendal siapa yang menginjak kotoran. Ternyata sendal Jamil yang menginjak kotoran ayam itu dan membuat suasana semakin meriah sore hari itu.
Karena dua orang yang di tunggu sudah datang, mereka semua sudah siap berangkat ke rumah Pak Fikri. Di sana juga semuanya sudah siap, termasuk Fatim yang sore itu mengenakan gamis putih yang indah.
Acara lamaran berjalan dengan lancar, para senior juga sedang membicarakan tanggal yang tepat untuk Akbar dan Fatim menikah. Sementara itu, Fatim mengajak Akbar, Kabir dan Jamil keliling rumahnya yang banyak sekali hewan peliharaan dan kebun pribadi di samping rumah.
Karena sudah gelap, akhirnya mereka hanya sampai di peternakan ayam saja yang ada di belakang rumah mereka. Berbeda dengan Airy, Raihan dan Naira yang sedang asyik bermain dengan kucing peliharaan Fatim juga.
__ADS_1
Sedangkan pasangan Rifky, Aisyah dan Keny Clara tetap berada di dalam rumah ikut membahas acara pernikahan Akbar dan Fatim.