Suara Hati

Suara Hati
Bab. 47


__ADS_3

Ketika Oshi membeli kado, Akbar menarik tangan Niki dan meminta Oshi untuk mencarikan hadiah yang cocok untuk Yasha, karena Akbar merasa tidak nyaman dengan sikap Niki yang terkesan mengabaikan dan menjauhinya, bukan karena merasa sakit hati, melainkan ia tidak ingin hubungan persahabatannya dengan Niki menjadi renggang karena masalah hati kemarin.


"Abang apa-apaan sih, kenapa tarik-tarik aku?" Tanya Niki dengan nada kesal.


"Kamu jauhi aku?" Tanya Akbar.


"Enggak!" Jawab Niki dengan memalingkan wajahnya.


"Karena hal kemarin kan? Bukankah kamh sudah berjanji bahwa hubungan persahabatan kita tidan akan berubah dengan adanya insiden kemarin?" Tanya Akbar.


"Aku bilang enggak ya enggak, jangan memancing emosiku deh" Kesal Niki.


"Emosi? Niki, plis ya. Kita ini sama-sama sudah dewasa, kita bukan remaja lagi yang hanya dengan masalah cinta akan merubah semuanya. Aku mohon jangan bersikap seperti ini Niki" Kata Akbar.

__ADS_1


"Tolong beri aku waktu, ini bukan hanya rahasia kita kan? Oshi, Jesicca dan Yasha pun tau dengan masalah kita, mereka pasti akan mengerti dengan keadaan ini Bang. Tolong hargai keputusanku, seperti aku menghargai keputusanmu juga" Kata Niki.


"Mungkin kamu nggak akan pernah bisa membalas perasaanku, tapi cintaku ini akan selalu hidup untukmu.Salah nggak sih, mencintaimu? Karena perasaan itu ada sejak pertama kali aku melihatmu." Sambung Niki.


"Berhenti melukai hati sendiri untuk seseorang yang nggak pernah bisa membalas perasaanmu Nik" Kata Akbar.


"Kita masih bisa bersahabat bukan?" Tanya Akbar.


"Kamu akan mencariku pada sosok orang lain, percayalah. Dan kamu nggak akan pernah menemukan orang yang dapat mencintaimu seperti aku." Kata Niki.


"Cukup!! Tidakkah kalian malu dengan ribut masalah percintaan? Kalian sudah dewasa, bagaimana mungkin kalian ribut akan hal itu! Cinta? Pengorbanan? Plis jangan buat masalah di hari spesial sahabat kita" Kata Oshi yang sudah mendengar perdebatan cinta antara Akbar dan Niki.


Oshi menegahi mereka, dan memberikan mereka pengertian. Cinta yang bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan awalnya. Banyak yang kemudian putus asa dan depresi karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Terkadang memang begitu, ada perjuangan yang berakhir dengan kesedihan bahkan penolakan karena sebagian kisah tidak selalu soal kebahagiaan.

__ADS_1


"Sakit memang sakit rasanya, kecewa memang kecewa yang kudapatkan, tetapi akulah yang memilih untuk mencintaimu" Kata Niki dalam hati.


Ketika hendak masuk ke rumah sakit,


"Maaf" Kata Niki.


"Iya Nik?" Tanya Oshi.


Niki menatap Akbar, Oshi mengerti akan kode itu dan meninggalkan mereka berdua menemui Yasha terlebih dahulu, dengan syarat mereka harus menyelesaikan dengan sikap dewasa.


"Tertawa bersama, menangis bersama, jalan bersama! itu semua dulu! sekarang aku jalan seorangan sementara kau bersama yang lain! Maafin aku jika pernah salah ketika bersamamu." Kata Niki.


"Aku tidak tahu kita ini berjodoh atau tidak Niki? Semua sudah ada yang mengatur takdir kita, aku percaya dengan Tuhanku. Saat ini, maaf Nik, aku benar-benar tidak bisa menolak akan kehadiran Fatim, dia telah menungguku sejak lama" Kata Akbar.

__ADS_1


"Hey, sudahlah, aku sadar akan hal itu. Aku hanya mengatakan apa yang ada di hati dan isi kepalaku saja. Kita mulai semuanya dari awal, kita mulai juga persahabatan kita. Dan doa kan aku segera melupakan perasaan ini, sehingga aku akan berubah menjadi rakus dan mengejarmu lagi" Kata Niki dengan senyuman di wajahnya.


Sedikit tapi perlahan, Nikita pasti bisa melupakan perasaannya kepada Akbar, karena bukan sifat Niki sebagai orang jahat yang akan merusak hubungan orang lain. Nggak ada yang lebih pahit selain mengalami cinta bertepuk sebelah tangan, apalagi ketika kamu telah jatuh hati padanya dan merasa kalau dia “the one”.


__ADS_2