Suara Hati

Suara Hati
Bab.39


__ADS_3

"Loh ini kan pesantren Bi?" Tanya Syakir.


"Iya emang pesantren, kenapa?" Tanya Ruchan balik.


Syakir dan Akbar terlihat seperti orang kebingungan, karena mereka tidak tahu jika gadis yang ingin di jodohkan dengan Syakir adalah seorang putri dari Kyai pesantren itu.


Suasananya tidak jauh berbeda dari pesantren Darussalam, namun suasana pesantren ini lebih sejuk karena lokasinya jauh masuk kedalam perkampungan dan sekelilingnya masih banyak sawah. Pesantren itu juga sangat sederhana, namun semua santrinya lumayan banyak dan ramai-ramai mengaji dan tadarusan malam itu.


Melewati yang di sebut pendopo pesantren itu, Ustad-ustad disana juga masih sangat muda. Mungkin seumuran dengan Syakir dan Akbar. Masih di buat takjub oleh pemandangan yang indah dari penjara suci itu, mereka di sambut oleh beberapa santri yang berada di depan sebuah rumah, yang kemungkinan itu adalah rumah Sang Kyai di sana.


Rumah joglo yang masih sangat jadul, membuat Syakir teringat rumah Kyai Ikhsan (Pak Dhe) nya, di daerah Jogja memang masih banyak rumah joglo seperti itu.


Dalam rumah juga sama dengan rumah Ikhsan, pernak pernik ala pesantren juga sama dengan rumah itu, saat kami berbincang-bincang dengan calon Kakak ipar Syakir.


"Em Kyai Syaiful kemana ya?" Tanya Ruchan.


"Oh Abi sedang keluar sebentar, katanya ada hal penting dan akan segera kembali kok" Kata Solihin (calon kakak ipar Syakir kalau jadi).


"Owalah, ya kita tunggu saja" Kata Ruchan.


"Oh iya Ustad, yang Syakir yang ini ya?" Tanya Solihin sok tau.

__ADS_1


"Belum-belum sudah terabaikan" Kata Syakir dalam hati.


"Oh bukan, saya Abangnya hehe. Nama saya Akbar" Kata Akbar.


"Ohh gitu, berarti ini yang namanya Syakir, haha gak usah pakai saya sayaan, usia kita hanya selisih dua tahun kok" Kata Solihin.


"Lah, seumuran sama Kak Ais dong. Assallamualaikum, salam kenal ya" Kata Akbar.


"Siapa Kak Ais? Kakak kalian?" Tanya Solihin.


"Iya, Namanya Aisyah, putri singa perempuan dari keluarga Handika pesantren Darussallam" Jawab Syakir dengan santai.


"Aisyah? Pesantren Darussallam? Nama belakang Handika?" Kata Solihin masih berfikir.


"Tunggu sebentar ya" Kata Solihin masuk kedalam.


Ketika Solihin masuk ke dalam, Kyai Syaiful sudah pulang dan mulai bercengkrama dengan Ruchan dan Leah, berbeda dengan Akbar yang mulau bosan dengan perbincangan sesepuh itu, ia pun pamit keluar untuk melihat-lihat.


"Jika be........ Eh Abi dah pupang to? Maaf Bi" Kata Solihin mencium tangan Kyai Syaiful, dia yang tadinya ingin menunjukkan sebuah foto pun mengurungkannya.


Solihin keluar membawa foto itu dan mencari Akbar untuk menanyakan tentan Aisyah, karena kebetulan Solihin juga memiliki teman masa sekolah dasar yang bernama Aisyah dari pesantren Darussallam.

__ADS_1


"Assallamualaikum! Di cariin ternyata disini!" Kata Solihin menepuk bahu Akbar dengan keras.


"Waalaikum sallam, ada apa sih Bro? Kira-kira dong nepuknya, sakit lah" Kata Akbar.


"Lah mung lirih kok, eh aku mau nanya! Aisyah Kakakmu itu yang ini ndak sih?" Tanya Solihin.


"Wuiiihh, dari mana kamu dapat foto ini, wah jangan-jangan kamu predator ya, eh pedofil ya?" Tanya Akbar.


"Ndak lucu Bar, ini nih anak laki-laki sek bagos dewe ini aku loh, aku itu dulu satu sekolah sama Aisyah" Kata Solihin.


"Bagus dewe opo? Ini rambut di kasih minyak jlantah kah? Klimis amat Pak, mana dibelah dua lagi hahahha" Kata Akbar tertawa.


"Wah pelanggaran, ini itu udah paling ganteng dulu tau, sekarang gimana kabar Aisyah?" Tanya Solihin.


"Ada deh" Jawab Akbar.


Akbar dan Solihin nampak semakin akrab karena membicarakan tentang Aisyah. Tidak terduga kalau ternyata Aisyah dan Solihin adalah teman masa kecil di sekolah. Dan ternyata, Aisyah juga terkenal galak dan jutek oleh teman-teman seangkatannya.


Suami - Kenapa semua teman masa kecil sih? Kan jadi bosen bacanya.


Aku - Lah kan mereka masih satu kota, rumah mereka juga tidaklah jauh Ayah.

__ADS_1


Suami - Hadeh, carilah inspirasi lain, jangan teman masa kecil mulu, teman satu SMA misal gitu, dan pernah ada rasa gitu.


Aku - Mereka Anak Ustad dan Kyai, kalau mereka punya cerita di SMA yang cinta-cintaan, entar aku nya di hajar online dong sama Kakak-kakak setia Suara Hati.😁😁


__ADS_2