Suara Hati

Suara Hati
Bab. 151


__ADS_3

Sesuai dengan saran Kabir, Syakir pun mengajak Balqis ke makam Ika. Mereka tidak hanya berdua, ada Kabir dan Aminah juga yang menunggunya di luar area makam.


"Kalau Ustad memang belum siap, udah nggak papa. Aku nggak masalah kok, mungkin ada yang lebih pantas selain aku" Kata Balqis.


"Maksud kamu?" Tanya Syakir.


"Bukannya, Ustad mau dijodohin ya sama Febri, dia gadis yang pintar, hafalannya juga sudah banyak. Lebih pandai juga dariku, bagus untuk mendidik Aminah" Kata Balqis.


"Yang Aminah mau kamu Balqis, kita kesini mendoakan Zulaikha saja, dan meminta restu padanya." Kata Syakir.


"Aku tau kalau Ustad belum siap, aku pun juga. Bahkan, aku malu jika harus mengungkapkan kekuranganku padamu Ustad" Kata Balqis dalam hati.


Di sekolah, Ceasy terus saja berdiam diri, ia menjadi tidak semangat untuk belajar. Tak secara langsung cintanya di tolak oleh Kabir. Ia ingin sekali mendapatkan cinta Kabir, namun perasaan tidak bisa di paksakan.


"Ces, kamu kenapa sih dari tadi bengong" Tanya Varo.

__ADS_1


"Nggak papa, kenapa?" Kata Ceasy.


"Jalan yuk nanti sore. Nonton gitu" Ajak Varo.


"Aku sibuk" Kata Ceasy.


Varo pun pergi keluar kelas, ia sangat kesal karena sejak Kabir pulang, ia merasa di acuhkan oleh Ceasy. Bekal yang di bawakan oleh Varo pun juga tidak disentuh oleh Ceasy, ada apa dengan Ceasy?


Setelah ke makam Zulaikha, Kabir mengajak Syakir, Aminah dan Balqis untuk makan di tempat gurame bakar langganan keluarga. Disana, Kabir memberi kesempatan Syakir dan Balqis untuk mengenal lebih dekat lagi.


"Balqis" Kata Syakir.


"Emm, nggak jadi" Kata Syakir gugup.


"Katakan saja, bagaimana kelanjutannya? Aku akan kembali ke Singapura 3 hari lagi. Besok aku akan khataman dan buat syukuran karena aku lulus dari pesantren" Kata Balqis.

__ADS_1


"Kok mendadak sih?" Tanya Syakir.


"Ya mau bagaimana lagi? Aku sudah 3 tahun juga kan disini, aku sudah memenuhi keinginan Papaku" Kata Balqis.


"Bagaimana cara agar kamu selalu disini bersama Aminah?" Tanya Syakir.


"Pertanyaanmu itu..... Ustad, pernah nggak? Ah nggak jadi" Kata Balqis.


Syakir ini laki-laki yang tidak bisa bicara dengan leluasa dengan wanita yang bukan mahramnya. Sudah beberapa kali latihan dengan Kabir, ia pun harus gugup lagi di depan Balqis.


"Maaf, kamu mau jadi Ibu dari Aminah? Me-me-menjadi i-i-istriku" Kata Syakir gugup.


"Aku bisa berusaha menjadi Ibu yang baik buat Aminah Ustad. Tapi aku tidak tau, aku bisa atau tidak menjadi istri idaman seperti mendiang Zulaikha" Kata Balqis dengan nada lirih.


"Kita sama-sama belajar mencintai Balqis, tapi semua keputusan ada di tanganmu, mana mungkin aku memaksamu kan?" Ucap Syakir sambil mengelap kringat dinginnya.

__ADS_1


"Ok, aku akan ceritakan kekuranganku. Aku tidak bisa mengandung Ustad, apakah kamu busa menerima kekuranganku ini? Itu mengapa aku suka anak-anak. Karena aku nggak bisa memiliki anak sendiri, Ustad belum memiliki anak laki-laki, bagaimana mungkin mau menikahiku yang tidak bisa mengandung ini" Kata Balqis dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kau tau kisah Nabi Ibrahim As dan istrinya Sarah? Ia merupakan wanita mukmin yang memiliki kecantikan mengagumkan di zamannya. Tak hanya cantik secara fisik, Sarah juga merupakan wanita yang sangat cantik akhlak dan budi pekertinya. Ia juga sebagai seorang wanita yang ramah, murah sedekah dan begitu patuh dengan sang suami yakni Nabi Ibrahim As." Kata Syakir.


__ADS_2