Suara Hati

Suara Hati
Bab. 138


__ADS_3

"Payah tuh si Balqis. Kita yang nolongin, kita juga yang diusir" Kata Jamil.


"Kita? Yang nolong cuma aku, kenapa jadi kita Mil" Kata Syakir mengemudikan motornya dengan kencang.


"Allahumma bariklana fiima rozaktana waqina'adzabannar" Ucapa Jamil sambil berteriak.


Setelah mengambil Asi untuk Aminah, Syakir langsung pulang untuk mengajar di pesantren. Kali ini Aminah sedang bersama dengan Sera dan Leah. Aminah dan Sita sedang di bawa berjemur di taman kecil pesantren.


"Aminah pinyar ya Bu Lhek, dia udah bisa tengkurap lama loh, lebih lama dari Sita" Kata Sera.


"Jangan di banding-bandingkan Sera. Anak itu memiliki kelebihannya masing-masing. Setidaknya, Sita masih memiliki Ibu, sedangkan Aminah...." Kata Leah.


"Bu Lhek, Aminah juga memiliki Ibu kok, ada kita berdua, ada Aisyah juga. Nah Mama mudanya juga ada tuh si Balqis" Kata Sera.


"Tapi yang Bu Lhek dengar, ada yang mau di jodohin dengan Syakir di pesantren, siapa namanya?" Tanya Leah.


"Katanya namanya si Febri, tapi nggak tau juga sih. Keputusan semua ada di tangan Syakir, hanya saja kasihan Aminah, dia udah deket banget sama Balqis Bu Lhek" Kata Sera.


Namun, Leah dan Ruchan tidak akan pernah lagi menjodohkan Syakir jika bukan Syakir sendiri yang memintanya.

__ADS_1


Kebahagiaan itu berlanjut sampai tahun ke tiga, keempat bayi itu kini sudah berusia tiga tahun. Dan di tahun ini juga, Kabir akan pulang dari tugasnya. Komunikasi antara Kabir dan Bonna juga semakin lancar, bahkan mereka selalu menanyakan kabar masing-masing.


Ceasy sudah masuk sekolah menengah atas, kini ia tumbuh menjadi gadis yang cantik dan lembut, berbeda saat kecil dulu yang kadang banyak tingkahnya. Si kembar Airy dan Raihan juga kini sudah duduk di bangku sekolah kelas 6 Sd, begitupun dengan Diaz anak dari Farhan dan Mala.


Hari itu ada acara di rumah Ruchan, berkumpul bersama keluarga, Akbar dan Fatim juga akan pulang dari Jepang bersama dengan Falih tentunya. Papa Sandy dan Irene juga sudah menikah, mereka juga akan ikut bergabung di rumah Ruchan.


Saat itu Balqis sedang bersama dengan Aminah di taman, menunggu Syakir yang sedang kelurlar sebenyat. Tiba-tiba Febri datang dengan wajah tegak.


"Assallamualaikum, sini berikan Aminah kepadaku" Kata Febri.


"Haih, ini udah tiga tahun ya, kamu mau apa sih?" Tanya Balqis.


"Nggak mau, mau Mama Aqis" Kata Aminah terbata-bata.


"Denger sendiri kan? Ayo Aminah, biar Mama Aqis bawa kerumah nenek ya. Disana udah ada Mas Yusuf dan Kak Sita juga" Kata Balqis.


"Balqis!" Kesal Febri.


"Baiklah, aku yang akan merebut hati Ustad Syakir darimu Balqis dan anak kecil. Siapa juga yang mau memiliki anak sepertimu" Kata Febri dalam hati.

__ADS_1


Saat Balqis tiba, ternyata Akbar dan Fatim juga sudah ada disana. Falih pun juga sedang bersama dengan anak-anak yang lain. Nampak Clara dan Keny juga ada disana.


"Assallamualaikum" Salam Balqis.


"Waalaikum sallam"


"Eh Kak Balqis, sini Aminah biar sama aku aja kak" Kata Ceasy meminta Aminah untuk di ajak bermain dengan anak yang lain.


"Ceasy sekarang umur berapa ya? Udah besar ih, 3 tahun nggak ketemu" Kata Akbar.


"17 kak, kenapa?" Tanya Ceasy.


"Siap-siap di jodohin nih" Kata Jamil.


"Nggak mau, aku maunya........" Kata Ceasy terputus karena Kabir telah datang.


Kabir datang tidak sendirian, ia mengajak Bonna juga untuk berkenalan dengan seluruh keluarga Kabir. Dan ini kali pertama Bonna bertemu lagi dengan Aisyah, Rifky, Keny dan Akbar.


Assallamualaikum kakak, aku mau kasih tau kalian. Kau ada adik yang baru aja buat novel berjudul "Menikahi Karena Kehormatannya" Nama author Nadia Kalisa. Jangan lupa mampir kesana juga ya, tinggalin jejak disana. Terima Kasih Wassallamualaikum

__ADS_1


__ADS_2