Suara Hati

Suara Hati
Bab.37


__ADS_3

Setelah mengantar Fatim dan Jamil pulang, Akbar dan Syakir menyempatkan mampir ke rumah Kakaknya terlebih dahulu. Ada hadiah untuk ketiga keponakannya yang mereka bawa.


"Assallamualaikum Syakir. Nanti malam ikut Abi, kemaren kamu minta jodoh bukan? Abi udah ada jodoh untuk kamu!"


Pesan dari Ruchan membuat Syakir tersedak minumannya.


"Uhuk, uhuk. Cepet banget sih? Bercanda juga ah" Kata Syakir.


"Kenapa sih Kir? Santai aja minumnya, aku nggak akan minta lah. Santai ya, santai" Kata Akbar.


Syakir menjadi gugup, duduknya jadi tidak tenang. Jantungnya berdetak sangat cepat, seperti selesai marathon 10 kilo. Kakinya terus saja ia gerakkan. Akbar pun di buat kesal dengan tingkah Syakir itu.


"Kenapa sih Kir? Kuota habis? Mantan lewat? Tagihan listril? Tagihan hutan?" Tanya Akbar.


"Gak papa kok Bang" Kata Syakir dengan mengigit jarinya.


"Bohong banget ih, ada apa Kir. Jangan bikin aku gak fokus nyetir deh" Kata Akbar kesal.


"Abi udah nyiapin jodoh buat aku Bang" Jawab Syakir.


"Buahahahahahhaa"


Akbar tertawa terbahak-bahak tentang Ruchan yang sudah menemukan jodoh untuk Syakir. Wajah Syakir seketika berubah seperti anak SD yang hendak melakukan imunisasi/cacar di sekolah.

__ADS_1


"Lah kok tiba-tiba berhenti sih. Bahaya tau Bang!" Kata Syakir kaget.


"Apa sih, orang kita udah sampai gini kok. Lagian kenapa emang kalau udah dapetin jodoh dari Abi, kan tadi kamu sendiri yang bilang kalau mau Abi yang cariin jodoh agar gak salah pilih" Kata Akbar menahan tawa.


"Ya kan gak secepat ini Bang. Masa iya sih Abi cepet banget dapetinnya, ahh mana aku belum siap lagi" Kata Syakir.


"Santai aja Kir, percaya deh sama pilihan Abi. Santai kek di pantai Bro" Kata Akbar.


Betapa senangnya Aisyah dengan kehadiran adik-adiknya itu, apa lagi mereka membawakan oleh-oleh anak-anaknya dan dirinya. Ketika mereka sedang bercanda ria, Syakir terlihat diam dan melamun saja. Aisyah mencoba bertanya kepada Akbar dengan mengarahkan matanya kepada Syakir.


Akbar pura-pura tidak tahu dengan menggelengkan kepala dan menaikkan bahunya. Syakir seperti orang yang sedang gundah, sebenarnya bukan masalah di perjodohan, namun ia masih takut akan pernikahan, karena ia sangat pemalu kalau dengan seorang perempuan lain.


"Syakir, Syakir" Kata Aisyah.


"Astaghfirullah hal'adzim Abang ah. Ngapain sih, ngagetin aja" Kesal Syakir.


"Tuh Kak Ais panggil dari tadi juga, makanya jangan ngalamun aja" Kata Akbar nge gas.


"Oh, ada apa Kak?" Kata Syakir.


"Kamu kenapa sih dari tadi diem? Gak suka main kerumah Kakak" Tanya Aisyah.


Syakir pun memberikan ponselnya kepada Aisyah dengan tangan lemas, Aisyah pun membaca pesan dari Ruchan yang telah menemukan jodoh untuknya.

__ADS_1


Akbar tertawa sebelum Aisyah membacanya, begitupun dengan Aisyah, ia heran kepada adiknya itu. Bagaimana bisa pesan dari Ruchan ini membuatnya gundah seperti itu.


"Hahahahhaha" Tawa Akbar.


"Akbar ah, jangan gitu, adik kamu pusing tuh jadinya" Kata Aisyah menepuk paha Akbar.


"Jadi ini yang dari tadi buat Ustad kita ini galau?" Tanya Aisyah.


Syakir mengangguk-angguk.


"Memang kenapa kalau Abi udah dapat jodoh untuk.kamu Syakir. Kan memang kamu akan menikah nantinya" Kata Aisyah.


"Aku takut Kak" Jawab Syakir gemetar.


"Takut kenapa?" Tanya Akbar dan Aisyah bersamaan.


"Takut sama wanita" Kata Syakir.


Aisyah dan Akbar tertawa mendengar jawaban Syakir, kenapa Syakir takut wanita? Bukannya takut ya!.


Ini merupakan kunci utama bagi laki-laki juga perempuan. Ketika agama yang kuat ada dalam diri seorang laki-laki, maka semua hal lain mengikutinya. Selalu menjaga ketaatannya pada Allah dan Rasulullah, menjaga sholatnya dan dilakukan berjamaah dan tepat waktu, karena laki-laki sangat dianjurkan sholat berjamaah di masjid, menjalankan amalan sunnah, rajin dalam beribadah dan menuntut ilmu, selain itu juga selalu memelihara diri dari perbuatan yang dibenci Allah. InsyaAllah ketika laki-laki telah memiliki keteguhan iman yang kuat dan bertaqwa kepada Allah SWT, ia akan bersinar dan memiliki wajah yang tenang. Laki-laki yang seperti ini tentu amat sangat didambakan oleh semua wanita shalihah.


Tapi laki-laki sholeh seperti Syakir ini tentu memiliki hati yang luas juga penuh cinta dan kasih sayang. Dapat dilihat dari bagaimana ia memperlakukan ibunya, bapaknya, saudara-saudaranya, serta orang-orang mukmin lainnya. Dari cinta dan kasih sayang yang luas, maka akan timbul pengertian dan perhatian. Sungguh luar biasa cukup sempurnanya seorang laki-laki jika memiliki tanggung jawab, cinta dan kasih sayang serta penuh perhatian.

__ADS_1


__ADS_2