
Aisyah pun memberi semangat untuk Syakir bagaimana bersifat dengan tegas.
"Syakir, memangnya Syakir gak mau nikah?" Tanya Aisyah.
"Ya mau, tapi nanti. Bukan dalam waktu dekat ini!" Jawab Syakir.
"Jadi gini loh Syakir, bukan buat Syakir aja. Buat Abang yang suka PHP juga!!. Jadi laki- itu harus tegas. Tegas  bukan berarti galak, tetapi tidak plin plan dan tegas dalam mempertahankan martabatnya dan tegas dalam menyampaikan nasehat-nasehat serta kebaikan. Karena laki-laki adalah imam bagi istri dan anak-anaknya, sehingga dibutuhkan ketegasan, namun tetap memiliki hati yang lembut, sopan tutur katanya, tidak mudah menyakiti hati orang lain, serta berhati mulia." Saran Aisyah.
"Syakir nanti malam harus ikuti Abi, kamu lihat bagaimana calon istri dan calon keluarga barumu, jika tidak. Katakan tidak, karena kamu adalah laki-laki yang berhak memilih. Kalau iya, katakan iya dan jangan bikin ulah seperti Abangmu ini" Kata Aisyah.
"Kok dari tadi Abang mulu sih, iya Abang salah kemaren. Tapi sekarang kam udah membaik hubungan Abang sama Fatimnya, dah ah Akbar mau ke dapur aja, cari makan biar kenyang" Kata Akbar pergi ke dapur dengan mulut yang bisa di kuncir 12.
"Terus Kak, nanti aku harus bersikap bagaimana?" Tanya Syakir.
"Kamu pasti akan tau sendiri nanti, semangat ya! Menikah kan ibadah juga" Kata Aisyah.
__ADS_1
Sementara itu, Akbar sangat menikmati masakan Aisyah. Karena sudah lama tidak merasakan masakan Kakaknya itu. Sudah menjadi kebiasaan Akbar dan Syakir, jika mampir kerumah Aisyah hanya untuk nitip makan saja. Dari manapun atau mau berangkat kemana saja, pasti Syakir juga menyempatkan untuk mampir ke rumah Aisyah, walau itu hanya makan lauk saja.
Setelah puas bermain dengam Airy, Raihan dan Naira. Akbar dan Syakir pun berpamitan untuk pulang. Karena, ba'da isyak Syakir harus siap- siap untuk ikut Ruchan bertemu dengan jodoh yang ingun di perkenalkan kepada Syakir.
Waktu isya' pun telah datang, selesai jama'ah di masjid. Semua orang rumah, yakni Leah, Ruchan, Akbar, dan Syakir sudah bersiap akan pergi. Kali ini Ceasy tidak akan ikut, karena dia ada janji setor hafalan dengan Ilham di pesantren.
"Biar Akbar yang nyetir," Kata Akbar meminta kunci mobil dari Ruchan.
Semua sudah masuk mobil dan siap berangkat.
"Ini lebih menegangkan saat skripsi Ma. Kenapa harus hari ini sih, kenapa gak besok-besok aja. Kan bisa tuh ajak Kak Ais" Kata Syakir.
"Kaliam berdua ini ya, apa-apa Kak Ais, Kak Ais terus. Kasihanlah Kakak kalian itu sudah sibuk dengan keluarganya sendiri, jangan ketergantungan gitu deh. Kan masih ada Abi sama Mama. Dan yang paling penting, ada Allah juga" Jelas Leah.
"Bismillahirohmanirrohim, semoga aja Syakir gak gugup" Kata Syakir.
__ADS_1
"Amin, tapi Kir. Kali ini kamu tetap gak akan kecewa deh. Ya semua juga kehendak Allah, jika kalian berjodoh ya pasti akan di persatukan, kalau tidak ya mungkin belum jodoh saja" Kata Ruchan.
"Tapi Bi, kalau seandainya nanti, Syakir gak cocok gimana? Menurut Syakir sendiri tapi?" Tanya Syakir.
"Gak papa dong, kan Abi sama teman Abi ini cuma mau memperkenalkan kalian, soal cocok atau enggaknya kan kaliam sendiri yang memutuskan. Cuma sih kalau Abi, menurut Abi ya, dia cocok buat kamu" Jawab Ruchan.
"Kita gak akan maksa kamu kok Syakir, ini cuma sebatas perkenalan aja, siapa tau kan kamu cocok. Jadi jangan gugup ya" Kata Leah memberi semangat.
Perjodohan itu bukanlah suatu hal yang harus di hindari, orang tua kita memiliki pilihannya sendiri untuk masa depan kita, karena mereka tau bagaimana jodoh yang tepat untuk anaknya kelak.
Tapi banyak orang tua juga yang tidak.mengerti keinginan anak.dalam mencari jodoh, yang bagus untuk kita, belum tentu cocok untuk orang tua. Begitupun sebaliknya, yang menurut oran tua cocok untuknya, belum tentu cocok di hati kita. Namun semua tergantung individu, perjodohan bukan harus jadi dan menikah.
Ini adalah bentuk silaturahmi, yang mana jika cocok akan bertemu, lamaran dan menikah. Jika tidak cocok, bisa untuk menambah saudara se iman. Tidak semua kalangan pesantren harus ada perjodohan, tetapi memang kebanyakan santri itu sendiri yang meminta di carikan jodoh yang tepat kepada sang Ajengan atau Kyai.
Laki-laki itu berhak memilih, ia berhak memilih wanita manapun yang ingin di nikahinya, walaupun itu anak Kyai sekalipun. Berbeda dengan santri perempuan, ada kala mereka menentukan pilihannya sendiri dan bilang kepada ajengan untuk mempertemukan dengan laki-laki itu, agar di jodohkan. Ada juga yang pasrah menikah dengan pilihan Kyai dan orang tuanya.
__ADS_1
Seperti Aku yang menikah karena perjodohan😇 Dan menikmati pacaran setelah pernikahan, rasanya lebih syahdu, walau awalnya tanpa ada rasa. Lama-lama juga timbul rasa.