
Permintaan Maaf dan Kejujuran
Seminggu setelah hal itu, Akbar baru bisa menemui Niki dengan mental yang kuat, hari ini harus ada titik terang antara mereka berdua.
"Abang, ngapain sih bawa aku kesini? Tumben Abang ajak jalan?" Tanya Niki.
"Ada hal penting yang ingin aku sampaikan ke kamu" Kata Akbar.
"Apa itu?" Tanya Niki.
"Tentang perasaanku dan tentang masa depan kita" Kata Akbar.
"Jangan-jangan Akbar mau nembak aku lagi, emm malunya" Batin Niki.
"Aku di jodohkan" Kata Akbar.
"Apa!!" Kata Niki kaget, dugaannya meleset, yang ia fikir akan di tembak ternyata ingin membahas perjodohannya.
__ADS_1
"Iya, Aku di jodohkan. Namanya Fatim, dia wanita muslimah, berhijab dan sangat sederhana. Bagaimana menurutmu?"Tanya Akbar lega.
"Lalu, kau anggap hubungan kita selama ini apa Bang? Kebersamaan kita, kemanapun kita selalu bersama, perhatian itu, saling menjaga agama masing-masing. Lalu saling mendukung satu sama lain itu apa? Apakah selama hampir tujuh tahun ini kau tak ada perasaan apapun kepadaku?" Tanya Niki mulai menangis.
"Ada! Aku menyukaimu" Kata Akbar.
"Lalu? Bagaimana perjodohan itu?" Tanya Niki.
"Aku harus tetap memilih dia, maafkan aku!" Kata Akbar.
"Kau anggap aku ini mainanmu hah? Aku selalu ada di sampingmu, sekarang kehadirannya kau tiba-tiba memilihnya, apa aku tidak cukup baik bagimu Bang!" Kata Niki menangis.
"Gampang kau bicara seperti itu Bang!! Tapi bagaimana dengan hatiku. Selama hampir tujuh tahun kau buat aku berharap, lalu sekarang dengan satu kata Perjodohan, membuat hatiku hancur seketika seperti ini" Kata Niki sudah tidak tahan lagi, emosinya benar-benar meledak.
"Niki, kita bisa kan berteman seperti biasanya, Aku, Kamu, Yasha, Jesicca dan Oshi, kita lakukan bersama-sama seperti dahulu lagi. Aku harus menikah dengannya Niki, tolong mengertilah" Kata Akbar.
"Apakah tak ada rasa sedikit pun untuk aku Bang?" Tanya Niki.
__ADS_1
"Aku menyukaimu!"Kata Akbar.
"Apakah rasa sukamu itu tak bisa menjadi rasa cinta?" Tanya Niki.
"Maafkan aku!"Kata Akbar.
"Apa aku memang tak ada kesempatan lagi untuk menjadi bagian hidupmu?" Tanya Niki.
"Kau akan dapat yang lebih baik dariku Niki" Kata Akbar.
"Terima kasih, kau tau kisah joker? Dia jahat bukan, ya! Dia menjadi jahat karena saat menjadi orang baik dan tulus tak pernah di anggap, di abaikan, bahkan ditinggalkan. Maaf jika suatu saat nanti aku akan sama seperti joker. Permisi!" Kata Niki pergi dengan air mata yang berderai.
Sakit hatinya begitu menyentuh hati Akbar. Hingga Akbar bisa merasakan kepedihan yang di rasakan Niki. Namun inilah jalan terbaik, karena tidak mungkin Akbar akan egois dengan perasaannya. Sedangkan sepengetahuan Akbar pun tau, menikah dengan beda keyakinan itu sekarang dilarang oleh agama, kecuali salah satu harus berpindah keyakinan.
"Maafkan aku Niki, namun kata hatiku memilih Fatim, walaupun sekarang aku belum mencintainya, namun aku yakin kalau kita akan saling mencintai dikemudian hari" Gumam Akbar menghela nafasnya.
Didalam dinginnya malam itu, susana hati Akbar sedang kacau, api membara dalam dirinya, entah apa yang dikatakan Niki untuk berubah menjadi seperti Joker itu nyata atau tidak. Akbar berharap semuannya akan baik-baik saja, dan mereka bisa menjalani kehidupannya seperti sedia kala.
__ADS_1
"Assallamualaikum Abang" Seorang perempuan menyapa Akbar di tengah sunyinya malam itu.