Suara Hati

Suara Hati
Bab. 14


__ADS_3

Menjauh Dari Niki.


Pagi hari seperti pagi biasa. Jika Akbar shift malam, paginya langsung ke kampus dan mengajar pelajaran bahasa Indonesia. Kali ini Akbar menggunakan kereta, karena mobilnya mogok.


Di kampus, Akbar sosok senior yang sangat ramah, tidak jarang mahasiswi banyak yang naksir dengannya, bahkan pernah ada yang menyatakan cinta kepadannya.


"Selamat pagi Niki" Sapa Akbar.


Namun Niki tak membalas sapaan Akbar dan melewati Akbar begitu saja. Akbar sadar jika yang ia lakukan kemaren memang tak sopan kepada Akbar, sengaja ia lakukan agar Niki menjauhi dirinya, dan ia juga bisa menjauhi Niki dengan tenang.


"Kenapa Akbar gak ngejar aku sih?" Kata Niki dalam hati.


Niki menoleh ke belakang dan mendapati Akbar sudah tidak ada di belakangnya lagi.


"Dasar gak peka, kenapa juga harus aku yang nyamperin dia duluan, ah males lah" Kesal Niki.


Hari demi hari yang di lakukan Akbar masih sama, ia cuek kepada Niki, dan Niki mulai muak dengan semuannya. Niki berusaha untuk bertanya lagi kepada Akbar, apa yang sebenarnya ternjadi hingga Akbar menjauhinya

__ADS_1


Yasha dan Akbar sedang shift malam di rumah sakit. Malam itu tidak banyak pasien yang datang, dan tidak banyak juga pasien yang dirawat. Suasana sedikit lebih tenang dan bisa sedikit lebih santai.


"Bar, lagi ngapain lo?" Tanya Yasha memberikan kopi kepada Akbar.


"Biasa, nih ngechek laporan perkembangan pasien sama bikin laporan ke Direktur. Sejak kapan nih pakai bahasa Lo gue?" Tanga Akbar.


"Yailah, sejak dulu kan emang begini kita. Wuihh lu sambil dzikir gitu? Hebat lo!!" Kata Akbar.


"Lo mau apa sih kesini, gue lagi sibuk! Dah sana keluar!" Pinta Akbar.


"Buruan mau tanya apa?" Tanya Akbar.


"Akhir-akhir ini, gue lihat lo jauhin Niki ya? Kenapa sih Bro, tuh si Oshi sama Jesicca neror gue mulu, suruh nanyain ini si Niki nangis mulu setiap malam" Kata Yasha.


"Gak ada apa-apa kok antara gue sama Niki, dah sana keluar ah. Gue lagi sibuk, pusing tau" Kata Akbar.


"Gue minta lo baik-baik sama Niki ya, gue gak mau persahabatan yang kita bangun hampir 7 tahun ini hancur karena masalah cinta-cintaan kalian ini" Kata Yasha.

__ADS_1


"Gak ada cinta seperti itu diantara kami. Dah sana ah" Kata Akbar mulai kesal.


"Dah bro, lo fikir baik-baik ya, Assallamualaikum" Kata Yasha keluar dari ruangannya Akbar.


"Waalaikum sallam"


"Kenpa sih semua itu ribut aja, gak masalah disini, gak masalah di rumah, semua bahas tentang pernikahan, dan cewek masa depan. Gue ini belum siap nikah! Ahh pusingnya," Kesal Akbar.


Akbar kembali berdzikir, dengan berdzikir, fikiran Akbar bisa tenang dan rileks kembali. Semua memang kembali kepada sang pencipta, cobaan dari sang pencipta, obat pun kembali dari sang pencipta.


Akbar merasa belum mampu jika harus hidup berumah tangga, ia belum bisa membangun keluarga. Bahkan menurutnya, hidupnya juga belum bisa sempurna, walau kesempurnaan itu hanyalah milik Allah Subhanahu Wata'ala.


"Assallamualaikum Bang, jangan lupa makan teratur ya, ingat sholat jangan di tinggalkan. Jika Abang pusing, cukup berdoa dan bertasbih kepada Allah. Wassallamualaikum Bang, jaga kesehatan ya"


Pesan dari Fatim tiba-tiba masuk, Akbar lupa juga belum sholat Isyak, Akbar bergegas merapikan pekerjaannya dan mulai bersih-bersih tempat untuk sholat.


Sosok Fatim ini memang pas nih buat Akbar, tapi bagaimana dengan perasaan Niki dan Akbar. Kan mereka saling menyukai, Akbar sih belum mencintai. Tapi hatinya masih tak tega jika harus bilang kalau dirinya sedang dekat dengan wanita pilihan keluargannya.

__ADS_1


__ADS_2