Suara Hati

Suara Hati
Bab. 133


__ADS_3

Kasus Dara ini sangat berat, namun berkat Clara dan di bantu saksi Jamil, kasus itu telah ia menangkan. Kini Dara akan mendekam di penjara seumur hidup, karena akan dihukum mati, keluarga besar Ika sudah memaafkan perbuatannya.


Sore itu, Clara pulang kerumah dengan keadaan lemas. Capek, kesal dan bahagia menjadi satu, bahagia karena kasus itu di menangkan olehnya.


"Capek Sayang, sini aku pijitin" Kata Keny.


"Naira kemana?" Tanya Clara.


"Biasa, kerumah Kak Rifky" Jawab Keny.


"Gimana kasusnya?" Tanya Keny.


Clara memberikan berkas yang menyatakan kasusnya telah di tutup dan selesai. Dara akan di penjara seumur hidup di dalam sel.


"Kasihan Aminah dan Syakir. Semoga aja ikhlas menjalani semuannya" Kata Keny.


"Rifky gimana? Udah sembuh dia? Gila tu cewek emang, pengen aku pites biar kek kotoran kebo" Kata Clara.


Waktu berjalan dengan cepat, sudah 3 bulan Ika pergi dari kehidupan Syakir, baby Aminah kini sudah berusia 3 bulan, karena Syakir suka sibuk, baby Aminah sering di titipkan di rumah Leah dan terkadang di rawat oleh Sera.

__ADS_1


Di Jepang, Fatim sedang menunggu kelahiran buah hatinya bersama Akbar. Malam itu, Akbar sedang shift malam, ingin sekali tidak meninggalkan Fatim di rumah sendirian, karena Sandy sudah jarang ada dirumah.


Tiba-tiba..


"Kenapa akhir-akhir ini perut aku mules gini sih. Aw, yang ini semakin sakit, apa aku sudah mau lahiran? Aku akan segera telfon Abang deh" Kata Fatim mengambil ponselnya.


Akbar sedang bekerja malam itu, ia sedang ada dalam ruang operasi, karena sudah sekian kali Fatim menelfon Akbar tidak di angkat juga, akhirnya Fatim menelfon Niki malam itu.


Triiing.....


"Ck, siapa sih tengah malam gini telfon!" Kata Niki.


"Niki tolong aku, sepertinya aku mau melahirkan, aku ada di rumah sekarang. Abang aku telfon tidak menjawab, mungkin dia sibuk"


"Melahirkan? Siapa?" Tanya Niki.


"Ini aku Fatim"


Niki memastikan nama kontak yang menelfonnya. Setelah nyawanya genap, Niki langsung berteriak panik dan bergegas kerumah Akbar. Malam itu Niki mengemudi mobil dengan sangat cepat, bahkan Fatim pun sampai heran kenapa Niki sudah sampai depan rumah dengan begitu cepat.

__ADS_1


Fatim terus saja menahan sakit, Niki yang panik juga mengendarai mobilnya dengan sangat kencang. Memastikan Fatim dan bayinya sampai dirumah sakit dengan selamat.


Sampai juga Niki di rumah sakit, ia segera berteriak memanggil Dokter, dan menyuruh salah satu perawat di sana untuk memanggil Akbar segera. Akbar belum selesai dari tugasnya, karena itu Niki yang menemaninya melahirkan. Fatim yang akan melahirkan malah Niki yang panik dan histeris.


"Dokter Akbar mana woy, aduh Tuhanku" Seru Niki.


"Niki jangan berteriak, aku sebal lihat kamu berteriak" Kata Fatim.


"Hey, berteriak itu didengar bukan di lihat. Abaaang" Teriak Niki.


"Aku neng kene, eh maksutku aku disini." Kata Kabar langsung menghampiri Fatim.


Niki pun langsung lari keluar, ia tidak pernah bisa betah jika melihat banyak darah. Menurut pengalamannya, saat ia menemani kakak nya lahiran, ia pingsan karena tidak kuat melihat darah dengan jumlah yang banyak.


"Heh, ini udah sangat lama, kenapa belum ada suara tangisan bayi sih" Kesal Niki.


Mendengar suara bayi menangis, Niki langsung masuk kembali keruang bersalain, ia hampir saja terjatuh karena sangat semangatnya ingin melihat anak Fatim dan Akbar.


Oee....oe....

__ADS_1


Suara bayi terdengar jelas di telinga Niki, banyak perawat yang langsung memeberi selamat kepada Akbar. Bayi laki-laki yang sehat telah lahir malam itu di Jepang, tepat tengah malam.


__ADS_2