
Saat itu juga, Sandy juga ikut-ikutan memilih jalan-jalan dari pada duduk manis menikmati acara pernikahan, bukan mereka tidak peduli sengan Syakir, namun lebih tepatnya, karena sudah ada orang tua dari Syakir yang lebih penting dalam acara itu.
Penyambutan demi penyambutan acara telah usai, kini sudah memasuki acara Ijab Qobul yang akan di lakukan oleh Kyai Syaiful sendiri.
Kyai Syaiful.
"Bismillahirrohmanirrohim, Ankahtuka Wazawwajtuka makhtubataka Siti Zulaikha binti Bapak Syaifullah Muh Kholil, Alal mahri seperangkat alat sholat dan uang tunai Hallan"
Syakir.
"Qobiltu nikaha Siti Zulaikha binti Syaifullah Mub Kholil Wa Tazwijaha Alal Mahri Madzkur Wa Radhiitu Bihi, Wallahu Waliya Taufiq"
"SAH!!"
"Alhamdulillahirobbil 'alamin Allahumma Inni As'aluka Min Khairia Wa Khairi Ma Jabaltaha ‘Alaihi. Wa A'udzubika Min Syarriha Wa Syarii Ma Jabaltaha ‘Alaihi"
Kini Syakir dan Ika sudah resmi menjadi suami istri, waktu itu Ika masih ada di ruangan lain dengan acara Ijab Qobulnya itu.
Disisi lain, Kabir, Akbar dan Keny masih sibuk berjalan-jalan dan malah menggoda santri kecil yang baru saja sunat saat itu.
"Assallamualaikum, kenapa.kamu disitu dek?" Tanya Kabir.
"Waalaikum sallam, namanya saya Rizki dan saya baru sunat Om" Jawab anak itu.
__ADS_1
"Dek dengar-dengar kalau habis sunat itu, kalau gak di cuci burungmu akan di gigit kucing" Goda Keny sambil bertepuk tangan dengan Akbar, karena anak itu menjadi ketakutan, bahkan akan menangis.
"Etts jangan menangis, kalau nangis, nanti jadi batuk tuh. Kalau di buat batuk, itumu nanti jatuh loh, uhuk gitu lanhsung mengering, trus uhuk lagi, langsung tambah kering dan akhirnya lepas terus jatuh deh" Goda Akbar.
Anak itu mulai menangis dan langsung masuk kamar, saat mereka tertawa puas, tiba-tiba telinga Kabir dan Akbar ada yang menjewernya sangat keras.
"Aw aw, sakit" Teriak Kabir dan Akbar.
"Hahah kena jeweran lu, rasain" Kata Keny tertawa.
"Aduh aduh" Teriak Keny, karena ternyata ada orang yang menjewernya.
Mereka bertiga pun berbalik badan, dan ternyata Sepasang kakak Singa yang ada di belakang mereka yang siap menerkam mereka bertiga. Upaya lari juga sudah tiada guna, karena baju mereka berhasil di tahan oleh Aisyah.
Begitupun dengan Rifky yang menjewer Keny sangat keras hingga telingannya memerah.
"Kita gak ngapa-ngapain kok Kak" Kata Keny.
"Usia kalian ini sudah berapa tahun hah? Masih juga mengerjai anak kecil yang baru sunat!! Kasih semangat kek, kasih uang jajan kek. Ini malah di takut-takuti. Mau kalian Kakak hukum!!" Kata Aisyah galak.
"Ampun Kak, ampun!" Kata Akbar meminta ampun kepada Aisyah.
"Tiada ampun untuk kalian, setelah acara selesai, pulang nanti kalian harus bersihkan toilet santri laki-laki!! Semuanya!! Paham?! Kalau tidak, Om Sandy lah yang akan menghukum kalian!!" Kata Rifky.
__ADS_1
"Wah gawat kalau Papa yang hukum, malah yang ada nanti lebih ganas" Bisik Akbar.
"Lalu bagaimana? Kita bukan anak kecil lagi kali harus di hukum bersihin toilet" Kata Keny.
"Iya lah, kita ini Perwira dan Dokter, harus strong dong!!" Kata Kabir.
"Kaka Ais juga Dokter tau, malah Kak Ais dan Kak Iky itu bisa bela diri juga" Bisik Keny.
Mereka bertiga malah sedang berdiskusi tentang hukuman yang diberikan oleh Rifky. Tapi mereka hanyalah menggoda anak itu, kenapa harus di hukum?
"Konferensi meja bundarnya sudah selesai?" Tanya Rifky.
"Pengumuman, dimohon kepada Saudari dan Saudara-saudara dari mempelai laki-laki harus berkumpul di aula sekarang juga" Kata dari pembawa acara.
"Wah kita di panggil hehehe" Receh Akbar.
"Kalian tetap gak bisa mangkir dari hukuman!!" Peringatan Rifky.
"Kalau kalian masih berdiskusi lagi, ku jamin kalian gak boleh makan disini! Cepat kemari!!"
"Itu suara Om Sandy, ayo Yang cepat kesana" Kata Rifky menarik tangan Aisyah.
Mereka berlima lari terbirit-birit mendengar ucapan Sandy, bahkan sarung yang Kabir kenakan hampir saja lepas saat mereka berlari. Sandy memang sangat di segani oleh semua anak dan keponakanya, ia memiliki sikap yang tegas dan disiplin. Siapa yang berslah akan di hukum, entah itu masih anak-anak atau sudah dewasa, yang salah harus di hukum. Begitulah prinsip Sandy.
__ADS_1