
"Innalillahi wainna illahi roji'un"
Syakir menahan air matanya agar tidak jatuh, menghela nafas panjang, dan berusaha untuk tegar. Karena ia tahu, semua yang hidup didunia ini, pasti akan menemui kematiaannya jika sudah waktunya. Yang datang pasti juga akan pergi suatu hari nanti.
Namun, Syakir tidak menyangka bahwa Ika akan pergi secepat itu. Syakir masuk kedalam dan melihat Ika, air matanya tidak bisa di bendung lagi. Melihat tubuh istrinya yang sudah tidak lagi bernafas di depan matanya, membuat hatinya sangat sesak.
"Ika, kenapa kamu secepat ini meninggalkanku. Aku baru saja mendapatkan cinta seorang wanita, kamu cinta pertamaku Ika, kau memberi Aminah dan lalu pergi begitu saja. Apa kau marah padaku? Apakah aku harus berpisah denganmu selama sembilan bulan agar kau tetap di sampingku?" Tanya Syakir dengan derai air mata.
"Ustad"
Syakir terbangun, ia terbangun di tempat yang sangat indah. Ia juga bingung sejak kapan dirinya tertidur. Mendengar suara Ika memanggilnya Syakir langsung terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
"Ustad, Assallamualaikum" Salam Ika dengan senyuman.
Wajahnya bercahaya, senyuman khas manisnya masih menempel diwajahnya. Dibalik jilbab putih dan baju putihnya membuat Ika terlihat anggun di mimpi Syakir.
"Ika, kamu disini?" Tanya Syakir mengusap-usap matanya.
"Ustad, aku akan pergi jauh. Tolong jaga Aminah ya, tersenyumlah untuk Aminah, aku tidak bisa merawat Aminah, karena Allah telah memanggilku. Kita akan ketemu lagi suatu saat nanti, carilah wanita untuk kau jadikan pendamping hidupmu lagi Ustad. Aku pergi dulu, Assallamualaiku" Kata Ika langsung pergi ke arah cahaya.
"Syakir" Kata Leah masuk keruangan itu.
Melihat Leah dan Ceasy, air mata Syakir menetes. Ia menangis di pelukan Mama dan adiknya. Rasa sesak dan sakit itu juga dirasakan oleh Leah.
__ADS_1
"Yang sabar ya nak, ini sudah kehendak Allah. Kamu harus menerima semua ini dengan lapang dada. Agar Ika bisa pergi dengan tenang. Aminah masih membutuhkanmu" Kata Leah mengusap-usap dada Syakir.
"Insyaallah Ma, Mama sudah lihat Kak Rifky? Tadi Abang yang operasi dia, bagaimana keadaan Kak Rifky?" Tanya Syakir.
"Belum selesai operasinya Kir, salah apa Mama dimasa lalu, kenapa anak-anak Mama jadi kena musibah seperti ini" Kata Leah menangis.
"Astaghfirullah hal'adim Mama, ini bukan kesalahan Mama. Ini takdir Ma, mungkin ini juga sudah waktunya untuk Ika pergi, Syakir sudah mengabari keluarga Ika, dan mereka akan segera menjemput dan membawa pulang jenazah Ika. Nanti jika Syakir tidak bisa ikut menjaga Kak Rifky, Syakir minta maaf ya" Kata Syakir lembut.
Begitu tabah hati Syakir, bahkan ia masih memikirkan nasib Kakak iparnya. Namun, tentu saja kesedihan Syakir di tinggal Ika tidak bisa di tutupi. Tatapan kosong dimatanya menunjukkan semuannya.
2 jam berlalu, jenazah Ika sudah dibawa pulang oleh Syakir dan keluarga Ika. Keluarga Ika juga sudah mengikhlaskan kepergiannya, putri bungsunya pergi meninggalkan keluarganya, tentu saja Ayah dan kakak-kakaknya sedih.
__ADS_1
Operasi Rifky berhasil, tinggal menunggu Rifky sadar, dan semuannya akan baik-baik saja. Aisyah yang panik mendengar suaminya celaka, ia langsung menitipkan Yusuf kepada Fatim dirumah, dan bergegas menuju kerumah sakit.