Suara Hati

Suara Hati
Bab. 137


__ADS_3

Syakir bingung mau mengangkat Balqis bagaimana, karena mereka masing-masing mengendarai motor. Ia juga takut jika bersentuhan dengan Balqis karena bukan mahramnya.


"Astaghfirullah hal'adzim, kenapa Balqis harus pingsan sih?" Gumam Syakir.


"Assalamualaikum Pak, boleh minta tolong." Kata Syakir kepada seorang bapak-bapak yang baru saja lewat di depannya.


"Waalaikum sallam, boleh Mas. Mau minta tolong apa ya" Kata Bapak itu.


"Boleh saya minta tolong, mohon Bapak panggilkan taksi buat saya. Ini teman saya sedang sakit lalu pingsan" Kata Syakir.


Bapak-bapak itu langsung mengiyakan dan segera panggil taksi yang ada di depan. Dan beberapa orang di sana menjaga sepeda motor milik Balqis dan Syakir.


"Jaga istrinya baik-baik ya Mas" Teriak Bapak-bapak itu.


Syakir langsung menghubungi Jamil untuk mengambil motornya dan motor Balqis di sekitar bandara, Jami panik. Ia langsung cepat-cepat pergi dengan mengajak salah satu santri untuk mengambil motornya.


Sampailah Syakir dirumah sakit, Syakir masih menunggu Balqis untuk diperiksa. Setelah beberapa menit, Aisyah yang sedang menjadi Dokter jaga disana keluar.


"Kamu apapin anak orang sampai pingsan gitu?" Tanya Aisyah sambil mengetok kepala Syakir.


"Aw, nggak aku apa-apain kok Kak. Emang dia kenapa sih?" Tanya Syakir balik.

__ADS_1


"Ya kalau nggak apa-apain kenapa dia pingsan Syakir. Kamu dah jadi bapak kelakuan kek bocah gitu" Kata Aisyah.


"Ya Allah Ya Robbi Kakakku yang cantik. Aku nggak apa-apin dia kakak. Aku tadi buntuti dia sampai ke Bandara, karena dia keluar pesantren tanpa izin. Dan kata pengurus, dia itu sedang sakit" Jelas Syakir.


"Alesanmu Kir, udah lah biar nanti pulang sama Kak Ais aja. Kebetulan kan kakak mau pulang sebentar lagi, kamu mau bareng apa gimana?" Tanya Aisyah.


"Aku dijemput Jamil" Kata Syakir.


"Jangan lupa mampir ke rumah untuk ambil Asi buat Aminah ya, kakak masuk dulu. Eh, si Balqis juga sudah sadar, temuin dulu gih" Kata Aisyah.


Syakir masuk ke ruang IGD, di sana Balqis sedang melakukan infus, supaya tidak lemas tubuhnya.


" Assalamualaikum" Salam Syakir.


"Cepat sembuh ya, aku keluar dulu. Assalamualaikum" Kata Syakir langsung ingin keluar.


" Ustad..." Kata Balqis.


" Iya Balqis?" Tanya Syakir.


"Terima kasih, untuk kamu mbawaku kesini. Dan terima kasih untuk membututi ku sampai ke Bandara, dan terima kasih untuk menguping pembicaraanku dengan mantanku. Keluar!!" Kesal Balqis sambil melempar bantal.

__ADS_1


"Astaghfirullah hal'adzim. Dasar psyco!!" Kesal Syakir juga.


"Mau aku lempar lagi, aku lempar kau pakai sepatu. Keluar!!" Kata Balqis sudah mengangkat sepatunya.


Perawat laki-laki yang mendengar kegaduhan di IGD pun langsung berlari melerai Syakir dan Balqis.


"Tunggu!! Ada apa ini! Ini rumah sakit jangan buat keributan!" Kata Perawat itu.


"Eh sustor! Usir Ustad nyebelin itu sustor! Aku mual melihatnya!" Kata Balqis.


"Hahaha sustor? Heh dasar mata ngantuk, melek oy melek" Kata Syakir melebarkan matanya.


Balqis ingin menghapiri Syakir, namun tidak bisa karena tangannya sedang melakukan infus. Ia sangat kesal jika ada yang mengomentari matanya yang sipit itu. Karena Balqis adalah keturunan China.


Saat itu di tambah rusuh karena Jamil masuk di IGD, ia menambah suasana menjadi gaduh dan akhirnya diusir oleh security dengan paksa.


"Assalamualaikum Ya Karim, ada apa ini? Kok kayaknya seru!" Kata Jamil sambil nyengir-nyengir nggak jelas.


"Suster! Sustor! Usir mereka berdua cepat, mereka membuat kegaduhan!" Teriak Balqis.


"Woy, pelanggaran! Aku lagek tekan (baru sampai) lho, langsung dari korban Fitnah" Kata Jamil.

__ADS_1


"Mana yang buat keributan! Ini rumah sakit, banyak orang sakit yang membutuhkan ketenangan disini, ayo kalian keluar!!" Kata Security-nya, dan membawa Syakir dan Jamil keluar.


Terpaksa, Syakir dan Jamil harus keluar dengan cara diusir. Karena kesal, Syakir pun segera mengajak pulang Jamil, agar ia bisa segera mengambil Asi di rumah Aisyah untuk putrinya Aminah.


__ADS_2